By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Imigrasi Kediri Bentengi Pelajar Jombang dari Jerat TPPO, Kenalkan Jalur Pengabdian Lewat POLTEKIMIPAS
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Imigrasi

Imigrasi Kediri Bentengi Pelajar Jombang dari Jerat TPPO, Kenalkan Jalur Pengabdian Lewat POLTEKIMIPAS

By Admin Kamis, 6 Agu 2026
Share
Jajaran Imigrasi Kediri diwakili Kasi Tikkim, Nasrullah bersama Kepala sekolah SMKN 2 Jombang, Amiroh, dan seluruh peserta sosialisasi berfoto bersama usai kegiatan.
Jajaran Imigrasi Kediri diwakili Kasi Tikkim, Nasrullah bersama Kepala sekolah SMKN 2 Jombang, Amiroh, dan seluruh peserta sosialisasi berfoto bersama usai kegiatan.

JOMBANG, Slentingan.com – Ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kian menyasar kalangan remaja menjadi perhatian serius Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri untuk membentengi generasi muda.

Harapannya agar tidak terjebak modus perekrutan kerja ilegal, magang fiktif hingga pengantin pesanan, Imigrasi Kediri menggelar sosialisasi TPPO sekaligus memperkenalkan Sekolah Kedinasan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (POLTEKIMIPAS) di SMKN 2 Jombang, Rabu (5/8).

Ratusan perwakilan siswa kelas X, XI, dan XII mengikuti kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 2 Jombang dengan antusias. Selain mendapatkan edukasi mengenai bahaya perdagangan orang, para pelajar juga dikenalkan dengan peluang berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara melalui jalur sekolah kedinasan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Kepala SMKN 2 Jombang, Amiroh, mengapresiasi kehadiran Kantor Imigrasi Kediri yang untuk pertama kalinya menggelar sosialisasi di sekolah tersebut. Menurutnya, edukasi ini sangat penting mengingat remaja menjadi salah satu kelompok yang rentan menjadi korban TPPO.

Baca Juga:  Inspektur Wilayah III Tinjau Fasilitas Rutan Kelas I Surabaya, Pria Wibawa: Langkah Positif Penghuni dapat Layanan Terbaik

“Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memahami berbagai modus perdagangan orang, seperti pengantin pesanan, program magang fiktif maupun tawaran bekerja ke luar negeri secara nonprosedural. Dengan bekal pengetahuan tersebut, mereka diharapkan lebih waspada dan tidak mudah menjadi korban,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri diwakili Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikkim), Nasrullah.

Ia menegaskan sosialisasi ini merupakan implementasi nyata semangat “Imigrasi untuk Rakyat” sekaligus bagian dari Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada edukasi masyarakat dan pencegahan TPPO.

Materi utama disampaikan Kasubsi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Atika Aryani Saraswati. Ia menjelaskan tugas dan fungsi Imigrasi, tata cara pembuatan paspor, pentingnya penggunaan paspor sesuai peruntukannya, hingga berbagai modus yang kerap digunakan jaringan perdagangan orang.

Para siswa juga diingatkan agar selalu menggunakan jalur resmi ketika hendak bekerja atau melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Sebab, banyak korban TPPO berawal dari iming-iming pekerjaan bergaji tinggi yang ternyata merupakan jebakan sindikat perdagangan orang.

Baca Juga:  Gencar Lakukan Penegakan Hukum, Menteri Imigrasi: Jangan Beri Celah Orang Asing Berbuat Ulah

Selain edukasi TPPO, para peserta mendapat penjelasan langsung dari Taruna POLTEKIMIPAS mengenai proses seleksi, pola pendidikan, hingga prospek karier sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sesi ini mendapat perhatian besar dari para siswa yang aktif mengajukan pertanyaan.

Diskusi berlangsung interaktif. Beragam pertanyaan muncul, mulai dari syarat pembuatan paspor, prosedur keberangkatan ke luar negeri yang legal, hingga tahapan seleksi masuk POLTEKIMIPAS. Sebagai bentuk apresiasi, Imigrasi Kediri memberikan souvenir kepada siswa yang aktif dalam sesi tanya jawab.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan plakat sebagai simbol sinergi antara Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri dan SMKN 2 Jombang, dilanjutkan foto bersama seluruh peserta.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra, menegaskan bahwa upaya pencegahan TPPO harus dimulai dari edukasi sejak dini karena pelajar menjadi salah satu kelompok yang paling rentan menjadi sasaran sindikat perdagangan orang.

Baca Juga:  Hari Ini, Menteri ATR/BPN Serahkan 11 Sertifikat di Dukuhklopo, Peterongan Jombang

“Pencegahan TPPO tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Edukasi kepada generasi muda menjadi benteng pertama agar mereka mampu mengenali berbagai modus kejahatan perdagangan orang dan tidak mudah tergiur tawaran bekerja ke luar negeri secara nonprosedural. Kami ingin para pelajar memahami bahwa berangkat ke luar negeri harus melalui jalur yang legal, aman, dan sesuai ketentuan,” tegas Antonius.

