By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: 6.600 Tukang Sampah Kampung Diusulkan Digaji APBD, DPRD Surabaya: Jangan Hanya TPA Benowo
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Politik

6.600 Tukang Sampah Kampung Diusulkan Digaji APBD, DPRD Surabaya: Jangan Hanya TPA Benowo

By Admin Rabu, 2 Sep 2026
Share
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto, dari Partai Demokrat.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto, dari Partai Demokrat.

SURABAYA, Slentingan.com – Ribuan tukang sampah kampung di Surabaya selama ini menjadi ujung tombak kebersihan lingkungan. Namun, ironisnya, penghasilan mereka masih banyak bergantung pada iuran warga.

Kondisi itu mendorong Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto, meminta Pemkot Surabaya turun tangan memberikan insentif melalui APBD kepada sekitar 6.600 tukang sampah kampung se-Surabaya.

Menurut Herlina, sudah saatnya pemerintah tidak hanya menggelontorkan anggaran untuk penanganan sampah di hilir, tetapi juga memperkuat para pekerja yang berada di tingkat kampung sebagai garda terdepan.

“Satu sisi anggaran pengelolaan ke TPA Benowo tiap tahun semakin naik, belum ditambah biaya pengangkutan. Di sisi lain Pemkot sering mendapat apresiasi atas keberhasilannya mengelola sampah,” ujar Herlina, Selasa (1/9/2026).

Dia menilai rantai pengelolaan sampah tidak berhenti di TPS maupun TPA. Justru, penanganan dari sumbernya, yakni rumah tangga dan lingkungan kampung, menjadi kunci untuk menekan volume sampah yang terus masuk ke tempat pembuangan akhir.

Baca Juga:  Komisi D DPRD Surabaya Desak Satpol PP Lebih Humanis dalam Penertiban Jam Malam Anak

Selama ini, tukang sampah kampung mengangkut sampah dari rumah warga menuju TPS dengan biaya operasional yang sebagian besar bersumber dari iuran masyarakat. Padahal, pekerjaan tersebut merupakan bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah kota.

Karena itu, Herlina mengusulkan pemerintah memberikan insentif Rp200 ribu per bulan kepada setiap tukang sampah. Dengan jumlah sekitar 6.600 orang, kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai Rp15,84 miliar per tahun.

“Pemkot sebaiknya mulai melibatkan tukang sampah untuk diberikan sentuhan APBD secara langsung melalui insentif, bukan hanya dibebankan kepada warga,” tegasnya.

Herlina menyebut dukungan pemerintah sebenarnya sudah ada. Salah satunya melalui pembayaran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para tukang sampah. Namun, menurut dia, dukungan tersebut masih bisa diperluas dalam bentuk insentif langsung.

“Memang untuk pemberian insentif masih dimungkinkan. Selama ini Pemkot sudah memberikan dukungan melalui pembayaran BPJS Ketenagakerjaan. Jadi sebenarnya sudah ada bentuk perhatian pemerintah, tinggal bagaimana kemudian kita memberikan insentif secara langsung kepada tukang sampah,” jelasnya.

Baca Juga:  Kriminalitas Melibatkan Anak Dibawah Umur, Jadi Perhatian Khusus DPRD Surabaya

Tak sekadar memberikan tambahan penghasilan, Herlina juga mendorong tukang sampah kampung diberi peran lebih besar dalam pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Sampah organik, seperti sisa makanan, dapat diolah menjadi kompos. Sementara sampah anorganik seperti botol plastik dan barang bernilai ekonomi bisa dipilah untuk didaur ulang.

Dengan pola tersebut, tukang sampah tidak sekadar bertugas mengangkut sampah. Mereka juga menjadi bagian dari strategi pemerintah mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS hingga TPA Benowo.

“Jadi tukang sampah ini sebenarnya bisa kita dorong untuk melakukan pemilahan. Sampah organik bisa dikomposkan, sedangkan sampah nonorganik yang masih memiliki nilai ekonomi bisa dipilah untuk didaur ulang,” ujarnya.

