By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Komisi D DPRD Surabaya Desak Satpol PP Lebih Humanis dalam Penertiban Jam Malam Anak
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Headlines

Komisi D DPRD Surabaya Desak Satpol PP Lebih Humanis dalam Penertiban Jam Malam Anak

By Redaktur Sabtu, 12 Jul 2025
Share
Johari Mustawan, anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Johari Mustawan, anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

SURABAYA, Slentingan.com — Pemberlakuan jam malam bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun oleh Pemerintah Kota Surabaya menuai sorotan tajam dari Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Penertiban yang dilakukan aparat gabungan sejak pukul 22.00 hingga 04.00 WIB dinilai perlu disertai pendekatan yang lebih humanis dan edukatif.

Anggota Komisi D dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Johari Mustawan, menegaskan bahwa proses penertiban anak-anak yang berada di luar rumah pada malam hari tidak boleh dilakukan secara gegabah.

Ia meminta agar Satpol PP dan Linmas menggali terlebih dahulu alasan di balik keberadaan anak-anak tersebut di luar rumah.

“Jangan langsung main angkut. Kita perlu tahu, apakah mereka keluar rumah karena keperluan mendesak, aktivitas positif, atau memang perilaku menyimpang. Pendekatannya harus berbasis pemahaman, bukan penindakan semata,” tegas Johari yang akrab disapa Bang Jo.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Kunci Optimalisasi Aset Daerah

Ia mengingatkan agar tindakan aparat tidak menimbulkan kesan represif yang bisa berdampak psikologis pada anak.

“Jangan sampai mereka merasa diperlakukan layaknya pelaku kriminal. Itu bisa memicu trauma jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bang Jo mendorong agar Pemkot melakukan klasifikasi terhadap anak-anak yang terjaring razia. Mereka yang tidak termasuk kategori Anak dengan Perilaku Sosial Menyimpang (ADPSM), menurutnya, sebaiknya dikembalikan ke orang tua untuk dibina dalam lingkungan keluarga.

“Sementara yang tergolong ADPSM perlu dibina secara serius di ‘Rumah Perubahan’ ,sebuah tempat yang difokuskan pada pembentukan karakter dan penyaluran bakat,” jelasnya.

Ia mencontohkan, banyak anak punk yang memiliki potensi besar di bidang seni dan musik.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Sindir Proyek Drainase Molor, Banjir Disebut Bukan Hanya Salah Warga

“Jangan dimatikan potensinya. Justru kita harus rangkul mereka, identifikasi bakatnya, dan arahkan dengan benar. Ini tugas lintas sektor, termasuk Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga,” tambah Bang Jo.

Komisi D, lanjut Johari, berkomitmen untuk terus mengawal implementasi kebijakan ini agar tetap menjunjung tinggi prinsip Kota Layak Anak.

“Monitoring dan evaluasi akan terus kami lakukan. Kebijakan jam malam harus benar-benar memberi manfaat tanpa melukai mental anak. Ini komitmen kami di Komisi D,” pungkasnya. HUM/GIT 

TAGGED: #Komisi D DPRD Surabaya, #Kota Layak Anak, #PKS, #Satpol PP, Anak dengan Perilaku Sosial Menyimpang, dan Olahraga, Dinas Kebudayaan, DPRD SURABAYA, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Jam Malam Anak, Johari Mustawan, Pembinaan Berbasis Bakat, Pemuda
Redaktur Sabtu, 12 Jul 2025 Sabtu, 12 Jul 2025
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi prihatin dengan kejadian perundungan pada anak berujung kematian.
Perundungan Bocah Difabel Berujung Kematian, Eri Cahyadi Sentil Orang Tua: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban
Senin, 19 Okt 2026
Kapolrestabes Surabaya memberikan keterangan terkait kasus dugaan bullying yang menyebabkan anak penyandang Down Syndrome meninggal
Bocah Down Syndrome di Surabaya Meninggal Diduga Dibully, Polisi Tetapkan Satu Anak Berstatus ABH
Senin, 19 Okt 2026
Mourin Chienci Lintong, pengelola Arisan Meow buka suara pasca pelaporan para korban arisan.
Arisan Meow Ambruk, Mourin Klaim Rugi Rp4,8 Miliar: 33 Member Disebut Tunggak, Isu Dana ke Spa
Minggu, 18 Okt 2026
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai
DPRD Surabaya Desak Perang Narkoba Tak Berhenti di Penggerebekan, RT/RW Diminta Ikut Bergerak
Sabtu, 17 Okt 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

Aksara Jawa Terancam Dilupakan, Paguyuban Dorong Masuk Kurikulum Sekolah

Tiba di Indonesia, Penumpang Asing Bisa Akses Tiket Whoosh dari All Indonesia

Baru Pertengahan Oktober, PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun! Target 2026 Terlampaui, 5.310 WNA Dideportasi

17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perketat Pengawasan Digital

Arisan Meow Ambruk, Mourin Klaim Rugi Rp4,8 Miliar: 33 Member Disebut Tunggak, Isu Dana ke Spa

Berita Menarik Lainnya:

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi prihatin dengan kejadian perundungan pada anak berujung kematian.

Perundungan Bocah Difabel Berujung Kematian, Eri Cahyadi Sentil Orang Tua: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban

Senin, 19 Okt 2026
Kapolrestabes Surabaya memberikan keterangan terkait kasus dugaan bullying yang menyebabkan anak penyandang Down Syndrome meninggal

Bocah Down Syndrome di Surabaya Meninggal Diduga Dibully, Polisi Tetapkan Satu Anak Berstatus ABH

Senin, 19 Okt 2026
Mourin Chienci Lintong, pengelola Arisan Meow buka suara pasca pelaporan para korban arisan.

Arisan Meow Ambruk, Mourin Klaim Rugi Rp4,8 Miliar: 33 Member Disebut Tunggak, Isu Dana ke Spa

Minggu, 18 Okt 2026
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai

DPRD Surabaya Desak Perang Narkoba Tak Berhenti di Penggerebekan, RT/RW Diminta Ikut Bergerak

Sabtu, 17 Okt 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?