By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Obrak-Abrik PKL Surabaya Tuai Protes, DPRD Surabaya: Jangan Matikan Wong Cilik Tanpa Solusi!
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Headlines

Obrak-Abrik PKL Surabaya Tuai Protes, DPRD Surabaya: Jangan Matikan Wong Cilik Tanpa Solusi!

By Admin Senin, 18 Mei 2026
Share
Anggota Komisi D, Imam Syafii, secara tegas mengkritik obrakan PKL di Surabaya.
Anggota Komisi D, Imam Syafii, secara tegas mengkritik obrakan PKL di Surabaya.

SURABAYA, Slentingan.com — Gelombang penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang digencarkan Pemerintah Kota Surabaya menuai kritik keras.

Alih-alih menata, langkah ini dinilai lebih menyerupai “operasi bersih-bersih” yang justru mengorbankan denyut ekonomi rakyat kecil.

Di berbagai sudut kota, wajah Surabaya memang berubah drastis. Kawasan yang dulu hidup oleh geliat kuliner kini mendadak sunyi.

Seperti di sekitar Danau Unesa, Lidah Wetan. Area yang biasanya ramai pemburu kuliner malam kini lengang tanpa jejak. Lapak-lapak PKL hilang, digantikan penjagaan ketat Satpol PP dan spanduk larangan berjualan sejak 1 Mei 2026.

Tertib? Ya. Tapi di balik itu, ada ekonomi yang ikut “dibersihkan”.

Keluhan pun bermunculan. Warga dan pelanggan setia PKL mengaku kehilangan ruang kuliner sekaligus pilihan ekonomi rakyat.

“Seharusnya ditata, bukan langsung digusur. Ini usaha kecil, bukan pelanggaran besar,” keluh salah satu warga.

Baca Juga:  Anggota Komisi D DPRD Surabaya Sidak Sekolah

Namun potret berbeda justru terlihat di Jalan Kedungdoro. Di sana, PKL masih menjamur di bahu jalan dan kerap dituding sebagai penyebab kemacetan.

Sementara di Jalan Stasiun Wonokromo, penertiban total berhasil membuat kawasan steril, bahkan dijaga pos pantau permanen agar pedagang tak kembali.

Kondisi yang timpang ini memicu sorotan tajam dari DPRD Kota Surabaya.

Anggota Komisi D, Imam Syafii, secara tegas mengkritik pendekatan yang dinilai terlalu represif. Ia menilai penertiban yang dilakukan saat ini lebih condong pada “obrakan” ketimbang penataan yang berkelanjutan.

“Jangan sampai demi estetika kota, wong cilik justru kehilangan ruang hidup,” tegasnya.

Menurutnya, penegakan Perda tidak boleh berdiri sendiri tanpa solusi nyata. Relokasi layak atau integrasi ke Sentra Wisata Kuliner (SWK) harus menjadi bagian dari kebijakan, bukan sekadar janji.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Beri Klarifikasi Soal Temuan HGB Seluas 656 Hektare di Perairan Timur

Lebih jauh, Imam menyoroti penggunaan anggaran dalam operasi penertiban besar-besaran yang melibatkan aparat dari tingkat kelurahan hingga kota.

“Kita ini lagi tidak punya duit. Masa uang pajak dipakai untuk ngobrak-ngobrak pedagang kecil?” sindirnya.

Ia menegaskan, masyarakat membayar pajak bukan untuk mematikan usaha kecil, melainkan untuk menciptakan sistem ekonomi yang lebih baik dan tertata.

Ironi pun muncul. Di saat negara belum mampu menyediakan lapangan kerja yang cukup, warga justru berinisiatif membuka usaha sendiri. Namun ketika usaha itu berjalan, mereka malah dihadapkan pada penggusuran tanpa kepastian relokasi.

“Kesannya dihabisi, bukan ditata,” ujarnya.

Dari sisi pedagang, dampaknya jelas terasa. Selain kehilangan tempat berjualan, mereka juga merugi akibat barang yang rusak atau disita, bahkan kehilangan penghasilan harian.

Imam pun meminta Pemkot lebih bijak dan tidak menyamaratakan semua PKL. Ia membedakan antara pelaku yang memanfaatkan aset negara secara ilegal untuk keuntungan besar, dengan pedagang kecil yang sekadar mencari nafkah di ruang terbatas.

Baca Juga:  Evaluasi DTSEN Jangan Jadi Formalitas, DPRD Surabaya: Jangan Sampai Warga Miskin Dicoret dari Bansos

Ia mengusulkan pendekatan yang lebih manusiawi:

  • PKL di saluran air diberi toleransi selama tidak memicu banjir
  • PKL di bahu jalan diatur jam operasional agar tidak mengganggu lalu lintas

Contoh penataan yang dianggap berhasil, menurutnya, adalah kawasan Kedungdoro.

“Pagi sampai sore toko buka, malam giliran PKL kuliner. Itu namanya penataan, bukan penggusuran,” jelasnya.

