By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Evaluasi DTSEN Jangan Jadi Formalitas, DPRD Surabaya: Jangan Sampai Warga Miskin Dicoret dari Bansos
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Home
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Pendidikan

Evaluasi DTSEN Jangan Jadi Formalitas, DPRD Surabaya: Jangan Sampai Warga Miskin Dicoret dari Bansos

By Admin Kamis, 6 Agu 2026
Share
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan, mengapresiasi langkah pemerintah menerapkan DTSEN sebagai basis data tunggal penerima bantuan sosial.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan, mengapresiasi langkah pemerintah menerapkan DTSEN sebagai basis data tunggal penerima bantuan sosial.

SURABAYA, Slentingan.com – Penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kota Surabaya mendapat sorotan tajam dari Komisi D DPRD Surabaya. Diduga banyak warga miskin telah kehilangan hak untuk mendapatkan bantuan.

Dewan mengingatkan agar evaluasi terhadap sistem pendataan tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas administratif, melainkan benar-benar memastikan tidak ada warga miskin yang kehilangan hak menerima bantuan sosial (bansos) akibat data yang tidak diperbarui.

Peringatan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat (hearing) Komisi D DPRD Surabaya bersama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya di ruang Komisi D, Rabu (5/8). Hearing dipimpin Sekretaris Komisi D, Arjuna Rizki.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan, mengapresiasi langkah pemerintah menerapkan DTSEN sebagai basis data tunggal penerima bantuan sosial. Namun, ia menegaskan sistem tersebut tidak boleh dianggap final karena kondisi sosial ekonomi masyarakat berubah sangat cepat.

“Evaluasi harus dilakukan secara berkala agar data benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat. Jangan sampai sistem yang dibuat untuk menyalurkan bantuan justru menutup akses warga miskin yang sebenarnya berhak,” tegas politisi yang akrab disapa Bang Jo.

Baca Juga:  DPRD Warning Keras! SPMB Surabaya Jangan Jadi “Jebakan” bagi Orang Tua Gaptek

Menurutnya, evaluasi tidak cukup hanya mengecek akurasi data. Pemerintah juga harus memastikan mekanisme pembaruan data, proses sanggah, hingga sinkronisasi dengan basis data masyarakat prasejahtera milik Dinas Sosial berjalan efektif.

Bang Jo mengingatkan, banyak warga yang sewaktu-waktu jatuh miskin akibat kehilangan pekerjaan, usaha bangkrut, atau tekanan ekonomi lainnya. Karena itu, data kemiskinan tidak boleh diperlakukan sebagai dokumen yang statis.

“Banyak warga yang sebelumnya mampu kemudian mengalami penurunan ekonomi karena kehilangan pekerjaan atau faktor lainnya. Kondisi seperti ini harus segera diakomodasi melalui pembaruan data agar mereka tetap mendapatkan perlindungan sosial,” ujarnya.

Ia juga mewanti-wanti agar proses transisi menuju DTSEN tidak menjadi alasan dicoretnya warga yang selama ini telah menerima bantuan pemerintah.

“Jangan sampai warga yang sebelumnya sudah mendapatkan bantuan tiba-tiba kehilangan haknya hanya karena perubahan sistem pendataan. Harus ada mekanisme exception bagi mereka yang memang masih memenuhi syarat,” katanya.

Baca Juga:  Caleg Surabaya Lolos DPRD: Tanggung Jawab Wujudkan Janji dan Menghindari Korupsi

Selain itu, Bang Jo meminta pemerintah mempermudah proses pembaruan maupun sanggah data. Menurutnya, kelurahan harus menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat, bukan justru mempersulit.

“Kalau ada warga datang mengajukan pembaruan atau sanggah data, kelurahan harus menerima dan memfasilitasi. Jangan sampai ditolak, karena bisa jadi mereka memang sedang membutuhkan bantuan,” tandasnya.

Ia menegaskan, DTSEN bukan sistem yang bersifat mutlak dan harus terus disempurnakan mengikuti dinamika kehidupan masyarakat.

