By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Demokrasi Indonesia Disorot Alami “Slipping Down”, Senator Lia: Kembalikan Arah Demokrasi ke Nilai Pancasila
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Headlines

Demokrasi Indonesia Disorot Alami “Slipping Down”, Senator Lia: Kembalikan Arah Demokrasi ke Nilai Pancasila

By Redaktur Minggu, 15 Mar 2026
Share
Anggota DPD RI, dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo, Lia Istifhama.
Anggota DPD RI, dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo, Lia Istifhama.

SURABAYA, Slentingan.com — Kualitas demokrasi Indonesia dinilai menghadapi gejala kemunduran yang tidak selalu terlihat di permukaan. Fenomena ini dikenal sebagai “slipping down democracy”.

Yakni sebuah kondisi ketika demokrasi tampak stabil secara politik, namun perlahan mengalami penurunan kualitas dalam praktiknya.

Isu tersebut menjadi sorotan dalam Focus Group Discussion (FGD) Badan Pengkajian MPR RI yang mengangkat tema penguatan demokrasi berbasis Pancasila.

Diskusi ini mempertemukan kalangan akademisi dan pembuat kebijakan untuk mengupas arah demokrasi Indonesia di tengah dinamika politik yang terus berubah.

Sejumlah tokoh hadir sebagai panelis, mulai dari pengamat politik , akademisi , hingga politisi nasional serta anggota DPD RI .

Dalam forum tersebut, Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia menilai tantangan demokrasi Indonesia saat ini tidak hanya soal sistem, tetapi juga menyangkut budaya politik yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga:  Pilkada Serentak 2024, DPRD Surabaya Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih 

Menurutnya, demokrasi bisa saja terlihat berjalan normal secara prosedural, namun secara substansi justru mengalami penurunan kualitas.

“Fenomena slipping down democracy ini harus menjadi perhatian serius. Demokrasi bisa terlihat stabil di permukaan, tetapi kualitasnya perlahan menurun jika nilai-nilai dasarnya tidak dijaga,” kata Ning Lia, Minggu, 15 Maret 2026.

Ia menilai salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah tingginya biaya politik yang berdampak pada kualitas representasi. Dalam banyak kasus, mahalnya proses politik membuat kompetisi lebih didorong oleh kekuatan modal daripada gagasan.

Di sisi lain, Lia juga menyoroti fenomena budaya serba instan (immediacy) di tengah masyarakat yang menuntut hasil cepat dari pemimpin. Pola ini dinilai memperkuat praktik politik pragmatis atau yang ia sebut sebagai “politik saudagar”.

Baca Juga:  Pilkada Serentak 2024, DPRD Surabaya Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih 

Akibatnya, ukuran kepercayaan publik terhadap pemimpin seringkali hanya dilihat dari manfaat jangka pendek, bukan dari visi pembangunan jangka panjang.

“Jika kita bicara kemunduran demokrasi, ini bukan persoalan kecil. Dampaknya sangat besar terhadap masa depan bangsa,” tegasnya.

Melalui diskusi tersebut, para peserta juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali jiwa kenegarawanan (statesmanship) dalam kepemimpinan politik. Demokrasi, menurut mereka, membutuhkan pemimpin yang tidak hanya berpikir untuk kepentingan elektoral lima tahunan, tetapi juga untuk masa depan bangsa.

Menutup pandangannya, Ning Lia menegaskan bahwa demokrasi yang sehat harus melahirkan pemimpin yang memiliki visi lintas generasi.

