By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Rencana Jam Malam Anak, DPRD Surabaya Minta Pemkot Libatkan Publik
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Pemerintahan

Rencana Jam Malam Anak, DPRD Surabaya Minta Pemkot Libatkan Publik

By Redaktur Jumat, 20 Jun 2025
Share
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Abdul Ghoni Muklas Ni’am
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Abdul Ghoni Muklas Ni’am.

SURABAYA, Slentingan.com – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Abdul Ghoni Muklas Ni’am, meminta agar kebijakan aturan jam malam bagi anak-anak, tidak diterapkan secara sepihak tanpa melibatkan partisipasi publik.

Pernyataan politisi PDI Perjuangan Surabaya ini menyusul rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menerapkan aturan jam malam bagi anak-anak-anak khususnya di Kota Surabaya.

Saat ini, Pemkot Surabaya tengah memfinalisasi Surat Edaran (SE) yang bertujuan membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah pada malam hari.

Dalam draf aturan yang beredar, anak-anak di bawah umur tidak diperbolehkan berada di luar rumah setelah pukul 21.00 atau 22.00 WIB, kecuali untuk kepentingan mendesak atau kegiatan belajar yang bisa dibuktikan secara sah.

Baca Juga:  Pimpinan DPRD Surabaya Ajak Masyarakat Bersatu Doakan Kemerdekaan Palestina

Ghoni menilai pendekatan yang diambil oleh Pemkot masih belum sepenuhnya mempertimbangkan realitas sosial dan hak-hak anak. Ia menegaskan bahwa aturan ini berpotensi menimbulkan resistensi jika tidak disosialisasikan secara menyeluruh dan inklusif.

“Jam malam anak bisa menjadi solusi untuk menekan kenakalan remaja, tetapi jika diterapkan tanpa partisipasi masyarakat, justru membuka ruang resistensi dan berisiko melanggar hak anak,” ujar Ghoni, Jumat, 20 Juni 2025.

Lebih jauh, Ghoni meminta agar Pemkot membuka ruang dialog seluas-luasnya sebelum kebijakan diberlakukan. Ia mendorong agar perumusan aturan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tokoh masyarakat, psikolog anak, akademisi, hingga orang tua.

Menurutnya, pendekatan yang hanya mengandalkan aspek hukum administratif tidak akan menyelesaikan akar persoalan yang melatarbelakangi aktivitas malam anak-anak.

Baca Juga:  Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman, DPRD Surabaya: Jangan Tunggu Warga Jatuh Sakit, Temukan dan Laporkan!

“Jangan sampai anak yang sekadar nongkrong di warung kopi karena mengerjakan tugas kelompok malah distigmatisasi sebagai anak nakal dan terjaring razia. Negara harus hadir dengan pendekatan perlindungan dan pendidikan, bukan sekadar razia,” tegas Ghoni.

Komisi D DPRD Surabaya juga menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap implementasi kebijakan ini jika benar-benar diterapkan. Ghoni menyarankan agar mekanisme pelaporan, pengawasan, serta pendampingan sosial terhadap anak-anak yang terjaring harus tertuang secara eksplisit dalam dokumen resmi.

“Kami tidak ingin surat edaran ini justru menciptakan jarak dan ketakutan antara anak-anak dengan aparat. Harus ada ruang perbaikan yang terus-menerus agar kebijakan ini tetap humanis dan efektif,” tambahnya.

Hingga kini, Pemkot Surabaya masih terus menyempurnakan rancangan aturan tersebut. Ghoni memastikan DPRD akan terus mengawal proses penyusunannya agar tidak bertentangan dengan prinsip perlindungan anak dan hak asasi manusia.

Baca Juga:  DPRD Surabaya dan Pemkot Komitmen Perubahan APBD 2024 Demi Kesejahteraan Warga

“Kami di DPRD akan mengawal agar kebijakan ini tidak hanya tegas, tapi juga adil dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak-anak,” pungkasnya. HUM/GIT

TAGGED: #PDIP Surabaya, Abdul Ghoni Muklas Ni’am, DPRD SURABAYA, Jam Malam Anak
Redaktur Jumat, 20 Jun 2025 Jumat, 20 Jun 2025
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi prihatin dengan kejadian perundungan pada anak berujung kematian.
Perundungan Bocah Difabel Berujung Kematian, Eri Cahyadi Sentil Orang Tua: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban
Senin, 19 Okt 2026
Kapolrestabes Surabaya memberikan keterangan terkait kasus dugaan bullying yang menyebabkan anak penyandang Down Syndrome meninggal
Bocah Down Syndrome di Surabaya Meninggal Diduga Dibully, Polisi Tetapkan Satu Anak Berstatus ABH
Senin, 19 Okt 2026
Mourin Chienci Lintong, pengelola Arisan Meow buka suara pasca pelaporan para korban arisan.
Arisan Meow Ambruk, Mourin Klaim Rugi Rp4,8 Miliar: 33 Member Disebut Tunggak, Isu Dana ke Spa
Minggu, 18 Okt 2026
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai
DPRD Surabaya Desak Perang Narkoba Tak Berhenti di Penggerebekan, RT/RW Diminta Ikut Bergerak
Sabtu, 17 Okt 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

Aksara Jawa Terancam Dilupakan, Paguyuban Dorong Masuk Kurikulum Sekolah

Tiba di Indonesia, Penumpang Asing Bisa Akses Tiket Whoosh dari All Indonesia

Baru Pertengahan Oktober, PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun! Target 2026 Terlampaui, 5.310 WNA Dideportasi

17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perketat Pengawasan Digital

Arisan Meow Ambruk, Mourin Klaim Rugi Rp4,8 Miliar: 33 Member Disebut Tunggak, Isu Dana ke Spa

Berita Menarik Lainnya:

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi prihatin dengan kejadian perundungan pada anak berujung kematian.

Perundungan Bocah Difabel Berujung Kematian, Eri Cahyadi Sentil Orang Tua: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban

Senin, 19 Okt 2026
Kapolrestabes Surabaya memberikan keterangan terkait kasus dugaan bullying yang menyebabkan anak penyandang Down Syndrome meninggal

Bocah Down Syndrome di Surabaya Meninggal Diduga Dibully, Polisi Tetapkan Satu Anak Berstatus ABH

Senin, 19 Okt 2026
Mourin Chienci Lintong, pengelola Arisan Meow buka suara pasca pelaporan para korban arisan.

Arisan Meow Ambruk, Mourin Klaim Rugi Rp4,8 Miliar: 33 Member Disebut Tunggak, Isu Dana ke Spa

Minggu, 18 Okt 2026
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai

DPRD Surabaya Desak Perang Narkoba Tak Berhenti di Penggerebekan, RT/RW Diminta Ikut Bergerak

Sabtu, 17 Okt 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?