Ia menambahkan, pengenalan POLTEKIMIPAS juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang berintegritas dan memiliki semangat mengabdi kepada bangsa.

“Kami berharap semakin banyak putra-putri daerah yang tertarik bergabung melalui sekolah kedinasan POLTEKIMIPAS. Ini bukan hanya membuka peluang karier, tetapi juga menjadi wadah mencetak sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya. HUM/NIS

TAGGED: #imigrasi, #Imigrasi Kediri, Antonius Frizky, Ditjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko, Jombang, Kemenimipas, Menteri Agus Andrianto, POLTEKIMIPAS, SMKN 2 Jombang, Tindak Pidana Perdagangan Orang, TPPO
Admin Kamis, 6 Agu 2026 Kamis, 6 Agu 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan, mengapresiasi langkah pemerintah menerapkan DTSEN sebagai basis data tunggal penerima bantuan sosial.
Evaluasi DTSEN Jangan Jadi Formalitas, DPRD Surabaya: Jangan Sampai Warga Miskin Dicoret dari Bansos
Kamis, 6 Agu 2026
Empat warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang diduga terlibat jaringan penipuan daring bermodus love scamming dideportasi Imigrasi Semarang.
Imigrasi Semarang Deportasi 4 Buronan Tiongkok, Diduga Terlibat Sindikat Love Scamming
Rabu, 5 Agu 2026
Anggota Komisi D DPRD Surabaya dipimpin Ketua Akmarawita Kadir meninjau Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Kedungcowek, Surabaya.
DPRD Surabaya Puji Pembinaan Karakter, Soroti Kekurangan Fasilitas
Rabu, 5 Agu 2026
Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Adela Kanasya Adies menyapa relawan AKA di kawasan Rungkut, Surabaya.
Temui Ratusan Relawan, Adela Kanasya Tegaskan Program Adies Kadir Tak Akan Terhenti
Rabu, 5 Agu 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya

INDONESIA HARUS BANGKIT

Minggu, 19 Jul 2026
Suasana rapat koordinasi bersama Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Senin (15/6).

Selamatkan Aset Negara, Kakanwil BPN Jatim Hadiri Rapat Koordinasi di Jakarta

Selasa, 16 Jun 2026
Anggota DPR RI Dapil Surabaya–Sidoarjo, Adela Kanasya Adies, dengan menyalurkan 46 kambing dan 5 sapi kurban kepada warga.

Tegaskan Kepedulian Nyata, Adela Kanasya Adies Salurkan Kurban di Surabaya-Sidoarjo,

Jumat, 29 Mei 2026
Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, memastikan pelayanan Makkah Route berjalan lancar tanpa hambatan.

Makkah Route Tanpa Hambatan, Imigrasi Surabaya Sekaligus Sikat 18 Calon Haji Ilegal Berbayar Ratusan Juta

Senin, 18 Mei 2026

BERITA POPULER

DPRD Surabaya Puji Pembinaan Karakter, Soroti Kekurangan Fasilitas

Imigrasi Semarang Deportasi 4 Buronan Tiongkok, Diduga Terlibat Sindikat Love Scamming

Temui Ratusan Relawan, Adela Kanasya Tegaskan Program Adies Kadir Tak Akan Terhenti

Evaluasi DTSEN Jangan Jadi Formalitas, DPRD Surabaya: Jangan Sampai Warga Miskin Dicoret dari Bansos

Berita Menarik Lainnya:

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan, mengapresiasi langkah pemerintah menerapkan DTSEN sebagai basis data tunggal penerima bantuan sosial.

Evaluasi DTSEN Jangan Jadi Formalitas, DPRD Surabaya: Jangan Sampai Warga Miskin Dicoret dari Bansos

Kamis, 6 Agu 2026
Empat warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang diduga terlibat jaringan penipuan daring bermodus love scamming dideportasi Imigrasi Semarang.

Imigrasi Semarang Deportasi 4 Buronan Tiongkok, Diduga Terlibat Sindikat Love Scamming

Rabu, 5 Agu 2026
Anggota Komisi D DPRD Surabaya dipimpin Ketua Akmarawita Kadir meninjau Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Kedungcowek, Surabaya.

DPRD Surabaya Puji Pembinaan Karakter, Soroti Kekurangan Fasilitas

Rabu, 5 Agu 2026
Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Adela Kanasya Adies menyapa relawan AKA di kawasan Rungkut, Surabaya.

Temui Ratusan Relawan, Adela Kanasya Tegaskan Program Adies Kadir Tak Akan Terhenti

Rabu, 5 Agu 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?