By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Ketua DPRD Surabaya: Musrenbang Harus Akhiri Pembangunan Tambal Sulam
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Politik

Ketua DPRD Surabaya: Musrenbang Harus Akhiri Pembangunan Tambal Sulam

By Admin Selasa, 16 Jun 2026
Share
Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri,
Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, dari politisi PDI Perjuangan.

SURABAYA, Slentingan.com — Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, mengingatkan agar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tidak lagi berhenti sebagai rutinitas tahunan yang sekadar menampung daftar usulan warga.

Contents
Banjir Tak Bisa Diselesaikan Per TitikPembangunan Harus Hadirkan KeadilanMengembalikan Roh “Membangun Kota dari Kampung”

Menurutnya, Musrenbang harus menjadi ruang strategis untuk merancang solusi jangka panjang atas berbagai persoalan kota yang selama ini terus berulang.

Pria yang akrab disapa Kaji Ipuk itu menegaskan, Surabaya membutuhkan perencanaan yang mampu menyelesaikan masalah hingga ke akar-akarnya, bukan sekadar pendekatan tambal sulam yang hanya mengatasi gejala di permukaan.

“Jangan sampai setiap tahun anggaran besar digelontorkan, tetapi persoalan yang sama terus muncul. Kalau yang diselesaikan hanya gejalanya, sementara akar masalahnya tidak disentuh, maka pembangunan akan berjalan di tempat,” tegasnya.

Politikus PDI Perjuangan tersebut menilai besarnya APBD harus diimbangi dengan kualitas perencanaan yang matang. Setiap program pembangunan harus lahir dari kajian komprehensif, berbasis data, serta memiliki arah yang jelas dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Puluhan Baliho Disebar di Surabaya, Billy: Saya Nggak Nyaleg, Ingin Partisipasi HUT Kota Surabaya

Menurutnya, kegagalan memetakan persoalan secara menyeluruh berpotensi melahirkan proyek-proyek yang berulang, menyedot anggaran, namun tidak menghasilkan penyelesaian yang tuntas.

“Pembangunan tidak boleh hanya mengejar output fisik. Yang jauh lebih penting adalah apakah persoalan masyarakat benar-benar selesai atau tidak,” ujarnya.

Banjir Tak Bisa Diselesaikan Per Titik

Sebagai contoh, Kaji Ipuk menyoroti persoalan banjir yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan utama Surabaya. Ia mengapresiasi langkah Pemkot yang berhasil mengurangi sejumlah titik genangan melalui pembangunan drainase dan normalisasi saluran.

Namun menurutnya, persoalan banjir tidak akan pernah benar-benar selesai jika penanganannya dilakukan secara parsial.

Surabaya, kata dia, membutuhkan masterplan drainase yang utuh dan terintegrasi, mulai dari tingkat kampung, kelurahan, kecamatan hingga skala kota.

Pemerintah harus memiliki peta yang jelas mengenai pola aliran air, titik hambatan, kapasitas saluran, hingga lokasi pembuangan akhir. Tanpa itu, pembangunan saluran di satu kawasan berpotensi hanya memindahkan persoalan ke wilayah lain.

Baca Juga:  PDIP Simokerto Berbagi Takjil Bareng Wong Cilik 

“Kalau bicara banjir, harus ada roadmap yang jelas. Air datang dari mana, tersumbat di mana, dan mengalir ke mana. Jangan sampai kita menyelesaikan banjir di satu tempat, tetapi justru menciptakan masalah baru di wilayah lain,” katanya.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menunda penyelesaian masalah secara menyeluruh. Jika pembangunan fisik belum bisa dilakukan sekaligus, setidaknya pemerintah harus terlebih dahulu menyiapkan blueprint dan tahapan penyelesaiannya.

“Kalau anggaran belum cukup, minimal kajiannya sudah ada dan arah penyelesaiannya sudah jelas. Tahun berikutnya tinggal melanjutkan tahapan yang sudah dirancang, bukan memulai dari nol lagi,” ujarnya.

Pembangunan Harus Hadirkan Keadilan

Selain persoalan infrastruktur, Kaji Ipuk juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan. Ia mengingatkan agar pembangunan tidak hanya berfokus mempercantik kawasan tertentu, sementara wilayah pinggiran masih berjuang mendapatkan fasilitas dasar yang layak.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota tidak boleh hanya tercermin dari wajah pusat kota yang semakin modern, tetapi juga dari kualitas hidup warga di kampung-kampung dan kawasan permukiman.

Baca Juga:  Hadiri Peringatan HUT PDIP Ke-52, Wakil Walikota Armuji Ajak Warga Guyub Rukun

“Pembangunan harus menghadirkan rasa keadilan. Jangan sampai ada wilayah yang terus dipercantik, sementara wilayah lain masih tertinggal dalam akses fasilitas dasar,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa fasilitas publik yang ramah bagi pejalan kaki, lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas harus menjadi bagian dari standar pembangunan yang merata di seluruh wilayah Surabaya.

Mengembalikan Roh “Membangun Kota dari Kampung”

Di akhir pernyataannya, Kaji Ipuk mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengembalikan roh utama pembangunan Surabaya, yakni “Membangun Kota dari Kampung.”