DPRD menegaskan, mereka tidak menolak ketertiban kota. Namun mereka menolak keras pendekatan yang kering solusi dan mengabaikan aspek kemanusiaan.

Penertiban tanpa solusi, bagi mereka, bukan penataan, melainkan penghapusan ruang hidup rakyat kecil.

“Kalau ditata saya setuju. Tapi kalau diobrak tanpa solusi, saya keberatan,” pungkas Imam. HUM/BOY

TAGGED: #surabaya, DPRD SURABAYA, Penertiban PKL Surabaya, Penggusuran PKL Surabaya, PKL Surabaya, Satpol PP Surabaya
Admin Senin, 18 Mei 2026 Senin, 18 Mei 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Para peserta Focus Group Discussion (FGD) soal perkawinan campur yang digelar Imigrasi Semarang.
Nikah Beda Kewarganegaraan Tak Berhenti di Buku Nikah, Imigrasi Semarang Bedah Keruwetan Status Anak hingga Izin Tinggal
Jumat, 21 Agu 2026
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung upacara yang digelar di depan Monumen Perjuangan Polri, Jalan Polisi Istimewa, Tegalsari, Surabaya.
Hari Juang Polri 2026 di Surabaya, Kapolri Bacakan Proklamasi Polisi: Dari Surabaya untuk Republik
Jumat, 21 Agu 2026
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, mendampingi Kakanwil Ditjen Imigrasi DK Jakarta, Pamuji Raharja (kiri) menyerahkan cenderamata kepada perwakilan Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng.
Imigrasi Soekarno-Hatta Perkuat Benteng Warga Duri Kosambi dari TPPO dan TPPM
Jumat, 21 Agu 2026
Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri saat memberikan cinderamat dalam kegiatan edukasi kepada pelajar SMAN 1 Jombang.
Jangan Tergiur Jalan Pintas ke Luar Negeri, Imigrasi Kediri Bongkar Jebakan TPPO di SMAN 1 Jombang
Kamis, 20 Agu 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya

Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya: INDONESIA HARUS BANGKIT

Minggu, 19 Jul 2026
Suasana rapat koordinasi bersama Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Senin (15/6).

Selamatkan Aset Negara, Kakanwil BPN Jatim Hadiri Rapat Koordinasi di Jakarta

Selasa, 16 Jun 2026
Anggota DPR RI Dapil Surabaya–Sidoarjo, Adela Kanasya Adies, dengan menyalurkan 46 kambing dan 5 sapi kurban kepada warga.

Tegaskan Kepedulian Nyata, Adela Kanasya Adies Salurkan Kurban di Surabaya-Sidoarjo,

Jumat, 29 Mei 2026
Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, memastikan pelayanan Makkah Route berjalan lancar tanpa hambatan.

Makkah Route Tanpa Hambatan, Imigrasi Surabaya Sekaligus Sikat 18 Calon Haji Ilegal Berbayar Ratusan Juta

Senin, 18 Mei 2026

BERITA POPULER

Kemenimipas Buka 405 Formasi Poltekimipas 2026, Seleksi Tegas Tanpa Bayar dan Tanpa Jalur Titipan

14.673 Narapidana di Jawa Timur Terima Remisi HUT RI, 85 Anak Binaan Dapat Pengurangan Masa Pidana

Tirakatan Kemerdekaan di Bulak Rukem Timur: Dari Khidmat, Tawa, hingga Semarak Kembang Api

Khofifah: Jangan Jadikan Kemerdekaan Sekadar Seremoni, Saatnya Hadir untuk Sesama

HUT ke-81 RI, ATR/BPN Gebrak Layanan Pertanahan: Kantah Gresik Dituntut Pangkas Birokrasi

Berita Menarik Lainnya:

Para peserta Focus Group Discussion (FGD) soal perkawinan campur yang digelar Imigrasi Semarang.

Nikah Beda Kewarganegaraan Tak Berhenti di Buku Nikah, Imigrasi Semarang Bedah Keruwetan Status Anak hingga Izin Tinggal

Jumat, 21 Agu 2026
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung upacara yang digelar di depan Monumen Perjuangan Polri, Jalan Polisi Istimewa, Tegalsari, Surabaya.

Hari Juang Polri 2026 di Surabaya, Kapolri Bacakan Proklamasi Polisi: Dari Surabaya untuk Republik

Jumat, 21 Agu 2026
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, mendampingi Kakanwil Ditjen Imigrasi DK Jakarta, Pamuji Raharja (kiri) menyerahkan cenderamata kepada perwakilan Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng.

Imigrasi Soekarno-Hatta Perkuat Benteng Warga Duri Kosambi dari TPPO dan TPPM

Jumat, 21 Agu 2026
Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri saat memberikan cinderamat dalam kegiatan edukasi kepada pelajar SMAN 1 Jombang.

Jangan Tergiur Jalan Pintas ke Luar Negeri, Imigrasi Kediri Bongkar Jebakan TPPO di SMAN 1 Jombang

Kamis, 20 Agu 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?