By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Jukir Protes Setoran Tunai, Komisi C DPRD Surabaya Desak Dishub Bongkar Celah di Aplikasi Parkir
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Pemerintahan

Jukir Protes Setoran Tunai, Komisi C DPRD Surabaya Desak Dishub Bongkar Celah di Aplikasi Parkir

By Admin Selasa, 1 Sep 2026
Share
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati.

SURABAYA, Slentingan.com – Polemik parkir di Kota Surabaya kembali memanas. Ribuan juru parkir (jukir) yang tergabung dalam Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS) menggeruduk Balai Kota Surabaya, Senin (31/8/2026).

Mereka mempersoalkan sistem pembayaran non-tunai yang dinilai belum sinkron dengan mekanisme setoran retribusi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Di tengah aksi tersebut, Komisi C DPRD Surabaya mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya segera menyempurnakan aplikasi parkir.

Sistem digital itu dinilai belum mampu menghadirkan transparansi dari hulu hingga hilir, mulai dari uang yang dibayarkan masyarakat, pendapatan jukir, hingga setoran retribusi yang masuk ke kas daerah.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati bahkan meminta Dishub tidak sekadar menjadikan aplikasi sebagai alat pembayaran antara jukir dan pengguna jasa.

Menurutnya, sistem tersebut harus terintegrasi langsung dengan Pemkot sehingga setiap transaksi bisa ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.

“Pemerintah harus segera memperbaiki aplikasi yang dipakai untuk jukir dengan pemkot sehingga transparansinya bisa dipertanggungjawabkan. Selama ini aplikasi yang dipakai lebih kepada jukir dengan end user, sehingga jukir merasa tidak ada transparansi dengan pemkot,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Surabaya ini, Senin (31/8/2026).

Baca Juga:  Pimpinan, Anggota DPRD Surabaya Mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA Ke-79

Sorotan kian tajam karena di satu sisi masyarakat telah diarahkan menggunakan pembayaran parkir non-tunai, tetapi di sisi lain jukir disebut masih harus menyerahkan setoran kepada Dishub secara tunai.

Skema inilah yang dipandang berpotensi menimbulkan persoalan. Sebab, ketika uang parkir dari masyarakat masuk melalui sistem digital, jukir justru masih diwajibkan menyiapkan uang tunai untuk memenuhi target setoran.

Jika sistemnya sudah digital, mengapa setoran kepada pemerintah masih harus menggunakan uang tunai? Pertanyaan itu menjadi salah satu inti keresahan para jukir.

Persoalan transparansi tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari adanya aduan terkait dugaan kebocoran retribusi daerah yang sebelumnya ditindaklanjuti Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Aduan itu berkaitan dengan dugaan penyimpangan oleh oknum petugas pemungut setoran parkir atau petugas Katar di lingkungan Dishub Surabaya.

Inspektorat Surabaya pun disebut telah turun menindaklanjuti aduan dan temuan tersebut.

Bagi Aning, kondisi ini seharusnya menjadi alarm keras bagi Pemkot Surabaya untuk membenahi sistem, bukan sekadar menambal persoalan di lapangan.

“Nah, makanya saat pembahasan APBD kita kasih waktu satu minggu kepada Dishub untuk menyempurnakan aplikasinya sehingga tidak ada lagi celah penarikan tunai oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Baca Juga:  Semburan Air Bergas di Sungai Rungkut, Komisi C DPRD Surabaya Dukung Respons Cepat Pemkot

Aning menekankan, digitalisasi parkir tidak boleh berhenti pada hubungan antara masyarakat dan jukir. Sistem harus mampu merekam seluruh aliran transaksi secara terintegrasi hingga ke pemerintah kota.

Dengan begitu, jumlah transaksi yang dibayar masyarakat, pendapatan jukir, besaran kewajiban setoran, hingga retribusi yang masuk ke daerah dapat diketahui secara jelas.

Jukir Pertanyakan Setoran Tunai

Sementara itu, ribuan jukir yang tergabung dalam PJS memadati kawasan Balai Kota Surabaya hingga Senin sore. Mereka datang membawa spanduk, bendera, serta mobil orasi untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Wali Kota Eri Cahyadi.

Sejak sekitar pukul 09.00 WIB, massa berkumpul di gerbang timur Balai Kota. Salah satu tuntutan utama berkaitan dengan penerapan pembayaran parkir non-tunai.

Para jukir mengaku telah menjalankan kebijakan pembayaran non-tunai kepada masyarakat. Namun, pada saat yang sama mereka masih diwajibkan melakukan setoran secara tunai dengan sistem target.

Kondisi tersebut membuat para jukir mempertanyakan bagaimana sebenarnya mekanisme pengelolaan parkir di Surabaya.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Minta Pengelolaan SMA Sederajat Dikembalikan ke Pemkot

Sebab, uang dari pengguna jasa masuk secara non-tunai, sementara jukir tetap dituntut menyediakan uang fisik untuk memenuhi setoran. Bagi jukir, skema tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat digitalisasi parkir yang selama ini digaungkan.

PJS meminta Pemkot Surabaya memberikan kepastian dan membuka secara terang mekanisme pengelolaan tersebut.

Jika sistem non-tunai memang menjadi pilihan, mereka meminta seluruh proses, termasuk setoran retribusi, dilakukan secara non-tunai dan tercatat dalam sistem.