“Demokrasi membutuhkan pemimpin yang berpikir untuk negara dan generasi berikutnya, bukan sekadar memikirkan kekuasaan,” pungkasnya. HUM/BOY

Baca Juga:  Pilkada Serentak 2024, DPRD Surabaya Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih 
TAGGED: biaya politik tinggi Indonesia, Demokrasi, Demokrasi Indonesia, demokrasi Indonesia menurun, demokrasi Pancasila, FGD Badan Pengkajian MPR RI, Lia Istifhama senator DPD RI, masa depan demokrasi Indonesia, Nilai Pancasila, politik pragmatis Indonesia, Senator Lia, Slipping Down, slipping down democracy Indonesia
Redaktur Minggu, 15 Mar 2026 Minggu, 15 Mar 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Tunjungan, Donasi Ilegal dan Eksploitasi Hewan Dibidik
Tunjungan Romansa Diperketat, Donasi Bermodus Eksploitasi Hewan Dibidik Pemkot Surabaya
Sabtu, 26 Sep 2026
Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan didampingi anggota menunjukkan barang bukti yang diamankan.
Tergiur Rp10 Juta, Dua Remaja Surabaya Jadikan Teman Sekampung Pasar Sabu
Sabtu, 26 Sep 2026
DJP Jawa Timur II menyerahkan tersangka dan barang bukti tindak pidana perpajakan.
Faktur Pajak TBTS Diduga Jadi Jalan, Negara Tekor Rp 996 Juta, Direktur PT TBNP Ditetatapkan Tersangka
Jumat, 25 Sep 2026
Petugas KPK nampak membawa koper sekeluar dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur di Jalan Gayungsari, Surabaya.
KPK Sita Ratusan Juta dari Kanwil BPN Jatim, Diduga Mengalir dari Pemohon hingga Kantah
Jumat, 25 Sep 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Petugas KPK nampak membawa koper sekeluar dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur di Jalan Gayungsari, Surabaya.

KPK Sita Ratusan Juta dari Kanwil BPN Jatim, Diduga Mengalir dari Pemohon hingga Kantah

Jumat, 25 Sep 2026
Suasana di lingkungan Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto.

KPK Sisir Kantah Mojokerto, Lima Jam Bongkar Jejak Kasus Suap HGB, Buntut OTT KPK di Kantah Bogor

Rabu, 23 Sep 2026
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo

KPK Telusuri Dugaan Setoran Jabatan di ATR/BPN, Tiga Ruang Dirjen Digeledah

Jumat, 18 Sep 2026
Fahd A Rafiq dan Kakantah Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung (kanan) ketika digelandang petugas KPK.

Nama Nusron Wahid Terseret, 20 Koper Uang Ratusan Miliar Gegerkan OTT KPK

Rabu, 16 Sep 2026

BERITA POPULER

Wilayah Kerja Meluas, Imigrasi Soekarno-Hatta Perkuat Pengawasan WNA

Kantah Surabaya I dan II Amankan 119 Aset Pemkot Senilai Rp992,7 Miliar

Pasporia Kanim Tanjung Perak Jemput Bola, Warga Gresik Tak Perlu ke Surabaya

KPK Sisir Kantah Mojokerto, Lima Jam Bongkar Jejak Kasus Suap HGB, Buntut OTT KPK di Kantah Bogor

Kemenkum Jatim Petakan Potensi Kekayaan Intelektual Kota Probolinggo

Berita Menarik Lainnya:

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Tunjungan, Donasi Ilegal dan Eksploitasi Hewan Dibidik

Tunjungan Romansa Diperketat, Donasi Bermodus Eksploitasi Hewan Dibidik Pemkot Surabaya

Sabtu, 26 Sep 2026
Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan didampingi anggota menunjukkan barang bukti yang diamankan.

Tergiur Rp10 Juta, Dua Remaja Surabaya Jadikan Teman Sekampung Pasar Sabu

Sabtu, 26 Sep 2026
DJP Jawa Timur II menyerahkan tersangka dan barang bukti tindak pidana perpajakan.

Faktur Pajak TBTS Diduga Jadi Jalan, Negara Tekor Rp 996 Juta, Direktur PT TBNP Ditetatapkan Tersangka

Jumat, 25 Sep 2026
Petugas KPK nampak membawa koper sekeluar dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur di Jalan Gayungsari, Surabaya.

KPK Sita Ratusan Juta dari Kanwil BPN Jatim, Diduga Mengalir dari Pemohon hingga Kantah

Jumat, 25 Sep 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?