Menurutnya, hampir seluruh persoalan perkotaan bermula dari lingkungan terkecil. Karena itu, perencanaan yang baik harus dimulai dari pemetaan kebutuhan riil di tingkat RT dan RW, kemudian dirangkai menjadi kebijakan kota yang terukur dan berkelanjutan.

“Musrenbang harus menjadi instrumen untuk merancang masa depan kota, bukan sekadar menyusun daftar pekerjaan tahunan. Ketika perencanaan dilakukan dengan benar, pembangunan tidak lagi menambal masalah, tetapi benar-benar menyelesaikannya,” pungkasnya. HUM/BOY

TAGGED: #Musrenbang, #PDI Perjuangan, Kaji Ipuk, Ketua DPRD Surabaya, Pembangunan Tambal Sulam, Syaifuddin Zuhri
Admin Selasa, 16 Jun 2026 Selasa, 16 Jun 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid itu ternyata telah meninggalkan struktur kepengurusan DPP Partai Golkar sejak lebih dari enam bulan lalu,
Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar Sejak Enam Bulan Lalu, Status Kader Tetap Melekat
Minggu, 20 Sep 2026
Teks Foto: Dari kiri ke kanan Prof. Dr. apt. Tristiana Erawati Munandar, M.Si. - Ketua PUI-PT Kesehatan Kulit dan Teknologi Kosmetik (PUI-PT SCT) UNAIR, ditengah ada Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin. selaku Rektor UNAIR, serta Prof. apt. Dewi Melani Hariyadi, M.Phil., Ph.D. - Dekan FF UNAIR.
13 Tahun Tak Berhenti di Laboratorium, Riset Farmasi UNAIR Menjelma Empat Kosmetik Berizin BPOM
Minggu, 20 Sep 2026
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang Wawas Setiawan, S.SiT., M.M. (dua dari kiri) menyaksikan penyerahan sertifikat.
Kantah Jombang Tegaskan Legalitas Fasum, Kakantah Wawas Dorong Tertib Aset Perumahan
Minggu, 20 Sep 2026
Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN, Lampri
Komisi Pemberantasan Korupsi Sasar Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, Jejak Aliran Uang HGB Diburu
Sabtu, 19 Sep 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo

KPK Telusuri Dugaan Setoran Jabatan di ATR/BPN, Tiga Ruang Dirjen Digeledah

Jumat, 18 Sep 2026
Fahd A Rafiq dan Kakantah Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung (kanan) ketika digelandang petugas KPK.

Nama Nusron Wahid Terseret, 20 Koper Uang Ratusan Miliar Gegerkan OTT KPK

Rabu, 16 Sep 2026

Dari Diklatda ke Panggung Internasional, Dua Kader AMPG Jatim Ikuti Konsolidasi dengan Pemuda UMNO Malaysia

Minggu, 13 Sep 2026
Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia dikawal petugas usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang.

Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Bantah Terima Uang, Tapi Akui Utang Rp11,5 Miliar untuk Pilkada

Minggu, 13 Sep 2026

BERITA POPULER

Kakanwil Ditjenim Kepri Konsolidasikan Imigrasi Kepri-Riau, Pengawasan Orang Asing Diperketat

KDEI Taipei Jemput Bola ke Penghu, Perkuat Pelayanan dan Perlindungan WNI

Nama Nusron Wahid Terseret, 20 Koper Uang Ratusan Miliar Gegerkan OTT KPK

KPK Telusuri Dugaan Setoran Jabatan di ATR/BPN, Tiga Ruang Dirjen Digeledah

Sekjen ATR/BPN Tegaskan Layanan Tak Boleh Lumpuh Pasca OTT Petinggi BPN oleh KPK

Berita Menarik Lainnya:

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid itu ternyata telah meninggalkan struktur kepengurusan DPP Partai Golkar sejak lebih dari enam bulan lalu,

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar Sejak Enam Bulan Lalu, Status Kader Tetap Melekat

Minggu, 20 Sep 2026
Teks Foto: Dari kiri ke kanan Prof. Dr. apt. Tristiana Erawati Munandar, M.Si. - Ketua PUI-PT Kesehatan Kulit dan Teknologi Kosmetik (PUI-PT SCT) UNAIR, ditengah ada Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin. selaku Rektor UNAIR, serta Prof. apt. Dewi Melani Hariyadi, M.Phil., Ph.D. - Dekan FF UNAIR.

13 Tahun Tak Berhenti di Laboratorium, Riset Farmasi UNAIR Menjelma Empat Kosmetik Berizin BPOM

Minggu, 20 Sep 2026
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jombang Wawas Setiawan, S.SiT., M.M. (dua dari kiri) menyaksikan penyerahan sertifikat.

Kantah Jombang Tegaskan Legalitas Fasum, Kakantah Wawas Dorong Tertib Aset Perumahan

Minggu, 20 Sep 2026
Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN, Lampri

Komisi Pemberantasan Korupsi Sasar Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri, Jejak Aliran Uang HGB Diburu

Sabtu, 19 Sep 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?