SURABAYA, Slentingan.com – Di tengah polemik Arisan Meow yang berujung laporan polisi, Mourin Chienci Lintong membeberkan versi penyebab macetnya perkumpulan dana yang dikelolanya.
Ia mengklaim kerugian mencapai Rp4,8 miliar setelah 33 member disebut tidak menuntaskan kewajiban pembayaran. Namun, di balik klaim kerugian itu, muncul pula silang sengkarut transaksi, dugaan penggunaan nama fiktif, hingga bantahan atas tudingan aliran dana ke tempat spa.
Mourin menyebut persoalan mulai mencuat pada Februari 2026. Menurut keterangannya, kemacetan pembayaran bermula ketika Chester Jeveline Thaniago mengambil sejumlah slot arisan dengan angsuran mencapai Rp400 juta, tetapi kemudian tidak melanjutkan pembayaran.
Upaya menambal kekurangan dana, kata Mourin, justru menghadapi persoalan baru. Aika Harismawati disebut tidak memenuhi kewajiban arisan dengan angsuran Rp100 juta per bulan. Mourin mengklaim selisih dana yang dikaitkan dengan Aika mencapai lebih dari Rp1 miliar.
“Pemicu awal kemacetan pembayaran adalah Chester Jeveline Thaniago. Dia mengambil banyak slot arisan dengan nilai angsuran mencapai Rp400 juta. Namun, pembayaran tidak dilanjutkan,” ujar Mourin, Minggu (18/10/2026).
Atas persoalan tersebut, Mourin mengaku telah melaporkan tiga nama yang dianggap memiliki persoalan dana terbesar, yakni Aika Harismawati, Netty Hariati, dan Chester Jeveline Thaniago. Laporan terhadap Aika dan Netty disebut telah diajukan, sementara laporan terhadap Chester menyusul.
Mourin menyebut laporan tersebut masuk ke Polrestabes Surabaya melalui Unit Harda sejak 28 Juli 2026. Seluruh tudingan dan perhitungan kerugian itu masih merupakan keterangan Mourin yang perlu diuji melalui proses hukum.
Transaksi Rp1,9 Miliar Jadi Pangkal Sengketa
Persoalan lain menyeret nama Ara Herawaty, yang disebut sebagai pelapor awal dalam kasus Arisan Meow. Mourin mengaku mengenal Ara melalui seorang teman bernama Belinda.
Menurut Mourin, Ara semula mengikuti arisan menurun dengan dana transfer lebih dari Rp100 juta, tetapi kemudian tidak melanjutkan pembayaran. Sengketa semakin rumit ketika muncul transaksi arisan flat senilai Rp1,9 miliar.
Mourin mengklaim baru mengetahui setelah memeriksa mutasi rekening bersama akuntannya bahwa dana arisan flat tersebut ternyata ditransfer oleh Juanda Kurniadi, bukan Ara.
“Juanda ini melakukan pembayaran dengan total Rp1,9 miliar. Namun, sudah ada membayar Rp1,4 miliar kepada Ara Herawaty,” ungkapnya.
Mourin menyebut terdapat selisih sekitar Rp600 juta dalam perhitungan dana yang telah dibayarkan kepada Ara dan transaksi yang dikaitkan dengan arisan flat tersebut. Ia menilai persoalan itu harus ditelusuri berdasarkan bukti transfer, mutasi rekening, dan kesepakatan para pihak.
Menurut perhitungannya, Ara masih memiliki kewajiban transfer sekitar Rp1,3 miliar kepadanya, sedangkan dirinya mengaku memiliki kewajiban pengembalian sekitar Rp1,9 miliar kepada Juanda.
Dugaan Nama Fiktif dan Bantahan Isu Spa
Mourin juga membeberkan awal hubungannya dengan Chester, yang dikenalnya melalui Dewi Nina. Ia mengklaim arisan yang semula bernilai relatif kecil berkembang menjadi perkumpulan dengan slot Rp50 juta hingga Rp500 juta.
Chester dan Aika, menurut Mourin, kerap mengambil nomor atas dalam arisan bernilai besar. Ia bahkan menduga ada unsur kesengajaan yang membuat Arisan Meow mengalami kerusakan, lantaran Chester disebut memiliki arisan sejenis.
Mourin mengaku mempunyai bukti yang menurutnya menunjukkan dugaan penggunaan nama fiktif dalam daftar member, termasuk nama suaminya sendiri. Namun, tudingan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan pembuktian lebih lanjut.
Di tengah silang sengkarut dana, Mourin turut membantah tudingan bahwa uang arisan mengalir ke tempat spa yang dikaitkan dengan dirinya.
“Tidak ada sama sekali. Tempat spa yang dituduhkan kepada saya itu bukan punya saya,” tegasnya.
Ia juga membantah informasi di media sosial yang menyebut dirinya sebagai “ani-ani Kapolda”. Mourin mengaku telah melaporkan sejumlah akun yang diduga menyebarkan informasi tidak benar, termasuk akun @kep_alakeluarga.
Laporan bernomor LP/B/1364/X/SPKT/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 12 Oktober 2026 itu, menurut Mourin, kini ditangani Unit Siber Polda Jawa Timur.
Mourin berharap kepolisian mengusut seluruh persoalan Arisan Meow, mulai dari dugaan kerugian dana hingga laporan terkait informasi yang dinilainya mencemarkan nama baik.
“Saya sangat berharap Polda Jawa Timur bisa mengusut tuntas semua kasus ini sesuai prosedur. Laporan dan berita hoaks yang beredar sangat menghancurkan reputasi dan membunuh karakter saya,” pungkasnya. HUM/BOY
