SURABAYA, Slentingan.com — Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas akses pendidikan hingga jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) mendapat dukungan dari DPRD Surabaya.
Program beasiswa yang menyasar sekitar 8.000 anak dari keluarga miskin dan pra-miskin dinilai sebagai langkah penting untuk memastikan tidak ada anak Surabaya tertinggal sejak awal pendidikan.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai, menegaskan bahwa pendidikan usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kesiapan belajar anak. Karena itu, menurutnya, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi alasan anak kehilangan kesempatan belajar sejak dini.
“Pendidikan usia dini itu sangat krusial. Di fase inilah karakter, kemampuan sosial, dan kesiapan belajar anak dibentuk. Kalau tujuannya membantu keluarga kurang mampu agar anaknya tetap bisa sekolah, tentu kami mendukung penuh,” ujar Bahtiyar.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Surabaya, program ini akan memberikan bantuan biaya operasional sebesar Rp50.000 per bulan untuk setiap siswa PAUD dan TK. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga miskin dan pra-miskin yang selama ini kesulitan membayar iuran pendidikan di tingkat awal.
Pemkot Surabaya saat ini masih berada pada tahap penting, yakni verifikasi dan konsolidasi data calon penerima. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih data penerima.
Bahtiyar mengakui, di banyak kawasan permukiman warga, masih ada orang tua yang memilih tidak menyekolahkan anaknya ke PAUD karena terbentur biaya bulanan. Padahal, pendidikan usia dini menjadi bekal penting agar anak tidak mengalami kesenjangan saat memasuki sekolah dasar.
“Dengan adanya bantuan ini, kita berharap tidak ada lagi anak Surabaya yang tertinggal pendidikan sejak dini hanya karena faktor ekonomi. Ini wujud kehadiran negara dalam mencerdaskan warganya,” tegas politikus Partai Gerindra tersebut.
Program beasiswa PAUD–TK ini akan melengkapi berbagai program bantuan pendidikan yang sudah berjalan di Surabaya. Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah menggulirkan beasiswa Pemuda Tangguh bagi pelajar SMA/SMK sederajat serta beasiswa pendidikan tinggi bagi ribuan mahasiswa.
DPRD berharap proses validasi data segera rampung agar program tersebut bisa segera direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Yang paling penting adalah akurasi data. Kalau tepat sasaran, program ini bisa menjadi langkah besar untuk memperkuat fondasi pendidikan di Surabaya,” pungkas Bahtiyar. HUM/BAD
