By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: 18 PKL Kebraon Terancam Tak Dapat Berjualan
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Headlines

18 PKL Kebraon Terancam Tak Dapat Berjualan

By Admin Rabu, 9 Nov 2022
Share
Wakil Wali Kota Surabaya Ir Armuji meninjau lokasi yang dijadikan PKL Kebraon untuk berjualan.

SURABAYA, Slentingan.com –  Belasan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kebraon V, Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, terancam tidak dapat berjualan. Sebab sejak Kamis (3/11), akses masuk lapak PKL dipagari keliling oleh PT Mutiara Development Sejahtera (MDS).

Wakil Wali (wawali) Kota Surabaya Armuji turun meninjau nasib pedagang kaki lima (PKL) di lokasi, Selasa (8/11). Wawali ingin memastikan langsung kondisi 18 PKL yang terancam tidak dapat berjualan.

Sesampainya di lokasi, Armuji disambut warga dan pedagang dengan hangat. Begitu pun jajaran kelurahan dan kecamatan yang dengan sigap turut mendampingi. Kemudian, Armuji lanjut melihat aktivitas pedagang yang serba sulit. Sebab sejak Kamis (3/11), akses masuk sudah dipagari keliling.

Alhasil, 18 pedagang yang menggantungkan nasibnya di lapak tersebut tak dapat berjualan maksimal. Bahkan ada yang terpaksa tutup total. Padahal, mayoritas pedagang merupakan warga setempat dan berstatus sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca Juga:  Di Balik Gemuruh Denny Caknan, Masih Ada Luka yang Belum Sembuh, Armuji: Kesehatan Warga Prioritas

“Mohon dibantu Pak Wawali, saya janda dan satu-satunya penghasilan saya melalui jualan di sini. Setelah 15 tahun lebih berjualan baru kali ini dibeginikan, dipagari, dagangan kita ditutupi, Ya Allah,” ucap Titin, pedagang mie ayam saat berpapasan dengan Armuji.

Sedangkan ketua LPMK Kebraon Gatot Setiabudi menjelaskan bahwa lahan yang berada di atas lapak PKL diklaim sepihak menjadi milik PT MDS. Akan tetapi, hal tersebut belum dibuktikan secara konkrit. PKL selama ini melihat lahan tersebut merupakan aset desa, milik pemerintah. Yang kemudian difungsikan sebagai pemberdayaan masyarakat.

“Ada patok desa, Pak Wawali, yang menunjukkan bahwa lahan ini bukan milik PT MDS. Bila ditarik dari patok timur ke patok barat itu sudah sesuai sama buku kerawangan desa. Nah, kalau lahan di belakang ini baru milik PT MDS. Tetapi lahan yang ditempati PKL ini merupakan fasum. Kita berharap kebijaksanaan Pemkot Surabaya untuk pemanfaatannya,” ujar Gatot kepada Armuji.

Baca Juga:  Wuling Baru Bergerak Setelah Viral Korban Datangi Cak Ji, Ucapkan Terima Kasih

Merespons beragam keluhan dari pedagang, Wawali Armuji pasang badan. Dia lantas memerintahkan lurah dan camat untuk turun mengawal. Terutama memastikan status lahan tersebut.

“Kalau itu ternyata aset milik pemerintah dan menjadi utilitas desa, maka bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat. Saya minta camat dan lurah nantinya pro aktif terhadap nasib para pedagang ini,” tegas Armuji.

Selain itu, Armuji juga mendorong agar segera dilakukan pengukuran dengan mendatangkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Surabaya. Bila lahan tersebut bukan milik PT MDS, maka dia mendesak pagar galvalum yang mengelilingi lapak PKL agar dibongkar.

“Harus dibongkar,” tegasnya.

Lebih jauh, Cak Ji, sapaan lekat Armuji, mengatakan bahwa Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya tengah berupaya meningkatkan laju perekonomian pascapandemi Covid-19. Salah satunya dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi para pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan pedagang kecil lainnya.

Baca Juga:  Selamatkan Aset Pemkot, 12 Jaksa Terima Penghargaan Wali Kota Surabaya

Karena itu, Armuji ingin pedagang kecil di Surabaya terus tumbuh. Pemkot Surabaya siap mendukung di antaranya melalui bantuan permodalan, membuka ruang promosi, hingga menyulap aset milik pemkot sebagai rumah padat karya.

“Kita support dan ingin agar perekonomian di Kota Surabaya terus bergerak,” ucap politisi senior PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, Nadim, perwakilan PT MDS berjanji pada 11 November ini akan mendatangkan BPN Surabaya untuk melakukan pengukuran. Ditanya soal upaya pemagaran terhadap lapak PKL, diakui Nadim hal itu sebagai upaya sterilisasi agar pengukuran nantinya bisa berjalan baik.

“Kita akan datangkan BPN untuk melakukan pengukuran pada 11 November ini untuk mengetahui batas-batasnya,” kata Nadim. (GIT/BAD)

TAGGED: #armuji, #badanpertanahannasional, #dprdsurabaya, #pemkotsurabaya
Admin Senin, 14 Nov 2022 Rabu, 9 Nov 2022
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono bersama perwakilan BEM se-Jawa Timur
Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Gandeng BEM, Bahas Narkoba hingga Minuman Keras
Selasa, 20 Okt 2026
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Enny Minarsih.
477 Reklame Liar Ditertibkan, DPRD Surabaya Soroti Pengawasan dan Target Pajak
Selasa, 20 Okt 2026
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi prihatin dengan kejadian perundungan pada anak berujung kematian.
Perundungan Bocah Difabel Berujung Kematian, Eri Cahyadi Sentil Orang Tua: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban
Senin, 19 Okt 2026
Kapolrestabes Surabaya memberikan keterangan terkait kasus dugaan bullying yang menyebabkan anak penyandang Down Syndrome meninggal
Bocah Down Syndrome di Surabaya Meninggal Diduga Dibully, Polisi Tetapkan Satu Anak Berstatus ABH
Senin, 19 Okt 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

Aksara Jawa Terancam Dilupakan, Paguyuban Dorong Masuk Kurikulum Sekolah

Tiba di Indonesia, Penumpang Asing Bisa Akses Tiket Whoosh dari All Indonesia

17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perketat Pengawasan Digital

Arisan Meow Ambruk, Mourin Klaim Rugi Rp4,8 Miliar: 33 Member Disebut Tunggak, Isu Dana ke Spa

Bocah Down Syndrome di Surabaya Meninggal Diduga Dibully, Polisi Tetapkan Satu Anak Berstatus ABH

Berita Menarik Lainnya:

Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono bersama perwakilan BEM se-Jawa Timur

Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Gandeng BEM, Bahas Narkoba hingga Minuman Keras

Selasa, 20 Okt 2026
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Enny Minarsih.

477 Reklame Liar Ditertibkan, DPRD Surabaya Soroti Pengawasan dan Target Pajak

Selasa, 20 Okt 2026
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi prihatin dengan kejadian perundungan pada anak berujung kematian.

Perundungan Bocah Difabel Berujung Kematian, Eri Cahyadi Sentil Orang Tua: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban

Senin, 19 Okt 2026
Kapolrestabes Surabaya memberikan keterangan terkait kasus dugaan bullying yang menyebabkan anak penyandang Down Syndrome meninggal

Bocah Down Syndrome di Surabaya Meninggal Diduga Dibully, Polisi Tetapkan Satu Anak Berstatus ABH

Senin, 19 Okt 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?