By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: RPH Dibangun di Lahan Bekas TPA, DPRD Surabaya Pastikan Tak Ada Masalah Baru
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Headlines

RPH Dibangun di Lahan Bekas TPA, DPRD Surabaya Pastikan Tak Ada Masalah Baru

Cemas Tanah Ambles dan Harga Daging Meroket

By Admin Selasa, 5 Agu 2025
Share
Anggota DPRD Surabaya pun langsung gercep dengan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan
Anggota DPRD Surabaya pun langsung gercep dengan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan.

SURABAYA, Slentingan.com – Pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) baru di Tambak Osowilangun, Kecamatan Benowo, Surabaya, semakin menarik perhatian masyarakat Surabaya dan wakil rakyat.

Sebab, lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas modern ini ternyata berada di atas tanah bekas Tempat Pembuangan Sampah (TPA). Tak hanya itu, kondisi tanah gambut yang rentan amblas turut menambah kekhawatiran.

Anggota DPRD Surabaya pun langsung gercep dengan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan pada Selasa, 5 Agustus 2025, untuk memastikan apakah proyek ambisius ini benar-benar siap digunakan tanpa menambah beban masyarakat.

Didampingi Direktur Utama PD RPH Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, anggota Komisi B DPRD Surabaya meninjau langsung progres pembangunan RPH yang dijanjikan lebih modern dan efisien.

Mulai dari area penurunan sapi (unloading), jalur penggiringan, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL), semuanya jadi perhatian serius.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, M Machmud, mengapresiasi kemajuan yang tampak di lokasi.

Baca Juga:  Peduli Pengelolaan Sampah, Pimpinan DPRD Surabaya Minta Praktik Pungli Dihapus

“Secara visual, ini jauh lebih baik daripada yang lama. Sistem pemotongannya sudah sangat terorganisir, dari sapi masuk, dipotong, hingga distribusinya. Tetapi, lokasi yang jauh di pinggiran kota bisa jadi masalah besar,” kata Machmud di lokasi.

RPH baru ini diperkirakan dapat menampung sekitar 200 hingga 300 ekor sapi per hari, tetapi Machmud khawatir biaya transportasi akan melonjak karena jaraknya yang jauh dari pusat kota.

“Jangan sampai ongkos transportasi yang naik membuat harga daging ikut meroket. Kita harus hati-hati dengan efek domino ini,” tambahnya.

Namun, hal yang lebih mencemaskan muncul dari ketahanan tanah di lokasi tersebut. Machmud menyoroti potensi tanah amblas, mengingat lokasi RPH berada di lahan bekas TPA yang penuh dengan tanah gambut.

“Kalau tanahnya ambles, jangan kaget kalau bangunan jadi retak. Keretakan yang sudah terlihat di beberapa titik bisa jadi tanda pertama dari masalah yang lebih besar,” terangnya dengan tegas.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Dorong Evaluasi Pajak Kendaraan agar Lebih Adil dan Rasional

Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mohammad Faridz Afif, mengungkapkan bahwa progres pembangunan RPH ini sudah mencapai 80 persen, namun ada beberapa catatan penting yang harus segera ditangani. Salah satunya adalah kebutuhan mendesak untuk menambah kandang.

“Sapi yang baru datang harus diberi waktu istirahat minimal 10 jam. Jadi, kita butuh lebih banyak kandang untuk mengurangi stres mereka,” ungkap Afif.

Tak hanya itu, Afif juga menyuarakan keberatannya terkait pemilihan lokasi yang dipandang berisiko tinggi.

“Pilihannya aneh, kenapa harus di atas tanah bekas TPA? Ini bisa menambah risiko kerusakan, apalagi tanahnya mudah turun. Saya khawatir kalau tanah ini terus bergerak, bangunan bisa jadi korban,” ujar Afif dengan nada serius.

Fajar Arifianto Isnugroho, Direktur Utama RPH Surabaya, merespon masukan Dewan dengan cukup terbuka.

Baca Juga:  Pemkot Punya PR Besar Atasi Persoalan Banjir di Kota Pahlawan, Ini Kata DPRD Surabaya

“Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Memang masih ada beberapa kekurangan, seperti handrail yang belum terpasang, finishing bangunan yang belum selesai, dan jumlah kandang yang perlu ditambah,” jelas Fajar.

Selain itu, Fajar juga mengungkapkan bahwa pemindahan operasional dari RPH Pegirian ke Tambak Osowilangun akan dilakukan secara bertahap.

“Lokasi baru yang jauh dari pasar tradisional tentu akan menambah tantangan dalam distribusi. Belum lagi, para jagal mungkin keberatan karena jarak yang jauh. Kami perlu waktu untuk beradaptasi,” tambahnya.

