By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: DPRD Surabaya Desak Normalisasi Sungai Kalianak Dimusyawarahkan Ulang
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Pemerintahan

DPRD Surabaya Desak Normalisasi Sungai Kalianak Dimusyawarahkan Ulang

By Redaktur Jumat, 8 Agu 2025
Share
Anggota DPRD Surabaya, Zuhrotul Marah mendengarkan keluhan warga Kalianak menyangkut pelebaran sungai
Anggota DPRD Surabaya, Zuhrotul Marah mendengarkan keluhan warga Kalianak menyangkut pelebaran sungai

SURABAYA, Slentingan.com – Rencana normalisasi Sungai Kalianak di Kelurahan Morokrembangan memicu penolakan keras warga Tambak Asri. Ketegangan muncul setelah puluhan rumah di kawasan padat penduduk itu ditandai sebagai area terdampak pelebaran sungai hingga 18,6 meter.

Warga menilai proyek yang bertujuan mengatasi banjir tahunan tersebut akan mengorbankan seluruh bangunan mereka. Dari sekitar 350 rumah di Tambak Asri yang masuk tahap kedua, hampir semuanya terancam hilang.

“Warga mendukung normalisasi, tapi tidak dengan lebar 18,6 meter. Itu sama saja melenyapkan rumah mereka,” tegas anggota DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Marah, usai melakukan sidak, Jumat, 8 Agustus 2025.

Masalah kian pelik karena belum ada kejelasan ganti rugi atau solusi relokasi. Minimnya sosialisasi juga memicu kesalahpahaman. Surat dukungan yang sebelumnya ditandatangani para ketua RT/RW hanya berisi persetujuan program normalisasi, tanpa mencantumkan detail teknis soal lebar sungai.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Ingatkan RHU: Jangan Lepas Tangan Jika Pelanggan Mabuk Picu Kecelakaan

“Jadi kalau warga ditanya mendukung program, ya mereka dukung. Tapi soal lebarnya, tidak pernah dijelaskan,” jelas Camat Krembangan, Harun Ismail.

Situasi itu bahkan memicu gesekan antarwarga. Warga Asemrowo yang juga terdampak menilai warga Tambak Asri sebagai penyebab proyek berjalan dengan spesifikasi merugikan. Menengahi kondisi tersebut, Zuhrotul mendesak semua pihak kembali bermusyawarah.

“Yang dipersoalkan warga hanyalah lebarnya. Pembangunan jangan sampai menimbulkan keresahan. Mari duduk bersama mencari jalan tengah,” ujarnya.

Merespons desakan itu, Camat Harun akhirnya memutuskan menunda proses penandaan. “Baik, sesuai arahan Bu Zuhrotul, kita tunda dulu. Akan kami koordinasikan kembali untuk mencari solusi terbaik,” katanya.

Zuhrotul, politisi PAN, berharap penundaan ini membuka ruang dialog agar proyek normalisasi tetap berjalan tanpa harus mengorbankan tempat tinggal warga secara total. “Sebelum ada titik temu, sebaiknya dimusyawarahkan lagi,” pungkasnya. HUM/BOY 

Baca Juga:  DPRD Surabaya Desak Sanksi Tegas Perusakan Cagar Budaya
TAGGED: #Partai Amanat Nasional, DPRD SURABAYA, Harun Ismail, Kecamatan Krembangan, Kelurahan Morokrembangan, Normalisasi Sungai Kalianak, Pelebaran Sungai, Politisi PAN, Warga Tambak Asri, Zuhrotul Marah
Redaktur Sabtu, 16 Agu 2025 Jumat, 8 Agu 2025
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Paguyuban Aksara Jawa Nusantara mengunjungi Kantor Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur di Jalan Gebang Putih Nomor 10, Keputih, Sukolilo, Surabaya, Kamis (15/10/2026).
Aksara Jawa Terancam Dilupakan, Paguyuban Dorong Masuk Kurikulum Sekolah
Jumat, 16 Okt 2026
Tiba di Indonesia, Penumpang Asing Bisa Akses Tiket Whoosh dari All Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026
Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Imigrasi mencapai Rp 8,68 triliun atau 101,88 persen dari target pemerintah sepanjang 2026.
Baru Pertengahan Oktober, PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun! Target 2026 Terlampaui, 5.310 WNA Dideportasi
Rabu, 14 Okt 2026
Achmad Hidayat dan sejumlah kader PDI-P Surabaya menunjukkan KTA Partai Solidaritas Indonesia.
Usai Dipecat PDI-P, Achmad Hidayat Sebut Pengurus DPC Ikut Gabung PSI
Senin, 12 Okt 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

Arisan Meow Rugikan Korban Rp 3,5 Miliar, Mourin Dilaporkan ke Polda Jatim, Transfer Rp 2,725 Miliar Disorot

Festival Ludruk Surabaya 2026 Dorong Regenerasi Seniman dan Pelestarian Budaya

Usai Dipecat PDI-P, Achmad Hidayat Sebut Pengurus DPC Ikut Gabung PSI

Aksara Jawa Terancam Dilupakan, Paguyuban Dorong Masuk Kurikulum Sekolah

Baru Pertengahan Oktober, PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun! Target 2026 Terlampaui, 5.310 WNA Dideportasi

Berita Menarik Lainnya:

Paguyuban Aksara Jawa Nusantara mengunjungi Kantor Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur di Jalan Gebang Putih Nomor 10, Keputih, Sukolilo, Surabaya, Kamis (15/10/2026).

Aksara Jawa Terancam Dilupakan, Paguyuban Dorong Masuk Kurikulum Sekolah

Jumat, 16 Okt 2026

Tiba di Indonesia, Penumpang Asing Bisa Akses Tiket Whoosh dari All Indonesia

Jumat, 16 Okt 2026
Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Imigrasi mencapai Rp 8,68 triliun atau 101,88 persen dari target pemerintah sepanjang 2026.

Baru Pertengahan Oktober, PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun! Target 2026 Terlampaui, 5.310 WNA Dideportasi

Rabu, 14 Okt 2026
Achmad Hidayat dan sejumlah kader PDI-P Surabaya menunjukkan KTA Partai Solidaritas Indonesia.

Usai Dipecat PDI-P, Achmad Hidayat Sebut Pengurus DPC Ikut Gabung PSI

Senin, 12 Okt 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?