By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Muktamar ke-35 NU Tambakberas Jadi Panggung Penentu Arah NU Abad Kedua
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Nasional

Muktamar ke-35 NU Tambakberas Jadi Panggung Penentu Arah NU Abad Kedua

By Admin Rabu, 26 Agu 2026
Share
Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU yang juga Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, turun langsung mengecek kesiapan arena di Pondok Pesantren Bahrul Ulum.
Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU yang juga Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, turun langsung mengecek kesiapan arena di Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

JOMBANG, Slentingan.com – Tambakberas kembali menjadi saksi penting perjalanan Nahdlatul Ulama. Kamis (27/8/2026) malam, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, menjadi panggung pembukaan Muktamar ke-35 NU yang akan dibuka langsung Presiden Prabowo Subianto.

Bukan sekadar seremoni organisasi, muktamar kali ini membawa beban sejarah sekaligus agenda besar. Para muktamirin akan menentukan arah perjalanan NU untuk lima tahun ke depan, sekaligus meletakkan fondasi baru ketika organisasi memasuki abad keduanya.

Presiden Prabowo dijadwalkan memberikan amanat setelah Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyampaikan khutbah iftitah. Pembukaan dipusatkan di Lapangan Untung Suropati, kawasan Tambakberas, mulai pukul 20.00 WIB.

Sejumlah rangkaian acara akan mengawali pembukaan, mulai lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, pembacaan Alquran dan selawat, hingga sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, tuan rumah, ketua panitia, serta Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

Namun, sorotan utama bukan semata siapa yang membuka muktamar. Kehadiran Presiden menunjukkan betapa strategisnya posisi NU dalam kehidupan sosial, keagamaan, sekaligus kebangsaan Indonesia.

Kembali ke Akar Sejarah

Pemilihan Tambakberas sebagai lokasi muktamar memiliki makna tersendiri. Jombang merupakan salah satu tanah penting dalam sejarah lahir dan berkembangnya NU.

Di daerah ini tumbuh tradisi pesantren yang melahirkan banyak ulama dan tokoh yang turut membentuk wajah Islam Indonesia. Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas bahkan memiliki hubungan kuat dengan KH Abdul Wahab Chasbullah, salah satu tokoh sentral pendirian NU.

Pesantren yang telah berkembang sejak abad ke-19 itu bukan hanya menjadi pusat pendidikan Islam, tetapi juga bagian dari mata rantai sejarah panjang perjuangan NU.

Jombang sebelumnya juga pernah menjadi tuan rumah Muktamar ke-33 NU pada 2015. Kembalinya muktamar ke kawasan tersebut seolah menjadi simbol bahwa NU sedang menengok kembali akar sejarahnya sebelum menentukan langkah lebih jauh di abad kedua.

Baca Juga:  PAN Tunjukkan Sukses sebagai Partai Politik Terbuka

Di balik nuansa sejarah tersebut, para utusan NU dari berbagai daerah akan membahas persoalan keagamaan, organisasi, program kerja, rekomendasi, hingga kepemimpinan nasional organisasi untuk periode 2026-2031.

Keputusan yang lahir dari Tambakberas akan menentukan bagaimana NU merespons perubahan sosial, perkembangan teknologi, tantangan ekonomi, pendidikan, hingga persoalan keagamaan yang semakin kompleks.

Registrasi Diperketat, Teknologi Jadi Pengawal

Besarnya skala muktamar membuat panitia tidak ingin menyisakan celah dalam proses administrasi peserta.

Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bersama jajaran panitia turun langsung mengecek kesiapan arena. Ia didampingi Sekretaris Steering Committee Prof Mohammad Nuh, Bendahara Umum PBNU Agus Gudfan Arief dan sejumlah pengurus lainnya.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah sistem registrasi peserta. Panitia menerapkan sistem digital berbasis barcode yang terintegrasi dengan data peserta.

Gus Ipul bahkan ikut menjalani simulasi mulai mengambil nomor antrean, menunggu panggilan, menjalani verifikasi dokumen hingga pemindaian kode digital.

“Dua hari menjelang pembukaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama, saya, Prof Nuh, Gus Gudfan, dan beberapa pengurus PBNU melakukan simulasi registrasi peserta. Luar biasa, kali ini semuanya sudah menyesuaikan dengan tuntutan zaman, berbasis barcode,” ujarnya.

Sistem tersebut tidak berhenti pada barcode. Panitia juga memanfaatkan teknologi berbasis chip dan kecerdasan buatan yang dikembangkan tim santri untuk membantu pengelolaan data peserta.

Langkah ini menjadi penting karena daftar peserta tetap atau DPT telah ditetapkan. Setiap peserta dan peninjau harus memiliki identitas serta status yang sesuai dengan data organisasi.

Dengan sistem tersebut, panitia berupaya menutup peluang munculnya peserta tidak sah maupun pergantian peserta tanpa prosedur.

