SURABAYA, Slentingan.com – Tradisi ‘brayakan’ kembali dihidupkan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Surabaya. Sebanyak 2.233 barang dibagikan.
Barang-barang itu dibagikan kepada kader dan keluarga besar TP PKK Kota Surabaya dalam kegiatan PKK Bersholawat, Meraih Cinta dan Syafaat Nabi Muhammad di Convention Hall Surabaya, Rabu (2/9/2026).
Sekitar 1.400 peserta hadir dalam kegiatan tersebut. Barang yang dibagikan cukup beragam, mulai perlengkapan rumah tangga, makanan ringan hingga sabun.
Jumlah bingkisan yang disiapkan bahkan melampaui jumlah peserta. Namun, bagi penyelenggara, brayakan bukan sekadar pembagian barang. Tradisi tersebut menjadi simbol berbagi, kebersamaan, dan gotong royong yang terus dipertahankan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, peringatan Maulid Nabi tidak boleh berhenti pada lantunan sholawat. Keteladanan Rasulullah SAW harus diterjemahkan dalam kehidupan sosial, terutama melalui kepedulian dan keberanian membantu sesama.
“Kalau ingin mendapatkan cinta Rasulullah, tidak cukup hanya banyak bersholawat. Kita juga harus meneladani akhlak beliau, menjaga persaudaraan, menyayangi sesama, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” kata Eri.
Ia meminta kader PKK menjadi mata dan telinga pemerintah di tengah masyarakat. Kedekatan kader dengan warga dinilai penting untuk mendeteksi persoalan sejak dini, termasuk warga yang membutuhkan bantuan.
“PKK harus menjadi ujung tombak untuk menyampaikan mana yang benar, mana yang keliru, dan mana yang masih kurang. Kita harus memastikan program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Eri juga mendorong penguatan budaya infak dan sedekah. Menurutnya, nilai sebuah pemberian bukan diukur dari nominal, melainkan keikhlasan.
Potensi zakat, infak, dan sedekah di Surabaya pun diharapkan dapat dikelola secara optimal untuk memperkuat perlindungan sosial dan membantu warga yang membutuhkan.
“Zakat yang terkumpul di Surabaya harus diprioritaskan untuk membantu warga Surabaya,” ujarnya.
Selain kepedulian sosial, Eri mengingatkan warga agar tidak tinggal diam ketika menemukan praktik yang tidak benar. Menurutnya, keberanian memperbaiki kesalahan juga merupakan bagian dari meneladani Rasulullah SAW.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Surabaya Rini Indriyani mengatakan kegiatan Maulid Nabi tersebut merupakan pelaksanaan keempat. Menurutnya, tradisi brayakan sengaja dipertahankan sebagai bentuk sederhana untuk menumbuhkan budaya berbagi di kalangan kader.
“Yang kita bagikan mungkin sederhana, tetapi semangat berbagi dan kebersamaannya yang ingin kita jaga. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini membawa keberkahan bagi semuanya,” kata Rini.
Ia menegaskan PKK akan terus menjadi mitra Pemkot Surabaya dalam meneruskan berbagai program hingga tingkat keluarga dan lingkungan.
“PKK adalah mitra pemerintah. Apa yang menjadi program pemerintah kami dukung dan kami teruskan sampai ke masyarakat,” pungkasnya. HUM/BOY
