By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: JAPFA Bangun Pengalaman Belajar Anak tentang Pangan, Limbah, dan Pertanian Berkelanjutan
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Ekbis

JAPFA Bangun Pengalaman Belajar Anak tentang Pangan, Limbah, dan Pertanian Berkelanjutan

By Admin Kamis, 3 Sep 2026
Share
Taman Pintar Juanda JAPFA kini didorong menjadi ruang pembelajaran langsung tentang bagaimana pangan diproduksi, limbah dikelola, hingga tanah dipulihkan.
Taman Pintar Juanda JAPFA kini didorong menjadi ruang pembelajaran langsung tentang bagaimana pangan diproduksi, limbah dikelola, hingga tanah dipulihkan.

SIDOARJO, Slentingan.com – Taman Pintar Juanda JAPFA tak sekadar menawarkan ruang bermain dan belajar bagi anak-anak. Kawasan edukasi yang mulai dibuka untuk kunjungan siswa sejak akhir Agustus 2026.

Contents
Dari Limbah Jadi ManfaatTak Berhenti di Pelatihan

Taman itu kini didorong menjadi ruang pembelajaran langsung tentang bagaimana pangan diproduksi, limbah dikelola, hingga tanah dipulihkan.

Konsep regenerative agriculture menjadi salah satu pendekatan yang diperkuat PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) dalam pengelolaan kawasan tersebut.

Bersama Sow N Tell, JAPFA menggelar pelatihan bagi pengelola Taman Pintar Juanda JAPFA pada 20–21 Agustus 2026. Pelatihan tidak hanya membahas teknik budidaya, tetapi juga bagaimana pertanian, peternakan, pengelolaan limbah, dan kesuburan tanah dapat berjalan dalam satu siklus yang saling mendukung.

Sederhananya, apa yang sebelumnya dianggap sebagai limbah tidak serta-merta berakhir sebagai sampah. Sisa dari aktivitas pertanian maupun peternakan diarahkan untuk dimanfaatkan kembali sehingga dapat memberi nilai guna sekaligus membantu menjaga kualitas tanah.

Project Manager Regenerative Agriculture Sow N Tell, Fahmi Aliyudin Khairi, mengatakan pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjadikan Taman Pintar Juanda JAPFA sebagai ruang edukasi pertanian yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Wawali Armuji Yakin Ganjar Pranowo Mampu Kuasai Strategi Kedaulatan Pangan

“Model regenerative agriculture di Taman Pintar Juanda JAPFA mampu menjadi lahan edukasi untuk pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Limbah dari budidaya peternakan ayam, peternakan kelinci, maupun limbah pertanian dapat dimanfaatkan untuk membantu mengembalikan kondisi dan kesuburan tanah,” ujar Fahmi.

Menurut dia, konsep tersebut akan semakin mudah dipahami anak-anak karena mereka dapat melihat sekaligus mempraktikkan prosesnya secara langsung.

Taman Pintar Juanda JAPFA memiliki sejumlah area tematik yang dirancang sebagai sarana pembelajaran berbasis pengalaman. Di antaranya area pengenalan pancaindra, Food Forest untuk mengenal tanaman pangan, serta Kitchen Garden yang memperkenalkan tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur.

“Selain itu, terdapat berbagai pojok taman yang bisa digunakan sebagai sarana edukasi untuk pengenalan pancaindra, budidaya tanaman pangan di Food Forest, serta tanaman untuk kebutuhan dapur seperti di Kitchen Garden,” jelas Fahmi.

Dari Limbah Jadi Manfaat

Penguatan konsep keberlanjutan juga menyentuh aspek fisik kawasan. Sebagian besar bangunan dan fasilitas di Taman Pintar Juanda JAPFA menggunakan material bambu. Karena itu, pengelola turut dibekali pengetahuan mengenai cara merawat bambu agar fasilitas dapat bertahan lebih lama.

Pelatihan juga mengenalkan ecoenzyme, yakni pemanfaatan kembali sisa bahan organik agar tidak langsung berakhir sebagai limbah.

Baca Juga:  Wawali Armuji Yakin Ganjar Pranowo Mampu Kuasai Strategi Kedaulatan Pangan

VP-Head of Social Investment JAPFA, R. Artsanti Alif, menegaskan pembangunan dan penataan kembali Taman Pintar Juanda JAPFA bukan semata menghadirkan tempat edukasi baru. Lebih dari itu, kawasan tersebut diharapkan membantu anak-anak memahami kembali dari mana pangan yang mereka konsumsi berasal.

“Dukungan JAPFA untuk membangun dan menata kembali Taman Pintar Juanda JAPFA adalah bagian dari upaya kami untuk mendorong edukasi kepada anak-anak agar mengenali kembali sumber pangan mereka.

Terlebih, pengelolaan pertanian dengan metode regenerative agriculture di Taman Pintar Juanda JAPFA dapat mengajak anak untuk memahami praktik budidaya yang berkelanjutan,” ujar Artsanti melalui sambungan telepon.

Ia menambahkan, keberlanjutan yang dibangun JAPFA tidak berhenti pada aktivitas bercocok tanam.