“Datanya sudah valid, DPT-nya sudah ditetapkan, nama-nama pengurus peserta tertera jelas. Dengan demikian, diharapkan tidak ada peserta susupan atau peserta pengganti. Seluruhnya adalah peserta sah yang memenuhi persyaratan organisasi,” tegas Gus Ipul.

Baca Juga:  Bos Arisan Fiktif di Jombang Ditangkap Setelah Melarikan Diri ke Bali

Registrasi dan pengambilan kartu identitas peserta telah dibuka sejak Rabu (26/8). Petugas disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi kedatangan muktamirin dari berbagai wilayah, termasuk cabang istimewa NU di luar negeri.

Setelah proses verifikasi, peserta langsung diarahkan menuju zona akomodasi sesuai kontingen masing-masing.

Kecepatan persiapan panitia juga menjadi sorotan. Penyelenggaraan muktamar dikebut hanya dalam waktu efektif sekitar 50 hari.

Gus Ipul memberikan apresiasi kepada seluruh tim dan keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang bekerja dalam waktu singkat untuk memastikan seluruh kebutuhan muktamar terpenuhi.

6.500 Banser Dikerahkan

Skala besar muktamar juga berimbas pada pengamanan. Sebanyak 6.500 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) disiapkan untuk mendukung pengamanan kegiatan. Mereka ditempatkan di sejumlah titik, terutama ring kedua dan ketiga serta jalur akses menuju kawasan muktamar.

Pengamanan juga diperkuat lebih dari 100 kamera CCTV yang terhubung dengan pusat kendali. Pergerakan peserta dan situasi di sejumlah lokasi kegiatan dipantau secara terintegrasi.

Setelah pembukaan berakhir, perhatian akan bergeser ke ruang-ruang persidangan.

Mulai Jumat (28/8), muktamirin memasuki agenda pleno dan komisi. Pleno pertama membahas serta mengesahkan jadwal dan tata tertib. Selanjutnya, Pleno II membahas laporan pertanggungjawaban PBNU beserta pandangan umum peserta.

Bukan Sekadar Berebut Kursi

Muktamar ke-35 tidak hanya berbicara tentang siapa yang akan duduk di pucuk pimpinan NU.

Tiga komisi akan membahas Bahtsul Masail ad-Diniyah, masing-masing Al-Waqi’iyyah, Al-Maudlu’iyyah, dan Al-Qonuniyyah. Sementara tiga komisi lainnya membahas persoalan organisasi, program kerja, serta rekomendasi. Di sinilah substansi muktamar diuji.

Bahtsul Masail menjadi ruang bagi ulama untuk menjawab persoalan keagamaan dan sosial yang berkembang. Sementara komisi organisasi dan program akan menentukan bagaimana NU memperbaiki tata kelola serta memperkuat pelayanan kepada warga dan jamaah.

Dinamika paling panas diperkirakan berlangsung Sabtu (29/8), ketika muktamar memasuki tahapan pemilihan kepemimpinan.

Baca Juga:  Tim Gabungan Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf Kantor Pertanahan Surabaya II Dibentuk

Setelah hasil komisi disahkan, forum akan membahas tata tertib pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Usulan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) juga akan ditabulasi.

Pada malam harinya, Sidang Pleno V menjadi salah satu agenda paling menentukan. Kepengurusan PBNU masa khidmah 2021-2026 akan didemisionerkan, kemudian dilanjutkan pemilihan dan penetapan anggota AHWA.

AHWA selanjutnya bermusyawarah untuk menentukan Rais Aam PBNU periode 2026-2031. Setelah itu, proses pemilihan Ketua Umum PBNU periode yang sama akan berlangsung.

Di tengah potensi panasnya kontestasi, panitia mengingatkan agar perebutan kepemimpinan tidak menenggelamkan agenda yang jauh lebih besar: masa depan NU.

Gus Ipul berharap para peserta tidak hanya sibuk menentukan siapa yang memimpin, tetapi juga mampu melahirkan gagasan yang menjawab tantangan zaman.

“Kami berharap peserta fokus memberikan gagasan terbaik. Sehingga Muktamar Ke-35 yang menjadi muktamar perdana di abad kedua NU dapat menghasilkan keputusan strategis agar jam’iyah kita makin maju, relevan, dan membumi,” katanya.

Menurutnya, NU membutuhkan tata kelola organisasi yang semakin kuat, pelayanan yang lebih baik kepada warga, sekaligus tetap menjadikan tradisi keilmuan ulama sebagai pijakan.

Pada akhirnya, Muktamar ke-35 membawa dua pesan besar. NU diminta tidak tercerabut dari akar sejarah, tetapi juga tidak boleh terjebak di masa lalu.

