By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: DPRD Surabaya Bongkar Ketimpangan Anggaran Pendidikan Tahun 2027
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Home
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Headlines

DPRD Surabaya Bongkar Ketimpangan Anggaran Pendidikan Tahun 2027

By Admin Kamis, 5 Nov 2026
Share
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dari Partai NasDem, Imam Syafi’i.
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dari Partai NasDem, Imam Syafi’i.

SURABAYA, Slentingan.com – DPRD Surabaya menyoroti anggaran pendidikan di tahun 2027. Wakil rakyat ini melihat ada konstruksi alokasi anggaran pendidikan yang perlu dikritisi

Besarnya anggaran pendidikan dalam RAPBD Kota Surabaya 2027 tersebut tak serta-merta menjamin persoalan pendidikan di Kota Pahlawan inj dapat terselesaikan dengan baik.

Karena sebagian besar dana fungsi pendidikan tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), bukan langsung dikelola Dinas Pendidikan.

Sorotan itu mencuat dalam rapat kerja Komisi D DPRD Surabaya bersama jajaran OPD, Kamis, 5 Nopember 2026. Dewan mempertanyakan apakah klaim alokasi pendidikan yang menembus 22 persen dari belanja daerah benar-benar berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, mengungkapkan anggaran yang dikelola Dinas Pendidikan hanya sekitar Rp2,05 triliun atau 16 persen dari total belanja daerah. Sementara angka pemenuhan mandatory spending pendidikan diklaim telah melampaui ketentuan minimal 20 persen.

Baca Juga:  Surabaya Raih KLA Utama untuk Ketujuh Kalinya, Bukti Nyata Kota Ramah Anak

Persoalannya, sisa alokasi tersebut justru tersebar di berbagai dinas dengan program yang relevansinya terhadap kebutuhan pendidikan masih dipertanyakan.

Sejumlah kegiatan di Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, Sekretariat Daerah, Dinas Sosial, hingga Dinas Ketahanan Pangan ikut diperhitungkan sebagai fungsi pendidikan. Bahkan, terdapat anggaran pelatihan petani sebesar Rp2,78 miliar yang masuk dalam klasifikasi tersebut.

“Kalau memang ada begitu banyak pilihan kegiatan yang bisa dimasukkan dalam fungsi pendidikan, mengapa tidak diprioritaskan program yang dampaknya langsung dirasakan siswa dan sekolah?,” kritik Imam.

Menurut politikus Partai NasDem itu, pemerintah tidak seharusnya hanya mengejar pemenuhan angka administratif. Sebab, ukuran keberhasilan anggaran pendidikan semestinya terlihat dari membaiknya akses belajar, kualitas tenaga pendidik, serta kelayakan fasilitas sekolah.

Ironisnya, sejumlah persoalan mendasar pendidikan Surabaya masih belum tuntas. Anak putus sekolah, ijazah yang tertahan, keluarga miskin kesulitan membeli seragam, hingga fasilitas sekolah yang membutuhkan perbaikan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah kota.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Desak Sanksi Tegas Perusakan Cagar Budaya

Kekurangan tenaga pendidik juga belum teratasi. Surabaya diperkirakan masih membutuhkan sekitar 1.800 guru. Rencana perekrutan lulusan sarjana pendidikan bersertifikat PPG sebagai guru magang dengan honor awal Rp2,5 juta hingga bertahap Rp5 juta pun perlu dipastikan mampu menjawab kebutuhan riil sekolah.

Persoalan infrastruktur tak kalah mendesak. Imam menyinggung kerusakan pada sejumlah bagian bangunan SMP Negeri 1 Surabaya yang belum masuk daftar renovasi. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kebutuhan dasar sekolah seharusnya tidak kalah prioritas dibanding program lintas OPD.

Komisi D juga menyoroti penyerapan anggaran. Meski realisasi belanja Dinas Pendidikan telah mencapai sekitar 90 persen, sejumlah OPD lain yang turut menyumbang angka fungsi pendidikan masih menunjukkan penyerapan relatif rendah.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Sikat PKL dan Pasar Tumpah: Trotoar Dikembalikan, Pedagang Direlokasi

“Jangan sampai pemerintah bangga menyebut anggaran pendidikan sudah 22 persen lebih, tetapi ketika diperiksa realisasinya, belum tentu benar-benar terserap sesuai target,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, Komisi D mendorong tambahan anggaran Rp31 miliar untuk Dinas Pendidikan dalam RAPBD 2027 yang diproyeksikan mencapai Rp12,825 triliun. Tambahan itu diharapkan memperkuat layanan pendidikan tanpa memangkas insentif guru maupun bantuan pendidikan yang selama ini sudah berjalan.

Bagi DPRD, persoalan pendidikan bukan sekadar memenuhi persentase anggaran. Yang jauh lebih penting adalah memastikan uang rakyat benar-benar hadir di ruang kelas, memperbaiki sekolah yang rusak, memenuhi kebutuhan guru, dan mencegah anak-anak kehilangan hak untuk mengenyam pendidikan.

Sebab, anggaran pendidikan boleh besar di atas kertas, tetapi jika persoalan sekolah dan peserta didik tetap terbengkalai, angka 22 persen hanya menjadi kebanggaan administratif, bukan keberhasilan pembangunan pendidikan. HUM/BOY

TAGGED: #Dinas Pendidikan, #Komisi D DPRD Surabaya, Anggaran Pendidikan, DPRD SURABAYA, Imam Syafi'i, PEMKOT SURABAYA
Admin Kamis, 5 Nov 2026 Kamis, 5 Nov 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Kepala Kantor Imigrasi Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra (kiri), pada acara sosialisasi pengawasan orang asing.
Imigrasi Kediri Perketat Pengawasan Orang Asing di Empat Daerah
Rabu, 4 Nov 2026
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati
DPRD Surabaya Sentil Dishub, Ganjil-Genap Terancam Bikin Gaduh
Selasa, 3 Nov 2026
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni
DPRD Surabaya Minta Penertiban Gudang Buah Tanjungsari Ditunda, Hindari Gesekan Massa
Sabtu, 24 Okt 2026
Petugas memeriksa dokumen milik FD, WN asal Syuria yang diduga bermaslah dengan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggal.
Diduga Manipulasi Data ITAS Investor, WNA Suriah di Juanda Masuk Detensi
Sabtu, 24 Okt 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

DPRD Surabaya Sentil Dishub, Ganjil-Genap Terancam Bikin Gaduh

Imigrasi Kediri Perketat Pengawasan Orang Asing di Empat Daerah

Berita Menarik Lainnya:

Kepala Kantor Imigrasi Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra (kiri), pada acara sosialisasi pengawasan orang asing.

Imigrasi Kediri Perketat Pengawasan Orang Asing di Empat Daerah

Rabu, 4 Nov 2026
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati

DPRD Surabaya Sentil Dishub, Ganjil-Genap Terancam Bikin Gaduh

Selasa, 3 Nov 2026
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni

DPRD Surabaya Minta Penertiban Gudang Buah Tanjungsari Ditunda, Hindari Gesekan Massa

Sabtu, 24 Okt 2026
Petugas memeriksa dokumen milik FD, WN asal Syuria yang diduga bermaslah dengan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin tinggal.

Diduga Manipulasi Data ITAS Investor, WNA Suriah di Juanda Masuk Detensi

Sabtu, 24 Okt 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?