SURABAYA, Slentingan.com – Kiprah Vanessa Axelia di industri musik Indonesia diprediksi terus berlanjut. Penyanyi dan musisi profesional asal Surabaya ini membawa pengalaman panjang sejak tampil di ajang pencarian bakat The Voice Indonesia 2016 sebagai modal untuk semakin mematangkan karakter bermusiknya.
Nama Vanessa hingga kini masih dikenal para pecinta musik Tanah Air. Vokal berkarakter serta aksi panggung yang memikat menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya sebagai penyanyi profesional.
Perjalanan tersebut dimulai ketika Vanessa tampil dalam panggung Blind Auditions The Voice Indonesia 2016. Saat itu, ia membawakan lagu “Halo” milik Beyoncé.
Penampilan Vanessa berhasil membuat keempat coach memutar kursi. Persaingan para coach untuk mendapatkan Vanessa pun menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan kariernya.
Vanessa kemudian memilih Kaka Slank sebagai mentor. Dari proses tersebut, ia mendapatkan pengalaman yang turut membentuk karakter dan mentalitasnya di atas panggung.
Bagi Vanessa, pengalaman tersebut bukan sekadar bagian dari perjalanan mengikuti kompetisi. Momen ketika empat coach memutar kursi menjadi dorongan besar bagi kepercayaan dirinya untuk menapaki industri musik secara profesional.
“Pengalaman di panggung The Voice Indonesia tahun 2016 itu jadi salah satu momen paling berharga dalam perjalanan karier saya. Menyanyikan lagu ‘Halo’ dan melihat empat coach memutar kursi benar-benar memberi dorongan kepercayaan diri yang luar biasa waktu itu,” kata Vanessa.
Pengalaman bersama Kaka Slank juga meninggalkan pelajaran penting bagi Vanessa. Ia mengaku banyak belajar mengenai karakter bermusik, kebebasan berekspresi, hingga mentalitas ketika tampil di atas panggung.
“Berguru di bawah bimbingan Coach Kaka Slank mengajarkan saya banyak hal tentang karakter, kebebasan berekspresi, dan mentalitas di atas panggung,” ujarnya.
Pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari proses Vanessa untuk terus berkembang sebagai penyanyi dan musisi. Perjalanan dari panggung pencarian bakat menuju industri musik profesional menjadi pijakan untuk membangun kematangan bermusik.
“Momen itu justru jadi titik awal yang membentuk saya menjadi penyanyi dan musisi yang lebih matang hingga hari ini,” pungkasnya. HUM/BOY
