By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Kuliner Berbalut Warisan Sejarah, 10 Regentstraat Jadi Nafas Baru Kota Lama Surabaya
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Gaya Hidup

Kuliner Berbalut Warisan Sejarah, 10 Regentstraat Jadi Nafas Baru Kota Lama Surabaya

By Redaktur Jumat, 1 Mei 2026
Share
Foto: Steffiani Setyadji, Direktur 10 Regentstraat bersama Jimmy Saputra, Ceo Pos Bloc pengelola gedung kantor pos Kebon Rojo.
Steffiani Setyadji, Direktur 10 Regentstraat bersama Jimmy Saputra, Ceo Pos Bloc pengelola gedung kantor pos Kebon Rojo.

SURABAYA, Slentingan.com — Hadirnya 10 Regentstraat menjadi penanda kebangkitan ruang bersejarah yang kini disulap menjadi destinasi kuliner sarat makna. Denyut baru di kawasan Kota Lama Surabaya, kini mulai terasa.

Berlokasi di bangunan cagar budaya yang dulunya difungsikan sebagai Kantor Pos Kebon Rojo, tempat ini tak sekadar menawarkan makanan, tetapi juga pengalaman menelusuri jejak sejarah. Konsep yang diusung memadukan pelestarian arsitektur lama dengan geliat ekonomi kreatif berbasis budaya.

Dalam peresmian yang digelar Rabu malam (29/4/2026), pengelola menegaskan komitmen menjaga keaslian bangunan tanpa mengorbankan fungsinya sebagai ruang publik yang hidup dan produktif.

Pengunjung merasakan pengalaman santap malam di tengah pesona bangunan bersejarah, dengan ornamen klasik dan pencahayaan temaram yang menciptakan suasana intim.
Pengunjung merasakan pengalaman santap malam di tengah pesona bangunan bersejarah, dengan ornamen klasik dan pencahayaan temaram yang menciptakan suasana intim.

Direktur 10 Regentstraat, Steffiani Setyadji, mengungkapkan bahwa nama “Regentstraat” bukan sekadar label, melainkan bagian dari identitas historis kawasan.

Baca Juga:  Ini 5 Tempat Wisata Surabaya yang Bisa Dikunjungi Bareng Keluarga

“Nama ini punya nilai sejarah yang kuat. Dulu kawasan ini dikenal sebagai Regentstraat, jalan utama pada masanya. Angka ‘10’ kami tambahkan karena sesuai alamat di Jalan Rajawali nomor 10, supaya mudah dikenali,” jelasnya.

Ia menekankan, makanan menjadi jembatan utama untuk menyampaikan narasi masa lalu kepada pengunjung. Menu yang disajikan merefleksikan akulturasi budaya, mulai dari pengaruh Eropa hingga kekayaan kuliner Nusantara.

“Kami ingin setiap hidangan membawa cerita. Ada menu bercita rasa Belanda seperti bistik lidah dan bitterballen, tapi juga dipadukan dengan kekayaan lokal—mulai olahan ayam, ikan berbumbu khas Manado, hingga siomay Bandung. Jadi dalam satu meja, pengunjung bisa merasakan lintas budaya,” ujarnya.

Baca Juga:  Sesuaikan dengan Lidah Lokal, Ini Alasan Restoran Italia Bisa Bertahan, TuttoBono Sudah 8 Tahun Berdiri

Pandangan serupa disampaikan CEO Pos Bloc Surabaya, Jimmy Saputro, yang melihat kehadiran tempat ini sebagai langkah awal menghidupkan kembali ekosistem bisnis di kawasan Kota Lama.

“Perlu ada yang memulai. Mungkin sekarang belum masif, tapi kalau sudah ada tempat nyaman dengan konsep kuat, pelaku usaha lain pasti ikut bergerak. Ini momentum ‘pecah telur’ untuk Kota Lama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya konservasi bangunan tua sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, nilai sejarah tidak boleh hilang hanya karena modernisasi.

“Bangunan ini sudah berusia ratusan tahun. Kalau bukan kita yang merawat, siapa lagi? Renovasi yang kami lakukan sangat minimal—struktur utama tetap dipertahankan, hanya ditambah pencahayaan agar suasananya lebih hidup,” imbuh Jimmy.

Baca Juga:  30 Tahun, Happy Puppy Berbagi dengan Membagikan 600 Paket Beras 5 Kiloan

Lebih jauh, ia menyebut inisiatif ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam menghidupkan kembali kawasan bersejarah sebagai pusat ekonomi baru yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, 10 Regentstraat merupakan bagian dari Happy Puppy Group, yang juga dikenal melalui restoran legendaris Tutto Bono.

