SURABAYA, Slentingan.com – Nuansa hangat dan edukatif terasa kuat saat Pemerintah Kota Surabaya bersama Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, turun langsung ke Pos PAUD Terpadu (PPT) untuk menanamkan nilai karakter kepada anak sejak dini melalui dongeng.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat tetap hidup dan relevan, terutama dalam dunia pendidikan anak. Kartini masa kini tidak hanya berbicara tentang emansipasi perempuan, tetapi juga peran nyata perempuan dalam membentuk generasi masa depan.
Dalam kunjungannya, Bunda Rini menyapa anak-anak di PPT Bougenville dan PPT Flamboyan. Kehadirannya langsung mencairkan suasana. Anak-anak tampak antusias, larut dalam cerita, sekaligus aktif berinteraksi saat diajak berdialog ringan.
Mengusung dongeng bertema “7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia Hebat + 2”, Bunda Rini menekankan bahwa metode bercerita bukan sekadar hiburan, melainkan cara efektif untuk menanamkan nilai kehidupan yang mudah dipahami anak usia dini.
“Melalui cerita, anak-anak lebih mudah menyerap nilai. Ada interaksi, ada kedekatan emosional. Kebiasaan baik seperti bangun pagi, beribadah, hingga gemar belajar bisa ditanamkan sejak sekarang,” ujarnya.
Menariknya, konsep tersebut diperkaya dengan nilai khas Surabaya, yakni “Gotong Royong” dan “Wani”. Nilai “Wani” mendorong anak berani tampil dan berpendapat, sedangkan “Gotong Royong” menanamkan kepedulian sosial sejak dini.
Tak hanya anak-anak, perhatian juga diberikan kepada para guru PAUD. Bunda Rini mengaku kagum dengan kesabaran para pendidik dalam mendampingi anak-anak yang penuh dinamika.
“Baru beberapa menit saja sudah terasa menantang, tapi para Bunda PAUD luar biasa sabar. Ini dedikasi yang patut diapresiasi setinggi-tingginya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti capaian positif di sejumlah wilayah, seperti Kelurahan Wonokromo dan Wiyung, di mana angka anak usia 5–6 tahun yang belum bersekolah telah mencapai nol persen.
“Semua anak usia 5 sampai 6 tahun sudah terfasilitasi pendidikan. Harapannya, ke depan tidak ada lagi anak di Surabaya yang tertinggal dari bangku sekolah,” tegasnya.
Momentum Kartini ini pun menjadi ajakan bagi para perempuan, khususnya para ibu, untuk terus aktif dalam pendidikan anak. Menurutnya, pembiasaan sederhana seperti antre, merapikan barang, hingga menjaga kebersihan adalah fondasi penting bagi masa depan.
“Hasilnya mungkin tidak terlihat sekarang. Tapi 10 sampai 15 tahun ke depan, kita akan melihat generasi kuat yang dibentuk dari kebiasaan baik sejak dini,” pungkasnya. HUM/BOY
