SURABAYA, Slentingan.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan pentingnya menghidupkan kembali akhlak dan keteladanan Sunan Ampel di tengah tantangan moral masyarakat saat ini.
Seruan itu disampaikan saat menghadiri Haul Agung ke-549 Sunan Ampel di kawasan Makam Sunan Ampel, Surabaya, Jumat, 6 Februari 2026 malam.
Di hadapan ratusan jemaah, Khofifah menegaskan bahwa peringatan haul bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum refleksi untuk menata kembali perilaku sosial dan kepemimpinan agar selaras dengan nilai-nilai luhur para wali.
“Bersyukurlah karena Allah menurunkan lima dari sembilan Wali Songo di Jawa Timur. Melalui mereka, kita diajarkan dzikir, shalawat, dan yang paling utama: membangun akhlak yang santun dan beradab,” ujar Khofifah.
Ia secara khusus menyoroti ajaran Moh Limo yang diwariskan Sunan Ampel—menjauhi judi, minuman keras, pencurian, narkoba, dan zina—sebagai prinsip moral yang relevan lintas zaman dan semakin mendesak diterapkan di era modern.
“Moh Limo bukan sekadar ajaran masa lalu. Itu fondasi karakter masyarakat. Kalau nilai-nilai ini ditinggalkan, maka yang runtuh bukan hanya moral, tapi juga tatanan sosial,” tegasnya.
Khofifah menilai, teladan Sunan Ampel harus menjadi cermin bagi semua pihak, mulai dari pemimpin, aparatur negara, hingga masyarakat luas, agar kehidupan berbangsa tidak tercerabut dari akar spiritual dan etika.
“Haul ini harus menjadi muhasabah bersama. Mudah-mudahan langkah, pikiran, dan hati kita selalu seiring dengan teladan Sunan Ampel,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memanjatkan doa agar seluruh peziarah serta masyarakat Jawa Timur dan Indonesia senantiasa dilimpahi keberkahan, ilmu yang bermanfaat, serta keharmonisan dalam keluarga dan kehidupan sosial.
Haul Agung ke-549 Sunan Ampel turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifatul Choiri Fauzi, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indri Yani, para nyai dan dzurriyah Sunan Ampel, serta ratusan peziarah dari berbagai daerah di Jawa Timur. HUM/BOY