Sebaliknya, apabila mekanisme tunai masih dipertahankan, para jukir meminta Pemkot memberikan kejelasan mengenai pembagian hasil, target setoran, serta jaminan kesejahteraan mereka.

Aning menilai, pembenahan aplikasi menjadi salah satu pintu keluar dari polemik tersebut. Sistem yang benar-benar terintegrasi dinilai mampu menutup ruang transaksi gelap dan mencegah munculnya perbedaan antara uang yang dibayar masyarakat dengan penerimaan yang tercatat pemerintah.

Digitalisasi, kata dia, seharusnya bukan sekadar mengubah cara masyarakat membayar parkir. Lebih dari itu, digitalisasi harus menjadi alat untuk memastikan setiap rupiah retribusi tercatat, terlacak, dan masuk ke kas daerah. HUM/BOY

TAGGED: #Eri Cahyadi, Aning Rahmawati, Aplikasi Parkir, Dinas Perhubungan Surabaya, Dishub Surabaya, DPRD SURABAYA, Jukir, Juru Parkir Surabaya, Komisi C, Paguyuban Juru Parkir Surabaya, PEMKOT SURABAYA, Setoran Tunai
Admin Selasa, 1 Sep 2026 Selasa, 1 Sep 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus, mengobatkan semangat lewat sambutan dihadapan kader AMPG yang mengikuti diklat selama dua hari di Surabaya.
Tak Semua Lolos! Diklatda AMPG Jatim Gugurkan 17 Kader, 113 Siap Hadapi 2029
Senin, 7 Sep 2026
Kondisi Sungai Rolak, Gunungsari yang terlihat berbusa hingga berimbas pada Air PDAM.
Kali Surabaya Tercemar, Air PDAM Berbusa dan Bau Kimia: Warga Jadi Korban
Minggu, 6 Sep 2026
Tim Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur memastikan stok pangan masih dalam kondisi aman dengan mengguyur pasar menggunakan ratusan ton beras SPHP.
BULOG Jatim Pasang Rem untuk Panic Buying, 700 Ton Beras SPHP Diguyur ke Pasar
Minggu, 6 Sep 2026
Kondisi di Bandara Internasional Juanda yang sedang mengalami penundaan keberangkatan pesawat karena kondisi erupsi anak Gunung Krakatau.
Erupsi Anak Krakatau Merembet ke Juanda, Penerbangan Dibatalkan hingga Ditunda
Minggu, 6 Sep 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Kondisi di Bandara Internasional Juanda yang sedang mengalami penundaan keberangkatan pesawat karena kondisi erupsi anak Gunung Krakatau.

Erupsi Anak Krakatau Merembet ke Juanda, Penerbangan Dibatalkan hingga Ditunda

Minggu, 6 Sep 2026
Kepala KDEI Taipei Wahyu Wibosono mendukung penerbitan Surat Keputusan (SK) Tim Kerja sebagai langkah memperkuat koordinasi sekaligus memastikan perlindungan WNI berjalan lebih cepat dan terukur.

KDEI Taipei Perketat Deteksi Dini WNI Overstayer di Taiwan, Penanganan Dibagi 3 Fase

Sabtu, 5 Sep 2026
Wamen BGN RI Mayjen TNI Trenggono saat meninjau penanganan korban dugaan keracunan MBG di Ponpes Mambaul Hikam, Sidoarjo.

748 Terdampak Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Suspend Dapur dan Copot Kepala Dapur

Sabtu, 5 Sep 2026
Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Otto Hasibuan

KUHP, KUHAP, Prof Otto Hasibuan: Ganti Aturan Saja Tak Cukup

Sabtu, 5 Sep 2026

BERITA POPULER

Setoran Parkir Surabaya Dibongkar, Eri Cahyadi Perintahkan Sistem Dibersihkan: Tunai Tak Boleh

Kepala OJK Jatim Yunita Linda Sari Berpulang, Tinggalkan Jejak Panjang di Industri Keuangan

Bank Jatim Sidoarjo Dorong UMKM Naik Kelas, Transaksi Digital Jadi Senjata Baru

Ditjen Pemasyarakatan Jatim Perkuat Tata Kelola Aset Negara, Gandeng DJKN Jawa Timur

6.600 Tukang Sampah Kampung Diusulkan Digaji APBD, DPRD Surabaya: Jangan Hanya TPA Benowo

Berita Menarik Lainnya:

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus, mengobatkan semangat lewat sambutan dihadapan kader AMPG yang mengikuti diklat selama dua hari di Surabaya.

Tak Semua Lolos! Diklatda AMPG Jatim Gugurkan 17 Kader, 113 Siap Hadapi 2029

Senin, 7 Sep 2026
Kondisi Sungai Rolak, Gunungsari yang terlihat berbusa hingga berimbas pada Air PDAM.

Kali Surabaya Tercemar, Air PDAM Berbusa dan Bau Kimia: Warga Jadi Korban

Minggu, 6 Sep 2026
Tim Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur memastikan stok pangan masih dalam kondisi aman dengan mengguyur pasar menggunakan ratusan ton beras SPHP.

BULOG Jatim Pasang Rem untuk Panic Buying, 700 Ton Beras SPHP Diguyur ke Pasar

Minggu, 6 Sep 2026
Kondisi di Bandara Internasional Juanda yang sedang mengalami penundaan keberangkatan pesawat karena kondisi erupsi anak Gunung Krakatau.

Erupsi Anak Krakatau Merembet ke Juanda, Penerbangan Dibatalkan hingga Ditunda

Minggu, 6 Sep 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?