Kehadiran 10 Regentstraat diharapkan tak berhenti sebagai destinasi kuliner semata, melainkan menjadi pemantik lahirnya ruang-ruang kreatif lain di Kota Lama, mengubah wajah kawasan bersejarah menjadi pusat gaya hidup yang edukatif, berkarakter, dan bernilai ekonomi tinggi. HUM/BOY

TAGGED: 10 Regentstraat, Kantor Pos Kebon Rojo, Kota Lama Surabaya, Kuliner, Steffiani Setyadji, Warisan Sejarah
Redaktur Jumat, 1 Mei 2026 Jumat, 1 Mei 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Kepala Bidang Imigrasi KDEI Taipei, Wahyu Wibisono, memastikan WNI yang di Taiwan terlayani dengan baik menyoal pelayanan keimigrasian.
KDEI Taipei Jemput Bola ke Penghu, Perkuat Pelayanan dan Perlindungan WNI
Kamis, 17 Sep 2026
Fahd A Rafiq dan Kakantah Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung (kanan) ketika digelandang petugas KPK.
Nama Nusron Wahid Terseret, 20 Koper Uang Ratusan Miliar Gegerkan OTT KPK
Rabu, 16 Sep 2026
Kakanwil Ditjen Imigrasi Riau, Agung Prianto saat menerima kunjungan Kakanwil Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan.
Kakanwil Ditjenim Kepri Konsolidasikan Imigrasi Kepri-Riau, Pengawasan Orang Asing Diperketat
Senin, 14 Sep 2026
yang ditetapkan di Jakarta, 4 September 2026,
Sambangi Jokowi, Berujung Dipecat: Achmad Hidayat Didepak PDIP
Senin, 14 Sep 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Fahd A Rafiq dan Kakantah Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung (kanan) ketika digelandang petugas KPK.

Nama Nusron Wahid Terseret, 20 Koper Uang Ratusan Miliar Gegerkan OTT KPK

Rabu, 16 Sep 2026

Dari Diklatda ke Panggung Internasional, Dua Kader AMPG Jatim Ikuti Konsolidasi dengan Pemuda UMNO Malaysia

Minggu, 13 Sep 2026
Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia dikawal petugas usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang.

Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Bantah Terima Uang, Tapi Akui Utang Rp11,5 Miliar untuk Pilkada

Minggu, 13 Sep 2026
Kondisi di Bandara Internasional Juanda yang sedang mengalami penundaan keberangkatan pesawat karena kondisi erupsi anak Gunung Krakatau.

Erupsi Anak Krakatau Merembet ke Juanda, Penerbangan Dibatalkan hingga Ditunda

Minggu, 6 Sep 2026

BERITA POPULER

Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Bantah Terima Uang, Tapi Akui Utang Rp11,5 Miliar untuk Pilkada

Dari Diklatda ke Panggung Internasional, Dua Kader AMPG Jatim Ikuti Konsolidasi dengan Pemuda UMNO Malaysia

Kakanwil Ditjenim Kepri Konsolidasikan Imigrasi Kepri-Riau, Pengawasan Orang Asing Diperketat

Imigrasi Semarang Dekatkan Layanan Izin Tinggal ke KEK Kendal

Sinyal Golkar untuk Arif Fathoni di Pilwali 2029, Konsolidasi dan Kursi Jadi Kunci

Berita Menarik Lainnya:

Kepala Bidang Imigrasi KDEI Taipei, Wahyu Wibisono, memastikan WNI yang di Taiwan terlayani dengan baik menyoal pelayanan keimigrasian.

KDEI Taipei Jemput Bola ke Penghu, Perkuat Pelayanan dan Perlindungan WNI

Kamis, 17 Sep 2026
Fahd A Rafiq dan Kakantah Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung (kanan) ketika digelandang petugas KPK.

Nama Nusron Wahid Terseret, 20 Koper Uang Ratusan Miliar Gegerkan OTT KPK

Rabu, 16 Sep 2026
Kakanwil Ditjen Imigrasi Riau, Agung Prianto saat menerima kunjungan Kakanwil Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan.

Kakanwil Ditjenim Kepri Konsolidasikan Imigrasi Kepri-Riau, Pengawasan Orang Asing Diperketat

Senin, 14 Sep 2026
yang ditetapkan di Jakarta, 4 September 2026,

Sambangi Jokowi, Berujung Dipecat: Achmad Hidayat Didepak PDIP

Senin, 14 Sep 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?