SURABAYA, Slentingan.com – Sebanyak 711 juru parkir (jukir) kini sudah masuk ke sistem parkir digital, lonjakan dari sebelumnya 616 orang. Lanhkah ini dilakukan untuk tancap gas membereskan carut-marut parkir tepi jalan.
Pelaksana Tugas Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menegaskan perluasan ini bukan sekadar angka, tapi sinyal kuat parkir manual perlahan akan ditinggalkan.
Sejumlah ruas baru ikut disapu digitalisasi, mulai dari Ngagel Jaya, Ngagel Jaya Barat, Ngagel Jaya Tengah, Pucang Anom Permai Wonokromo, Raya Darmo Satelit, hingga Kupang Baru.
“Tambahan 95 jukir ini diharapkan bikin parkir lebih transparan, tertib, dan tanpa drama uang tunai,” tegas Trio, Jumat (24/4/2026).
Dari total 1.749 jukir, sekitar 1.300 sudah tervalidasi, namun yang benar-benar aktif di sistem digital baru 711 orang. Dishub tak mau setengah jalan, targetnya dalam waktu dekat tembus 800 jukir digital aktif.
Langkah percepatan pun disiapkan. Jukir yang siap berubah langsung difasilitasi pembukaan rekening dan aktivasi ATM melalui Bank Jatim. Sebaliknya, yang menolak? Siap-siap ditertibkan, mulai dari evaluasi hingga pencabutan KTA.
“Ini kebutuhan warga. Sistem non-tunai bukan lagi pilihan, tapi keharusan untuk transparansi dan akuntabilitas,” tandasnya.
Pemkot Surabaya juga menyiapkan tiga skema pembayaran: QRIS, e-money, dan voucher parkir. Distribusi voucher sudah mulai masuk jaringan ritel modern, sekaligus bisa dibeli daring dan diambil di kantor Dishub.
Dengan langkah ini, Pemkot mengirim pesan jelas: era parkir tunai makin sempit, yang tak ikut berubah, bakal tersingkir. HUM/BOY