“Data harus menjadi alat menghadirkan keadilan sosial, bukan malah membuat warga yang berhak merasa didzalimi karena tidak lagi menerima bantuan akibat data yang tidak diperbarui,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa DTSEN merupakan kebijakan pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah hanya menjalankan mekanisme yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Surabaya Memberikan Apresiasi untuk Kreativitas Siswa SDN Wonokusumo 6

“DTSEN bukan kewenangan Pemerintah Kota Surabaya. Kami melaksanakan kebijakan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Antiek mengatakan, data kemiskinan terus diperbarui karena bersifat dinamis dengan menggunakan pendekatan desil sesuai regulasi terbaru. Karena itu, setiap pengajuan bantuan tetap harus melalui proses verifikasi.

“Ada warga yang mengaku miskin, tetapi setelah diverifikasi ternyata memiliki rumah sendiri maupun aset berupa rumah kontrakan sehingga tidak masuk kategori masyarakat miskin berdasarkan desil. Sebaliknya, ada warga yang benar-benar tidak memiliki penghasilan maupun aset sehingga layak menerima bantuan,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data secara mandiri melalui sistem daring dengan melampirkan surat keterangan desil terbaru.

Mekanisme sanggah juga dapat dilakukan melalui layanan Cek Bansos maupun Perlinsos sesuai persyaratan yang berlaku.Jika diinginkan, berita ini juga bisa dibuat lebih bergaya investigatif dengan lead yang lebih tajam dan nuansa kritik yang lebih kuat tanpa mengubah fakta. HUM/BOY

TAGGED: #Komisi D DPRD Surabaya, bansos, Bantuan Sosial, Dinas Sosial, DPRD SURABAYA, DTSEN, PEMKOT SURABAYA, Warga Miskin
Admin Kamis, 6 Agu 2026 Kamis, 6 Agu 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kanan) menerima cenderamata dari Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko.
Buronan Internasional Tak Lagi Mudah Lolos, Polri-Imigrasi Aktifkan Sistem Interpol 196 Negara
Sabtu, 7 Nov 2026
Laila Mufidah
DPRD Surabaya Soroti Halte Tak Layak, Pemkot Diminta Jangan Hanya Tambah Armada
Sabtu, 7 Nov 2026
Para peserta Sosialisasi Sinergi Pemantauan dan Pengawasan Orang Asing di Convention Hall Siola Lantai 4, Surabaya, berfoto bersama.
Pengawasan Orang Asing Tak Bisa Setengah Hati, Imigrasi Juanda Libatkan Pengelola Apartemen
Jumat, 6 Nov 2026
Mourin Chienci Lintong, pemilik arisan Meow
Owner Arisan Meow Ditahan Polda Jatim, Kerugian Rp4,07 Miliar Disorot
Kamis, 5 Nov 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

DPRD Surabaya Sentil Dishub, Ganjil-Genap Terancam Bikin Gaduh

Imigrasi Kediri Perketat Pengawasan Orang Asing di Empat Daerah

DPRD Surabaya Bongkar Ketimpangan Anggaran Pendidikan Tahun 2027

Owner Arisan Meow Ditahan Polda Jatim, Kerugian Rp4,07 Miliar Disorot

Buronan Internasional Tak Lagi Mudah Lolos, Polri-Imigrasi Aktifkan Sistem Interpol 196 Negara

Berita Menarik Lainnya:

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kanan) menerima cenderamata dari Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko.

Buronan Internasional Tak Lagi Mudah Lolos, Polri-Imigrasi Aktifkan Sistem Interpol 196 Negara

Sabtu, 7 Nov 2026
Laila Mufidah

DPRD Surabaya Soroti Halte Tak Layak, Pemkot Diminta Jangan Hanya Tambah Armada

Sabtu, 7 Nov 2026
Para peserta Sosialisasi Sinergi Pemantauan dan Pengawasan Orang Asing di Convention Hall Siola Lantai 4, Surabaya, berfoto bersama.

Pengawasan Orang Asing Tak Bisa Setengah Hati, Imigrasi Juanda Libatkan Pengelola Apartemen

Jumat, 6 Nov 2026
Mourin Chienci Lintong, pemilik arisan Meow

Owner Arisan Meow Ditahan Polda Jatim, Kerugian Rp4,07 Miliar Disorot

Kamis, 5 Nov 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?