JOMBANG, Slentingan.com – Tawaran kerja ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar dan proses mudah tak selalu menjadi jalan menuju masa depan. Di balik janji manis itu, bisa saja tersembunyi jerat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Peringatan keras tersebut disampaikan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri saat memberikan edukasi kepada pelajar SMAN 1 Jombang, Kamis (20/8/2026).
Ratusan? peserta yang merupakan perwakilan siswa kelas X, XI dan XII mengikuti sosialisasi yang digelar di aula sekolah tersebut. Bukan hanya berbicara mengenai paspor dan keimigrasian, Imigrasi Kediri sengaja membawa isu TPPO ke lingkungan sekolah untuk membekali pelajar sebelum mereka memasuki dunia kerja maupun merencanakan pendidikan ke luar negeri.
Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikkim) Kantor Imigrasi Kediri, Nasrullah, yang mewakili Kepala Kantor Imigrasi Kediri Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra, mengatakan edukasi kepada generasi muda menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai perdagangan orang.
“Imigrasi tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan paspor. Kami juga memiliki tanggung jawab memberikan edukasi dan perlindungan agar masyarakat tidak menjadi korban TPPO,” ujar Nasrullah.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam pencegahan perdagangan orang. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata semangat Imigrasi untuk Rakyat.
Para siswa diajak mengenali pola perekrutan yang patut dicurigai. Modus seperti pengantin pesanan, tawaran magang fiktif hingga pekerjaan di luar negeri melalui jalur nonprosedural menjadi perhatian dalam pemaparan tersebut.
Petugas PIMPASA, Rangga, menjelaskan bahwa persoalan tidak berhenti pada bagaimana seseorang bisa berangkat ke luar negeri. Yang jauh lebih penting adalah memastikan keberangkatan dilakukan melalui prosedur resmi dan dokumen yang benar.
Pemahaman mengenai paspor juga diberikan. Para siswa dibekali informasi tentang fungsi paspor, persyaratan penerbitannya serta pentingnya menggunakan dokumen perjalanan sesuai peruntukannya.
“Jangan mudah percaya dengan tawaran yang menjanjikan semuanya serba cepat dan mudah. Pastikan informasi, perusahaan, pekerjaan dan jalur keberangkatannya jelas serta legal,” menjadi pesan penting dalam sosialisasi tersebut.
Imigrasi Kediri juga mengingatkan bahwa minimnya pengetahuan dan keinginan mendapatkan pekerjaan secara instan dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Di tengah peringatan mengenai TPPO, para siswa juga dikenalkan pada pilihan masa depan yang lebih terarah. Taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (POLTEKIMIPAS), Firman Dwi Prasetya, membeberkan peluang menempuh pendidikan kedinasan di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Mulai dari persyaratan pendaftaran, tahapan seleksi, pola pendidikan, kehidupan taruna hingga peluang karier sebagai ASN dipaparkan secara langsung.
Kegiatan pun berkembang menjadi diskusi interaktif. Sejumlah siswa aktif menanyakan prosedur pembuatan paspor, keberangkatan ke luar negeri, cara menghindari TPPO hingga mekanisme masuk POLTEKIMIPAS.
Humas SMAN 1 Jombang, Sholahuddin, S.Pd., M.M., menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap informasi yang diberikan tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi benteng bagi siswa agar tidak mudah menjadi sasaran pelaku TPPO.
“Edukasi seperti ini penting bagi siswa karena mereka perlu memahami risiko ketika mendapat tawaran bekerja atau beraktivitas di luar negeri,” ujarnya.
Bagi Imigrasi Kediri, pencegahan TPPO tidak cukup dilakukan setelah korban muncul. Edukasi justru harus dilakukan sejak dini, termasuk menyasar bangku sekolah.
Sebab, ketika tawaran kerja datang dengan janji gaji tinggi, keberangkatan cepat dan tanpa prosedur jelas, yang terlihat sebagai peluang bisa saja sebenarnya adalah perangkap.
Kegiatan di SMAN 1 Jombang ditutup dengan penyerahan plakat kepada pihak sekolah, sesi foto bersama dan pemberian souvenir bagi siswa yang aktif berdiskusi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar. HUM/BOY