“Kami juga ingin keberlanjutan di Taman Pintar Juanda JAPFA tidak hanya terlihat dari kegiatan pertaniannya. Karena sebagian besar bangunan di kawasan ini menggunakan bambu, pengelola juga mendapatkan pengetahuan mengenai perawatan bambu agar fasilitas dapat terjaga dan digunakan dalam jangka panjang,” katanya.

“Selain itu, melalui pelatihan ecoenzyme, kami ingin mengenalkan bagaimana sisa bahan organik dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna dan tidak menjadi limbah,” imbuh Artsanti.

Baca Juga:  Wawali Armuji Yakin Ganjar Pranowo Mampu Kuasai Strategi Kedaulatan Pangan

Tak Berhenti di Pelatihan

JAPFA bersama Sow N Tell tidak berhenti pada pemberian materi. Pendampingan pengelolaan lahan akan terus dilakukan hingga akhir 2026.

Langkah ini ditujukan agar pengetahuan yang telah diberikan tidak berhenti sebagai teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam pengelolaan kawasan sehari-hari.

“JAPFA bersama Sow N Tell akan terus mendampingi pengelolaan lahan di Taman Pintar Juanda JAPFA hingga akhir tahun. Pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengelola agar konsep regenerative agriculture, perawatan kawasan, dan pengelolaan limbah berkelanjutan dapat terus diterapkan dan dikembangkan,” tambah Artsanti.

Dengan pendekatan tersebut, Taman Pintar Juanda JAPFA diarahkan bukan hanya sebagai tempat anak-anak mengenal tanaman dan hewan. Kawasan ini juga menjadi semacam laboratorium terbuka, tempat generasi muda melihat langsung bahwa pangan memiliki proses panjang dan bahwa limbah tidak selalu harus berakhir menjadi sampah.

Dari tanah, tanaman, peternakan hingga pengelolaan sisa produksi, semuanya diperkenalkan sebagai satu ekosistem. Pesannya sederhana: menjaga pangan masa depan berarti juga menjaga tanah, mengurangi limbah, dan memahami bagaimana alam bekerja. HUM/BOY

TAGGED: Fahmi Aliyudin Khairi, JAPFA, Laboratorium Terbuka, Limbah, Pangan, Pertanian, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Taman Pintar Juanda
Admin Kamis, 3 Sep 2026 Kamis, 3 Sep 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi prihatin dengan kejadian perundungan pada anak berujung kematian.
Perundungan Bocah Difabel Berujung Kematian, Eri Cahyadi Sentil Orang Tua: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban
Senin, 19 Okt 2026
Kapolrestabes Surabaya memberikan keterangan terkait kasus dugaan bullying yang menyebabkan anak penyandang Down Syndrome meninggal
Bocah Down Syndrome di Surabaya Meninggal Diduga Dibully, Polisi Tetapkan Satu Anak Berstatus ABH
Senin, 19 Okt 2026
Mourin Chienci Lintong, pengelola Arisan Meow buka suara pasca pelaporan para korban arisan.
Arisan Meow Ambruk, Mourin Klaim Rugi Rp4,8 Miliar: 33 Member Disebut Tunggak, Isu Dana ke Spa
Minggu, 18 Okt 2026
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai
DPRD Surabaya Desak Perang Narkoba Tak Berhenti di Penggerebekan, RT/RW Diminta Ikut Bergerak
Sabtu, 17 Okt 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

Aksara Jawa Terancam Dilupakan, Paguyuban Dorong Masuk Kurikulum Sekolah

Tiba di Indonesia, Penumpang Asing Bisa Akses Tiket Whoosh dari All Indonesia

Baru Pertengahan Oktober, PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun! Target 2026 Terlampaui, 5.310 WNA Dideportasi

17.597 Penindakan hingga September, Imigrasi Perketat Pengawasan Digital

Arisan Meow Ambruk, Mourin Klaim Rugi Rp4,8 Miliar: 33 Member Disebut Tunggak, Isu Dana ke Spa

Berita Menarik Lainnya:

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi prihatin dengan kejadian perundungan pada anak berujung kematian.

Perundungan Bocah Difabel Berujung Kematian, Eri Cahyadi Sentil Orang Tua: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban

Senin, 19 Okt 2026
Kapolrestabes Surabaya memberikan keterangan terkait kasus dugaan bullying yang menyebabkan anak penyandang Down Syndrome meninggal

Bocah Down Syndrome di Surabaya Meninggal Diduga Dibully, Polisi Tetapkan Satu Anak Berstatus ABH

Senin, 19 Okt 2026
Mourin Chienci Lintong, pengelola Arisan Meow buka suara pasca pelaporan para korban arisan.

Arisan Meow Ambruk, Mourin Klaim Rugi Rp4,8 Miliar: 33 Member Disebut Tunggak, Isu Dana ke Spa

Minggu, 18 Okt 2026
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai

DPRD Surabaya Desak Perang Narkoba Tak Berhenti di Penggerebekan, RT/RW Diminta Ikut Bergerak

Sabtu, 17 Okt 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?