SURABAYA, Slentingan.com – Dampak erupsi Anak Gunung Krakatau kini merembet hingga Jawa Timur. Sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, terpaksa dibatalkan, ditunda, hingga mengalami perubahan jadwal akibat terganggunya rotasi pesawat di sejumlah bandara.
Gangguan operasional tersebut dipicu penyesuaian penerbangan di sejumlah bandara terdampak, termasuk Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Radin Inten II Lampung. Kondisi itu kemudian berdampak pada konektivitas serta pergerakan pesawat menuju dan dari Surabaya.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, membenarkan adanya sejumlah penerbangan yang harus mengalami penyesuaian operasional.
“Berdasarkan kondisi operasional terkini, terdapat penerbangan yang mengalami penyesuaian, baik berupa pembatalan maupun perubahan jadwal,” ujar Tohir dalam keterangannya, Minggu (6/9/2026).
Rute Jakarta–Surabaya menjadi salah satu yang paling terdampak. Sejumlah penerbangan yang dioperasikan Lion Air, Batik Air, Citilink, Pelita Air, hingga Garuda Indonesia masuk dalam daftar penerbangan yang mengalami pembatalan maupun perubahan jadwal.
Dampak gangguan rotasi pesawat juga menjalar ke rute Surabaya–Makassar.
Salah satu penerbangan yang mengalami perubahan jadwal adalah Garuda Indonesia GIA 305 rute Surabaya–Jakarta. Pesawat yang semula dijadwalkan lepas landas pukul 07.05 WIB itu dijadwalkan ulang menjadi pukul 10.15 WIB.
Sementara itu, sejumlah penerbangan lainnya masih berstatus standby, menunggu perkembangan kondisi operasional.
Tohir mengatakan pihak Bandara Juanda terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif bersama maskapai serta seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dampak lanjutan.
“Bandara Internasional Juanda terus melakukan pemantauan serta koordinasi secara intensif bersama maskapai dan stakeholder terkait agar pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal,” ungkapnya.
Di tengah perubahan jadwal tersebut, pengelola Bandara Juanda mengaktifkan layanan service recovery bagi penumpang terdampak. Penumpang yang mengalami penundaan maupun perubahan perjalanan diberikan makanan ringan dan minuman.
Personel Airport Security, Terminal Inspector, hingga Customer Service juga disiagakan di area terminal untuk memberikan informasi serta membantu kebutuhan para penumpang.
Penumpang pun diminta tidak hanya berpatokan pada jadwal keberangkatan awal. Mereka diimbau secara berkala memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai.
Informasi terkini mengenai operasional penerbangan juga dapat diperoleh melalui Contact Center Angkasa Pura Indonesia di nomor 172.
“Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama selama berlangsungnya penyesuaian operasional penerbangan,” tegas Tohir.
Manajemen Bandara Juanda turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang yang terdampak perubahan jadwal akibat efek berantai erupsi Anak Gunung Krakatau.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pengguna jasa,” pungkasnya. HUM/BOY