Dengan segala kekhawatiran yang muncul, mulai dari potensi kenaikan harga daging hingga kerusakan bangunan akibat tanah yang tidak stabil, RPH Tambak Osowilangun kini menjadi sorotan.

Proyek ambisius ini tampaknya menghadapi ujian berat sebelum dapat beroperasi penuh. Apakah Surabaya siap menghadapi risiko yang datang bersama pembangunan RPH modern ini. HUM/BOY 

TAGGED: #Komisi B DPRD Surabaya, DPRD SURABAYA, Fajar Arifianto Isnugroho, Instalasi Pengolahan Air Limbah, M Machmud, RPH Tambak Osowilangun, Rumah Potong Hewan
Admin Selasa, 5 Agu 2025 Selasa, 5 Agu 2025
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Wakil Wali Kota Surabaya, Ir Armuji, MH
Mediasi Armuji dan Madas Sedarah Dipelintir, Ini Fakta-fakta Asli Surat Perjanjian Kesepakatan Damai
Kamis, 8 Jan 2026
Wakil Walikota Surabaya, Armuji dan Ketua Umum Madas Sedarah, Muhammad Taufik sepakat berdamai disaksikan Rektor Unitomo Surabaya, Siti Marwiyah.
Damai Demi Kota Surabaya, Armuji Akui Khilaf, Madas Resmi Cabut Laporan
Rabu, 7 Jan 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa, didampingi anggota Komisi D DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto (dua dari kanan) bersama Kadis Pendidikan Jatim Aries Agung Pawai, anggota DPR RI Reni Astuti dan pihak SLB meresmikan SLB-B Karya Mulia.
SLB Negeri Pertama Berdiri di Surabaya, Herlina: Negara Akhirnya Hadir untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Selasa, 6 Jan 2026
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, memaparkan capaian kinerja Tahun 2025.
Imigrasi Surabaya Tancap Gas Sepanjang 2025: Serapan Anggaran, Layanan dan Pengawasan Tembus Target
Rabu, 31 Des 2025
Ad imageAd image

NASIONAL

DARI KIRI: Cucun Ahmad, Sufmi Dasco Ahmad, Adies Kadir, Puan Maharani, dan Saan Mustofa.

Adies Kadir Dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan Unissula

Sabtu, 29 Nov 2025
Devi Mahardianingtyas, PPNASN Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, mendapatkan ucapan selamat dari Sekjen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Asep Kurnia.

Berkarya Tanpa Batas: Devi, PPNASN Imigrasi Surabaya yang Hadapi Keterbatasan Fisik 

Kamis, 27 Nov 2025
Anggota DPR Adies Kadir saat mengikuti pembacaan hasil sidang etik oleh MKD.

Adies Kadir Kembali Aktif di DPR RI: “Saya Akan Terus Bekerja untuk Rakyat”

Kamis, 6 Nov 2025
Puluhan WNA bekerja di sebuab tempat hiburam malam di Penjaringan sebagai LC diamankan petugas imigrasi dalam sebuah operasi pengawasan keimigrasian.

Puluhan WNA China dan Vietnam Diduga Jadi LC, Digerebek Imigrasi di Tempat Hiburan Malam Jakut

Minggu, 19 Okt 2025

BERITA POPULER

Damai Demi Kota Surabaya, Armuji Akui Khilaf, Madas Resmi Cabut Laporan

Mediasi Armuji dan Madas Sedarah Dipelintir, Ini Fakta-fakta Asli Surat Perjanjian Kesepakatan Damai

SLB Negeri Pertama Berdiri di Surabaya, Herlina: Negara Akhirnya Hadir untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Berita Menarik Lainnya:

Wakil Wali Kota Surabaya, Ir Armuji, MH

Mediasi Armuji dan Madas Sedarah Dipelintir, Ini Fakta-fakta Asli Surat Perjanjian Kesepakatan Damai

Kamis, 8 Jan 2026
Wakil Walikota Surabaya, Armuji dan Ketua Umum Madas Sedarah, Muhammad Taufik sepakat berdamai disaksikan Rektor Unitomo Surabaya, Siti Marwiyah.

Damai Demi Kota Surabaya, Armuji Akui Khilaf, Madas Resmi Cabut Laporan

Rabu, 7 Jan 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa, didampingi anggota Komisi D DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto (dua dari kanan) bersama Kadis Pendidikan Jatim Aries Agung Pawai, anggota DPR RI Reni Astuti dan pihak SLB meresmikan SLB-B Karya Mulia.

SLB Negeri Pertama Berdiri di Surabaya, Herlina: Negara Akhirnya Hadir untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Selasa, 6 Jan 2026
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, memaparkan capaian kinerja Tahun 2025.

Imigrasi Surabaya Tancap Gas Sepanjang 2025: Serapan Anggaran, Layanan dan Pengawasan Tembus Target

Rabu, 31 Des 2025

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?