By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Tergiur Cuan 30 Persen, Korban Arisan Bodong di Surabaya Kocar-kacir, Wawali Armuji Sidak Lokasi
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Headlines

Tergiur Cuan 30 Persen, Korban Arisan Bodong di Surabaya Kocar-kacir, Wawali Armuji Sidak Lokasi

By Admin Senin, 31 Agu 2026
Share
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, turun langsung mendatangi kediaman Mourin Chinci Lintong, di kawasan Jalan Wonosari Kidul, Senin (31/8).
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, turun langsung mendatangi kediaman Mourin Chinci Lintong, di kawasan Jalan Wonosari Kidul, Senin (31/8).

SURABAYA, Slentingan.com – Janji keuntungan hingga 30 persen berujung petaka. Sejumlah warga Surabaya mengaku menjadi korban dugaan penipuan berkedok arisan dan investasi.

Kerugian yang mereka alami mencapai ratusan juta rupiah, bahkan salah satu korban mengaku telah menyetor hampir Rp800 juta yang kini tak kunjung kembali.

Kasus tersebut mencuat setelah para korban mengadu ke Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji. Cak Ji, sapaan Armuji, kemudian turun langsung mendatangi kediaman terduga pelaku, Mourin Chinci Lintong, di kawasan Jalan Wonosari Kidul, Senin (31/8).

Namun, upaya mempertemukan kedua pihak justru menemui jalan buntu. Terduga pelaku tidak berada di rumah saat Armuji datang.

Salah satu korbannya, Lin, mengungkapkan bagaimana dirinya awalnya percaya terhadap pengelolaan arisan tersebut. Ia mulai mengikuti arisan sekitar Februari atau Maret 2025. Selama hampir setahun, aktivitas arisan berjalan lancar sehingga kepercayaan korban semakin kuat.

Baca Juga:  Armuji Turun Tangan Usai Ojol Mengaku Dilecehkan Jukir, Minta Tak Ada Lagi “Candaan” Berbau Seksual

Masalah mulai muncul ketika pengelola menawarkan skema dana pinjaman dengan iming-iming keuntungan 30 persen.

Menurut Lin, dana tersebut disebut akan digunakan untuk membantu anggota arisan yang ingin memperoleh pencairan lebih awal. Skema itu sempat membuat korban percaya lantaran pembayaran keuntungan pada awalnya masih berjalan.

“Awalnya memang terbayar, saya akui itu. Tapi lama-lama dia pakai nama orang lain macam-macam,” ungkap Lin.

Kecurigaan korban semakin menguat ketika muncul pengajuan dana dalam jumlah besar. Untuk pinjaman bernilai kecil, menurut Lin, biasanya disertai identitas peminjam berupa KTP. Namun, pola tersebut berubah ketika nominal pinjaman mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

“Kalau yang besar-besar seperti Rp100 juta sampai Rp150 juta itu enggak pernah dikasih KTP. Katanya itu teman-temanku sendiri, jadi enggak perlu KTP,” ujarnya.

Lin menduga sejumlah nama yang digunakan dalam pengajuan dana bernilai besar tersebut hanya kedok. Ia bahkan mencurigai pinjaman tersebut fiktif dan mempertanyakan ke mana sebenarnya uang para anggota mengalir.

Baca Juga:  Bertepatan HJKS Ke-730, JCI Beri 1.000 Paket Sembako dan Alat Ibadah

“Saya duga itu fiktif dan sengaja pakai nama orang lain. Uangnya dipakai sendiri atau buat apa, saya enggak tahu,” tegasnya.

Tak berhenti di skema dana pinjaman, pengelola juga menawarkan produk yang disebut investasi flat. Korban dijanjikan memperoleh keuntungan secara berkala setiap 10 hari.

Menurut Lin, iming-iming keuntungan pada awalnya sekitar 5 persen setiap 10 hari. Besaran keuntungan kemudian disebut meningkat secara bertahap hingga lima kloter atau sekitar 50 hari.

Skema tersebut membuat Lin kembali menaruh dana dalam jumlah besar. Total uang yang telah disetorkannya disebut mencapai hampir Rp800 juta.

