SURABAYA, Slentingan.com – Perayaan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tak melulu soal seremoni. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengemas Jatim Fest 2026 sebagai ruang hiburan, belanja, layanan publik, sekaligus panggung bagi kreativitas masyarakat.
Digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya pada 30 September hingga 4 Oktober 2026, Jatim Fest menghadirkan beragam agenda yang bisa dinikmati masyarakat tanpa tiket masuk.
Kegiatan yang digelar Pemprov Jatim melalui Biro Perekonomian Setdaprov Jatim bersama PT Dayapromo Mitra Tama itu menyuguhkan pelayanan publik dan kesehatan gratis, Pasar Murah, Pojok Keuangan Rakyat, kompetisi kreatif, olahraga, hingga pertunjukan musik.
Senior Project Officer PT Dayapromo Mitra Tama, Wisnu Prastowo, mengatakan Jatim Fest dirancang bukan sekadar menjadi etalase produk unggulan daerah, tetapi ruang pertemuan masyarakat dengan pelaku usaha dan berbagai potensi ekonomi Jawa Timur.
“Jatim Fest kami hadirkan sebagai ruang yang bisa dinikmati masyarakat secara luas. Tidak hanya untuk berbelanja, tetapi juga mendapatkan layanan, mengikuti berbagai kegiatan, menikmati hiburan, sekaligus melihat potensi produk dan kreativitas yang dimiliki Jawa Timur,” ujar Wisnu, Kamis (1/10/2026).
Panggung hiburan menjadi salah satu daya tarik utama. Pengunjung dapat menikmati Music Night bersama The Lantis, Fun Run 5K yang diramaikan DJ Music Performance, hingga kompetisi Mobile Legends: Bang Bang dan Free Fire Clash Squad.
Tak berhenti di sana, panitia juga menyiapkan doorprize setiap hari hingga grand prize berupa logam mulia.
Karya Disabilitas Naik Kelas
Yang tak kalah mencuri perhatian adalah keterlibatan Dinas Sosial (Dinsos) Jatim melalui Galeri Disabilitas Klien UPT dan Umum (Gadisku).
Mengusung tema “Disabilitas Berkarya, Disabilitas Berdaya”, booth Gadisku menjadi ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menghasilkan karya dan memiliki daya saing ekonomi.
Beragam produk kreatif dipamerkan sekaligus dijual, mulai batik, ronce, tumbler lukis, hingga aksesori. Pengunjung juga dapat mengikuti workshop, menikmati angkringan, serta menggunakan layanan pijat yang diberikan penyandang disabilitas netra.
Kepala Dinsos Jatim, Dra Restu Novi Widiani MM, mengatakan kehadiran Gadisku sekaligus menjadi upaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi karya penyandang disabilitas.
“Melalui Gadisku, kami ingin masyarakat melihat secara langsung bahwa teman-teman disabilitas mampu berkarya, berdaya, dan menghasilkan produk yang layak diapresiasi serta dikembangkan,” ujarnya.
Tak hanya menjual produk, booth tersebut juga menghadirkan layanan pengecekan desil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta informasi mengenai perlindungan sosial.
Dengan konsep tersebut, Jatim Fest 2026 tidak hanya menawarkan hiburan gratis. Gelaran ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan pelaku usaha, layanan pemerintah, serta karya kelompok masyarakat yang selama ini belum selalu mendapat ruang di panggung publik.
Jatim Fest 2026 dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB sampai 4 Oktober 2026. Seluruh rangkaian pameran dan hiburan dapat dinikmati masyarakat gratis tanpa tiket masuk. HUM/BOY
