By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Aksara Jawa Terancam Dilupakan, Paguyuban Dorong Masuk Kurikulum Sekolah
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Seni Budaya

Aksara Jawa Terancam Dilupakan, Paguyuban Dorong Masuk Kurikulum Sekolah

By Admin Jumat, 16 Okt 2026
Share
Paguyuban Aksara Jawa Nusantara mengunjungi Kantor Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur di Jalan Gebang Putih Nomor 10, Keputih, Sukolilo, Surabaya, Kamis (15/10/2026).
Paguyuban Aksara Jawa Nusantara mengunjungi Kantor Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur di Jalan Gebang Putih Nomor 10, Keputih, Sukolilo, Surabaya.

SURABAYA, Slentingan.com – Pelestarian aksara Jawa tak cukup berhenti pada seremoni budaya. Agar tidak tergerus zaman dan kehilangan penerus, Paguyuban Aksara Jawa Nusantara mendorong aksara warisan leluhur itu masuk ke dalam kurikulum pendidikan, mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Langkah tersebut mengemuka saat rombongan Paguyuban Aksara Jawa Nusantara mengunjungi Kantor Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur di Jalan Gebang Putih Nomor 10, Keputih, Sukolilo, Surabaya, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB itu dipimpin M Taufik Hidayat, yang akrab disapa Taufik Monyong. Rombongan diterima langsung Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum., bersama sejumlah staf.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi dengan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., terkait upaya memperluas pengenalan dan pembelajaran aksara Jawa.

Puji Retno mengapresiasi inisiatif paguyuban yang selama beberapa tahun terakhir berupaya mengenalkan aksara Jawa kepada masyarakat. Menurutnya, pelestarian aksara merupakan bagian penting dari perlindungan bahasa dan sastra daerah.

Baca Juga:  Khofifah: Jangan Jadikan Kemerdekaan Sekadar Seremoni, Saatnya Hadir untuk Sesama

“Kami berterima kasih atas kunjungan Tim Paguyuban Aksara Jawa ke kantor kami. Kami juga telah mendapatkan informasi dari Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta Kepala Pusat Perlindungan dan Pelestarian Sastra, yang di dalamnya juga mencakup aksara dan menjadi bagian dari tugas serta tanggung jawab kami,” ujar Puji Retno.

Terkait proposal yang diajukan, salah satu gagasan yang dibahas adalah menjadikan permainan Kartu Aksara Jawa sebagai proyek percontohan pembelajaran di sekolah. Metode ini diharapkan dapat membuat proses belajar lebih menarik dan memudahkan pelajar mengenali aksara Jawa.

Namun, realisasi program tersebut masih menunggu arahan pemerintah pusat. Sebagai unit pelaksana teknis (UPT), Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur perlu berkoordinasi sebelum menentukan langkah lanjutan.

“Mengenai pilot project pembelajaran aksara Jawa melalui permainan Kartu Aksara Jawa di sekolah, karena kami merupakan UPT, kami menunggu arahan dari pusat terkait langkah yang perlu diambil,” jelasnya.

Baca Juga:  Kemenkum Gandeng Pemprov Bentuk Unit Layanan Hukum di Bakorwil

Sementara itu, Taufik Monyong menegaskan bahwa pengenalan aksara Jawa perlu diperkuat melalui pendidikan formal. Ia berharap aksara Jawa tidak sekadar menjadi pengetahuan tambahan, tetapi mendapat ruang dalam kurikulum agar generasi muda tetap mengenal warisan budaya leluhurnya.

“Menurut kami, sebaiknya aksara Jawa dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah pertama maupun menengah atas. Tujuannya agar generasi berikutnya tidak kehilangan jati dirinya sebagai penerus bangsa,” ungkap Taufik, yang pernah menjabat Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) periode 2015–2025.

Gagasan tersebut berangkat dari kegelisahannya terhadap semakin berkurangnya minat generasi muda untuk mengenal dan mempelajari aksara Jawa. Berangkat dari persoalan itu, Taufik melakukan riset untuk mendalami sejarah dan perkembangan aksara Jawa.

Penelusuran dilakukan melalui prasasti, buku, diskusi dengan para pakar bahasa hingga studi banding ke sejumlah negara, seperti Thailand, Jepang, dan Arab Saudi.