Herlina menilai skema tersebut justru berpotensi menghemat biaya pengelolaan sampah di hilir. Semakin sedikit sampah yang dibawa ke TPS dan TPA, semakin ringan pula beban pengangkutan maupun pengolahan.

“Ketika sampai di TPS, sampahnya sudah berkurang karena dari rumah sampai lingkungan kampung sudah dilakukan pemilahan oleh tukang sampah. Jadi mereka tidak hanya mengangkut, tetapi juga membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS dan akhirnya ke TPA Benowo,” tutur politisi Partai Demokrat tersebut.

Baca Juga:  29 Ribu Rutilahu Masih Mengantre, DPRD Surabaya Desak Rumah Nyaris Ambruk Diprioritaskan

Dia menegaskan, kebutuhan sekitar Rp15,84 miliar per tahun untuk insentif 6.600 tukang sampah relatif kecil jika dibandingkan dengan terus meningkatnya biaya pengelolaan sampah di TPA Benowo.

“Angka tersebut sangat masuk akal dan murah jika dibandingkan dengan kenaikan anggaran TPA Benowo tiap tahunnya,” tegas Herlina.

Herlina berharap Pemkot Surabaya mulai melihat pengelolaan sampah sebagai satu kesatuan dari hulu hingga hilir. Menurutnya, memperkuat pekerja di tingkat kampung bukan hanya soal kesejahteraan, tetapi juga strategi untuk mengurangi beban pengelolaan sampah kota.

Dengan demikian, para tukang sampah yang selama ini menjadi garda depan kebersihan lingkungan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada iuran warga, sekaligus dapat diberdayakan menjadi ujung tombak pemilahan dan pengurangan sampah sebelum mencapai TPA Benowo. HUM/BAD

TAGGED: #Partai Demokrat, #surabaya, APBD, BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Lingkungan Hidup, DPRD, DPRD SURABAYA, Herlina Harsono Njoto, Komisi C DPRD Surabaya, Sampah Kampung, TPA Benowo
Admin Rabu, 2 Sep 2026 Rabu, 2 Sep 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Pengunjung yang dinyatakan positif narkoba pasca razia gabungan dikumpulkan dekat pintu masuk THM.
Club Station Basra Disorot, 17 Pengunjungnya Positif Narkoba saat Razia Gabungan
Kamis, 22 Okt 2026
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji di rumah dinas.
Armuji Sentil Orang Tua ABH Kasus Kematian ZAA, Jangan Cuma Datang Sekali
Rabu, 21 Okt 2026
Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono bersama perwakilan BEM se-Jawa Timur
Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Gandeng BEM, Bahas Narkoba hingga Minuman Keras
Selasa, 20 Okt 2026
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Enny Minarsih.
477 Reklame Liar Ditertibkan, DPRD Surabaya Soroti Pengawasan dan Target Pajak
Selasa, 20 Okt 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

Tiba di Indonesia, Penumpang Asing Bisa Akses Tiket Whoosh dari All Indonesia

Aksara Jawa Terancam Dilupakan, Paguyuban Dorong Masuk Kurikulum Sekolah

17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perketat Pengawasan Digital

Perundungan Bocah Difabel Berujung Kematian, Eri Cahyadi Sentil Orang Tua: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban

Bocah Down Syndrome di Surabaya Meninggal Diduga Dibully, Polisi Tetapkan Satu Anak Berstatus ABH

Berita Menarik Lainnya:

Pengunjung yang dinyatakan positif narkoba pasca razia gabungan dikumpulkan dekat pintu masuk THM.

Club Station Basra Disorot, 17 Pengunjungnya Positif Narkoba saat Razia Gabungan

Kamis, 22 Okt 2026
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji di rumah dinas.

Armuji Sentil Orang Tua ABH Kasus Kematian ZAA, Jangan Cuma Datang Sekali

Rabu, 21 Okt 2026
Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono bersama perwakilan BEM se-Jawa Timur

Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Gandeng BEM, Bahas Narkoba hingga Minuman Keras

Selasa, 20 Okt 2026
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Enny Minarsih.

477 Reklame Liar Ditertibkan, DPRD Surabaya Soroti Pengawasan dan Target Pajak

Selasa, 20 Okt 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?