By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: DPRD Surabaya Soroti Halte Tak Layak, Pemkot Diminta Jangan Hanya Tambah Armada
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Home
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Pemerintahan

DPRD Surabaya Soroti Halte Tak Layak, Pemkot Diminta Jangan Hanya Tambah Armada

By Admin Sabtu, 7 Nov 2026
Share
Laila Mufidah
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah, dari Fraksi Kebangkitan Bangsa.

SURABAYA, Slentingan.com – Penambahan armada transportasi publik di Surabaya dinilai belum cukup jika tidak dibarengi pembenahan fasilitas pendukung.

Ironisnya, di tengah upaya Pemkot Surabaya mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum, masih banyak halte yang justru jauh dari kata layak.

Kondisi tersebut mendapat sorotan Wakil Ketua DPRD Surabaya, Laila Mufidah. Ia mendesak Pemkot Surabaya segera melakukan revitalisasi halte yang selama ini belum memberikan kenyamanan dan perlindungan bagi penumpang.

Menurut Laila, masih banyak halte yang sekadar menjadi titik pemberhentian bus tanpa fasilitas memadai. Bahkan, penumpang harus rela berdiri di bawah terik matahari atau kehujanan saat menunggu kedatangan armada.

“Peneduh panas atau pelindung hujan nyaris sulit dinikmati di halte sebagian besar Surabaya. Ada beberapa memang cukup nyaman dan bagus,” ungkap Laila.

Baca Juga:  Sambut Libur Lebaran, Komisi C DPRD Surabaya Minta Wahana Wisata Diasesmen

Politikus PKB tersebut menyebut halte yang relatif representatif masih terkonsentrasi di kawasan protokol, seperti Jalan Basuki Rahmat, Jalan Raya Darmo, dan Kaliasin. Sementara di sejumlah wilayah lain, fasilitasnya hanya berupa tiang penanda bus stop tanpa atap maupun tempat duduk.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah titik pemberhentian di seberang Kebun Binatang Surabaya (KBS). Kondisinya dinilai belum mencerminkan standar fasilitas transportasi publik yang semestinya disediakan kota metropolitan.

Laila menegaskan, halte bukan sekadar tempat bus menaikkan dan menurunkan penumpang. Fasilitas tersebut merupakan bagian penting dari pelayanan transportasi publik yang harus menjamin kenyamanan sekaligus keselamatan masyarakat.

Tak hanya persoalan fisik, ia juga meminta Dishub melengkapi setiap halte dengan informasi rute, jalur perjalanan, serta jadwal kedatangan armada. Keberadaan aplikasi Gobis, menurutnya, tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan informasi langsung di lokasi.

Baca Juga:  Distribusi Air Tersendat, DPRD Surabaya “Semprot” PDAM: Jangan Cuma Survei, Harus Ada Aksi!

“Meski sudah ada aplikasi untuk angkutan publik di Surabaya (Gobis), informasi seputar jadwal kedatangan bus dan jalur harus ditampilkan di setiap halte,” tegasnya.

Desakan pembenahan ini semakin relevan seiring meningkatnya layanan transportasi publik. Pemkot Surabaya baru saja menambah 18 unit minibus untuk operasional Wira Wiri, sehingga total armada transportasi umum di bawah Dinas Perhubungan (Dishub) mencapai 107 unit.

Penambahan armada tersebut seharusnya menjadi momentum untuk membenahi seluruh ekosistem transportasi, bukan sekadar memperbanyak kendaraan. Sebab, pelayanan publik tidak berhenti pada tersedianya bus, tetapi juga menyangkut pengalaman penumpang sejak berangkat dari halte hingga tiba di tujuan.

Laila mengingatkan, peningkatan jumlah armada Suroboyo Bus maupun feeder Wira Wiri harus diikuti perbaikan infrastruktur, termasuk kondisi jalan dan fasilitas pemberhentian.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Minta KBS Digeledah, Uang Negara Diduga Hilang Sejak 2013

“Semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan angkutan umum, semakin besar pula tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan sarana pendukung yang memadai,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta Pemkot Surabaya segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap jumlah halte sekaligus memetakan tingkat kelayakannya di seluruh wilayah kota.

Hasil pendataan tersebut harus menjadi dasar penyusunan program revitalisasi yang terukur dan merata, bukan hanya mempercantik halte di jalan-jalan protokol.

Sebab, keberhasilan membangun transportasi publik tidak cukup diukur dari berapa banyak armada yang dibeli atau dioperasikan. Ukuran sesungguhnya adalah sejauh mana masyarakat mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan manusiawi.

Jangan sampai warga terus diajak meninggalkan kendaraan pribadi, tetapi fasilitas dasar untuk menggunakan transportasi umum justru masih diabaikan. HUM/BOY

TAGGED: #Laila Mufidah, #Partai Kebangkitan Bangsa, #PKB, Armada, Dinas Perhubungan, DPRD SURABAYA, Feeder Wira Wiri, PEMKOT SURABAYA, Suroboyo Bus
Admin Sabtu, 7 Nov 2026 Sabtu, 7 Nov 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kanan) menerima cenderamata dari Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko.
Buronan Internasional Tak Lagi Mudah Lolos, Polri-Imigrasi Aktifkan Sistem Interpol 196 Negara
Sabtu, 7 Nov 2026
Para peserta Sosialisasi Sinergi Pemantauan dan Pengawasan Orang Asing di Convention Hall Siola Lantai 4, Surabaya, berfoto bersama.
Pengawasan Orang Asing Tak Bisa Setengah Hati, Imigrasi Juanda Libatkan Pengelola Apartemen
Jumat, 6 Nov 2026
Mourin Chienci Lintong, pemilik arisan Meow
Owner Arisan Meow Ditahan Polda Jatim, Kerugian Rp4,07 Miliar Disorot
Kamis, 5 Nov 2026
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dari Partai NasDem, Imam Syafi’i.
DPRD Surabaya Bongkar Ketimpangan Anggaran Pendidikan Tahun 2027
Kamis, 5 Nov 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

DPRD Surabaya Sentil Dishub, Ganjil-Genap Terancam Bikin Gaduh

Imigrasi Kediri Perketat Pengawasan Orang Asing di Empat Daerah

DPRD Surabaya Bongkar Ketimpangan Anggaran Pendidikan Tahun 2027

Owner Arisan Meow Ditahan Polda Jatim, Kerugian Rp4,07 Miliar Disorot

Pengawasan Orang Asing Tak Bisa Setengah Hati, Imigrasi Juanda Libatkan Pengelola Apartemen

Berita Menarik Lainnya:

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kanan) menerima cenderamata dari Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko.

Buronan Internasional Tak Lagi Mudah Lolos, Polri-Imigrasi Aktifkan Sistem Interpol 196 Negara

Sabtu, 7 Nov 2026
Para peserta Sosialisasi Sinergi Pemantauan dan Pengawasan Orang Asing di Convention Hall Siola Lantai 4, Surabaya, berfoto bersama.

Pengawasan Orang Asing Tak Bisa Setengah Hati, Imigrasi Juanda Libatkan Pengelola Apartemen

Jumat, 6 Nov 2026
Mourin Chienci Lintong, pemilik arisan Meow

Owner Arisan Meow Ditahan Polda Jatim, Kerugian Rp4,07 Miliar Disorot

Kamis, 5 Nov 2026
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dari Partai NasDem, Imam Syafi’i.

DPRD Surabaya Bongkar Ketimpangan Anggaran Pendidikan Tahun 2027

Kamis, 5 Nov 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?