“Ada juga yang namanya investasi flat. Kita taruh uang sekali, 10 hari kemudian dapat profit. Dulu awalnya bunga 5 persen per 10 hari, makin lama bunganya makin besar sampai lima kloter atau 50 hari. Saya sendiri sudah masukin sekitar hampir Rp800 jutaan, tapi sampai sekarang macet,” bebernya.

Baca Juga:  Viral Minta Pacar Aborsi, Eri Cahyadi Putus Kontrak MC Tio Ferdian: “Kami Pecat, Proses Hukum Jalan”

Kini, uang yang telah ditanamkan korban tak kunjung kembali. Persoalan tersebut pun bergulir ke Rumah Aspirasi untuk mendapatkan jalan keluar.

Armuji yang datang langsung ke rumah terduga pelaku tidak menemukan orang yang dicari. Meski demikian, ia memastikan persoalan tersebut tidak berhenti begitu saja.

Armuji berencana mengundang pihak terduga pelaku dan para korban ke Rumah Aspirasi untuk mempertemukan kedua belah pihak sekaligus mencari penyelesaian atas kewajiban pembayaran yang belum dituntaskan.

“Nanti kalau kita undang ke Rumah Aspirasi, mereka suruh datang. Saya coba telepon nanti. Mereka juga harus disuruh bayar utang-utangnya,” tegas Armuji.

Kasus ini kini menjadi perhatian karena menyangkut dugaan kerugian finansial dalam jumlah besar. Para korban berharap uang mereka dapat dipertanggungjawabkan dan persoalan tersebut segera menemukan titik terang. HUM/BOY

TAGGED: #armuji, #surabaya, Arisan Bodong, Mourin Chinci Lintong, PEMKOT SURABAYA, Rumah Aspirasi, Wakil Wali Kota Surabaya
Admin Senin, 31 Agu 2026 Senin, 31 Agu 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai
DPRD Surabaya Desak Perang Narkoba Tak Berhenti di Penggerebekan, RT/RW Diminta Ikut Bergerak
Sabtu, 17 Okt 2026
Petugas imigrasi melakukan pengawasan keimigrasian terhadap para pekerja asing.
17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perketat Pengawasan Digital
Sabtu, 17 Okt 2026
Paguyuban Aksara Jawa Nusantara mengunjungi Kantor Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur di Jalan Gebang Putih Nomor 10, Keputih, Sukolilo, Surabaya, Kamis (15/10/2026).
Aksara Jawa Terancam Dilupakan, Paguyuban Dorong Masuk Kurikulum Sekolah
Jumat, 16 Okt 2026
Tiba di Indonesia, Penumpang Asing Bisa Akses Tiket Whoosh dari All Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

Festival Ludruk Surabaya 2026 Dorong Regenerasi Seniman dan Pelestarian Budaya

Usai Dipecat PDI-P, Achmad Hidayat Sebut Pengurus DPC Ikut Gabung PSI

17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perketat Pengawasan Digital

Aksara Jawa Terancam Dilupakan, Paguyuban Dorong Masuk Kurikulum Sekolah

Baru Pertengahan Oktober, PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun! Target 2026 Terlampaui, 5.310 WNA Dideportasi

Berita Menarik Lainnya:

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai

DPRD Surabaya Desak Perang Narkoba Tak Berhenti di Penggerebekan, RT/RW Diminta Ikut Bergerak

Sabtu, 17 Okt 2026
Petugas imigrasi melakukan pengawasan keimigrasian terhadap para pekerja asing.

17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perketat Pengawasan Digital

Sabtu, 17 Okt 2026
Paguyuban Aksara Jawa Nusantara mengunjungi Kantor Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur di Jalan Gebang Putih Nomor 10, Keputih, Sukolilo, Surabaya, Kamis (15/10/2026).

Aksara Jawa Terancam Dilupakan, Paguyuban Dorong Masuk Kurikulum Sekolah

Jumat, 16 Okt 2026

Tiba di Indonesia, Penumpang Asing Bisa Akses Tiket Whoosh dari All Indonesia

Jumat, 16 Okt 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?