“Berawal dari kegelisahan dan keresahan pribadi, saya akhirnya melakukan riset mengenai aksara Jawa, baik melalui prasasti, buku, diskusi dengan para pakar bahasa maupun studi banding ke negara lain, seperti Thailand, Jepang, dan Arab Saudi,” tuturnya.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Meminta Dukungan Pemprov Jatim dalam Pendanaan Proyek Underpass Bundaran Dolog

Pertemuan itu juga membuka peluang kerja sama antara Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur dan Paguyuban Aksara Jawa Nusantara pada 2027. Kedua pihak berharap penyusunan draf kerja sama segera dilakukan sebagai langkah awal merealisasikan program pelestarian dan pengenalan aksara Jawa.

Pada penghujung pertemuan, Taufik mengajak Puji Retno bersama dua staf Balai Bahasa mencoba permainan Kartu Aksara Jawa. Ia memperagakan tata cara permainan tersebut sebagai alternatif metode pembelajaran yang diharapkan lebih menarik dan mudah diterima pelajar.

Upaya ini diharapkan menjadi langkah konkret agar pelestarian aksara Jawa tidak berhenti sebatas wacana dan kegiatan pengenalan budaya. Tantangan berikutnya adalah mewujudkan program pembelajaran yang berkelanjutan, sehingga aksara Jawa tetap hidup, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi mendatang. HUM/BAD

TAGGED: #Pemprov Jatim, Aksara Jawa, Kurikulum Sekolah, M Taufik Hidayat, Paguyuban Aksara Jawa Nusantara, Taufik Monyong
Admin Jumat, 16 Okt 2026 Jumat, 16 Okt 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Tiba di Indonesia, Penumpang Asing Bisa Akses Tiket Whoosh dari All Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026
Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Imigrasi mencapai Rp 8,68 triliun atau 101,88 persen dari target pemerintah sepanjang 2026.
Baru Pertengahan Oktober, PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun! Target 2026 Terlampaui, 5.310 WNA Dideportasi
Rabu, 14 Okt 2026
Achmad Hidayat dan sejumlah kader PDI-P Surabaya menunjukkan KTA Partai Solidaritas Indonesia.
Usai Dipecat PDI-P, Achmad Hidayat Sebut Pengurus DPC Ikut Gabung PSI
Senin, 12 Okt 2026
Penampilan ludruk modern versi Komunitas Tombo Ati, Jombang.
Festival Ludruk Surabaya 2026 Dorong Regenerasi Seniman dan Pelestarian Budaya
Minggu, 11 Okt 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

Festival Ludruk Surabaya 2026 Dorong Regenerasi Seniman dan Pelestarian Budaya

Arisan Meow Rugikan Korban Rp 3,5 Miliar, Mourin Dilaporkan ke Polda Jatim, Transfer Rp 2,725 Miliar Disorot

Usai Dipecat PDI-P, Achmad Hidayat Sebut Pengurus DPC Ikut Gabung PSI

Baru Pertengahan Oktober, PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun! Target 2026 Terlampaui, 5.310 WNA Dideportasi

Tiba di Indonesia, Penumpang Asing Bisa Akses Tiket Whoosh dari All Indonesia

Berita Menarik Lainnya:

Tiba di Indonesia, Penumpang Asing Bisa Akses Tiket Whoosh dari All Indonesia

Jumat, 16 Okt 2026
Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Imigrasi mencapai Rp 8,68 triliun atau 101,88 persen dari target pemerintah sepanjang 2026.

Baru Pertengahan Oktober, PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun! Target 2026 Terlampaui, 5.310 WNA Dideportasi

Rabu, 14 Okt 2026
Achmad Hidayat dan sejumlah kader PDI-P Surabaya menunjukkan KTA Partai Solidaritas Indonesia.

Usai Dipecat PDI-P, Achmad Hidayat Sebut Pengurus DPC Ikut Gabung PSI

Senin, 12 Okt 2026
Penampilan ludruk modern versi Komunitas Tombo Ati, Jombang.

Festival Ludruk Surabaya 2026 Dorong Regenerasi Seniman dan Pelestarian Budaya

Minggu, 11 Okt 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?