Dari Tambakberas, para muktamirin akan menentukan siapa yang memegang kemudi NU sekaligus merumuskan kebijakan yang akan membawa organisasi menghadapi lima tahun ke depan.

Muktamar ini pun menjadi lebih dari sekadar agenda pergantian kepengurusan. Ini adalah momentum NU menentukan wajahnya di abad kedua: tetap berakar pada tradisi, tetapi berani menatap masa depan.

“Ini awal abad kedua NU, muktamar kembali ke pangkuan para muassis. Dari Tambakberas, Jombang, semoga ini menjadi muktamar yang menggembirakan, penuh berkah, dan berakhir dengan kelancaran,” pungkas Gus Ipul. HUM/BOY

TAGGED: #Nahdlatul Ulama, #NU, Abad Kedua, Gus Ipul, Jombang, KH Miftachul Akhyar, Muktamar ke-35 NU, PBNU, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Presiden Prabowo Subianto, Saifullah Yusuf, Tambakberas
Admin Rabu, 26 Agu 2026 Rabu, 26 Agu 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Para peserta kegiatan Bimbingan Teknis Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) Provinsi Banten Tahun 2026 yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten berfoto bersama.
Imigrasi Cilegon Perkuat Pimpasa, Bentengi Desa dari Ancaman TPPO dan Penyelundupan Manusia
Rabu, 26 Agu 2026
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta,
Nyawa Melayang Usai Dugem, DPRD Surabaya Desak RHU Tak Lepas Tangan pada Pengunjung Mabuk
Selasa, 25 Agu 2026
Petugas PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero komitmen dalam membantu penyaluran bantuan untuk gempa NTT.
Bantuan Gempa NTT Bisa Dikirim Gratis, PELNI-Pelindo Buka Jalur Kemanusiaan dari Surabaya
Selasa, 25 Agu 2026
ENR, pengemudi Mitsubishi Outlander putih, ditetapkan tersangka oleh Satlantas Polrestabes Surabaya.
Pengemudi Mabuk Jadi Tersangka, Tabrak Beruntun Tewaskan Satu Orang di Depan Grahadi
Senin, 24 Agu 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya

Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya: INDONESIA HARUS BANGKIT

Minggu, 19 Jul 2026
Suasana rapat koordinasi bersama Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Senin (15/6).

Selamatkan Aset Negara, Kakanwil BPN Jatim Hadiri Rapat Koordinasi di Jakarta

Selasa, 16 Jun 2026
Anggota DPR RI Dapil Surabaya–Sidoarjo, Adela Kanasya Adies, dengan menyalurkan 46 kambing dan 5 sapi kurban kepada warga.

Tegaskan Kepedulian Nyata, Adela Kanasya Adies Salurkan Kurban di Surabaya-Sidoarjo,

Jumat, 29 Mei 2026
Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, memastikan pelayanan Makkah Route berjalan lancar tanpa hambatan.

Makkah Route Tanpa Hambatan, Imigrasi Surabaya Sekaligus Sikat 18 Calon Haji Ilegal Berbayar Ratusan Juta

Senin, 18 Mei 2026

BERITA POPULER

Bos Restoran Korea Son Ga Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual Pegawai Wanita

Nikah Beda Kewarganegaraan, Imigrasi Bedah Keruwetan Status Anak dan Izin Tinggal

Dari Kursi Bupati ke Balik Jeruji, Gus Muhdlor Dapat Remisi 3 Bulan, Bebas Murni 2028

Bukan Sekadar Lomba, PT Surabaya Gebyar HUT RI dan HUT ke-81 MA dengan Ratusan Doorprize

Grand Wedding Fair 2026 Gebrak Surabaya, 130+ Vendor Berebut Pasar Pernikahan dan Menu Mewah

Berita Menarik Lainnya:

Para peserta kegiatan Bimbingan Teknis Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa) Provinsi Banten Tahun 2026 yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten berfoto bersama.

Imigrasi Cilegon Perkuat Pimpasa, Bentengi Desa dari Ancaman TPPO dan Penyelundupan Manusia

Rabu, 26 Agu 2026
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta,

Nyawa Melayang Usai Dugem, DPRD Surabaya Desak RHU Tak Lepas Tangan pada Pengunjung Mabuk

Selasa, 25 Agu 2026
Petugas PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Persero komitmen dalam membantu penyaluran bantuan untuk gempa NTT.

Bantuan Gempa NTT Bisa Dikirim Gratis, PELNI-Pelindo Buka Jalur Kemanusiaan dari Surabaya

Selasa, 25 Agu 2026
Terduga penabrak ENR, yang telah menewaskan seseorang di Jalan Pemuda, Surabaya, gegara mabuk.

Mabuk, Tabrak Tiga Kendaraan: Outlander Tanpa SIM-STNK Tewaskan Warga di Surabaya

Senin, 24 Agu 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?