SURABAYA, Slentingan.com — Keberadaan truk pengangkut sampah yang tetap beroperasi meski dalam kondisi tak layak jalan memicu sorotan keras dari DPRD Kota Surabaya.
Armada yang keropos, kusam, dan tidak terawat itu dinilai bukan hanya merusak wajah kota, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menegaskan persoalan armada sampah sebenarnya sudah pernah dibahas bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya dalam forum resmi.
Dalam rapat tersebut terungkap bahwa armada pengangkut sampah terdiri dari kendaraan milik Pemkot Surabaya dan kendaraan hasil kerja sama sewa dengan pihak swasta.
Menurut Fathoni, apa pun status kepemilikannya, faktor kelayakan kendaraan harus menjadi prioritas utama. Ia menilai tidak boleh ada toleransi terhadap armada yang tidak memenuhi standar keselamatan.
“Apapun statusnya, baik aset pemerintah maupun kendaraan sewa, yang utama adalah kelayakan kendaraan. Jangan sampai armada yang tidak aman tetap dipaksakan beroperasi di jalan,” tegasnya.
Politikus Partai Golkar itu juga menyoroti adanya kejanggalan dalam penegakan aturan di lapangan. Di satu sisi, Dinas Perhubungan Surabaya gencar melakukan razia terhadap truk angkutan barang yang tidak memenuhi standar kelayakan jalan.
Namun di sisi lain, truk pengangkut sampah yang bekerja untuk kepentingan pemerintah justru kerap terlihat melintas dengan kondisi memprihatinkan.
“Percuma Dishub merazia truk angkutan lain jika armada yang digunakan untuk pelayanan publik justru dibiarkan tidak layak jalan. Ini menyangkut etalase wajah pemerintah kota di hadapan warganya,” ujarnya.
Fathoni pun mendesak DLH segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap armada pengangkut sampah. Ia menyarankan agar DLH hanya mengoperasikan kendaraan yang benar-benar layak, baik melalui pengadaan baru maupun penyewaan armada yang memenuhi standar operasional.
“Kalau memang belum mampu melakukan pengadaan, setidaknya menyewa truk yang layak. Yang penting pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan,” katanya.
Selain pembenahan armada, Fathoni juga menyoroti fasilitas pendukung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.
Ia meminta DLH menyediakan fasilitas pencuci atau penyiram roda bagi setiap truk yang keluar dari area TPA agar sisa lumpur dan kotoran tidak terbawa ke jalan kota.
“Di TPA Benowo perlu ada fasilitas sterilisasi ban. Jadi ketika truk keluar, kondisinya sudah bersih dan tidak mencemari jalanan Surabaya,” jelasnya.
Fathoni berharap video truk sampah tak layak jalan yang sempat viral di media sosial baru-baru ini menjadi peringatan terakhir. Ia memberi sinyal kuat agar DLH segera melakukan pembenahan total terhadap armada pengangkut sampah.
“Kami berharap setelah Lebaran tidak ada lagi truk pengangkut sampah yang tidak layak fungsi beroperasi di jalan kota. DLH harus tegas demi kenyamanan dan keselamatan warga Surabaya,” pungkasnya. HUM/BOY
