By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: DPRD Surabaya Menggugat: Surat Ijo Jadi Simbol Ketidakadilan, Negara Diminta Berhenti “Melawan” Rakyat
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Politik

DPRD Surabaya Menggugat: Surat Ijo Jadi Simbol Ketidakadilan, Negara Diminta Berhenti “Melawan” Rakyat

By Redaktur Rabu, 15 Apr 2026
Share
Anggota DPRD Komisi C yang juga Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya, Josiah Michael menyerahkan rekomendasi dan kronologis berbagai kasus tanah di Surabaya ke Komisi II DPR RI yang membidangi pertanahan.
Anggota DPRD Komisi C yang juga Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya, Josiah Michael menyerahkan rekomendasi dan kronologis berbagai kasus tanah di Surabaya ke Komisi II DPR RI yang membidangi pertanahan.

SURABAYA, Slentingan.com — Ketimpangan tata kelola pertanahan kian memanas. DPRD Surabaya melontarkan kritik tajam terhadap negara yang dinilai gagal menghadirkan keadilan agraria.

Lewat surat resmi ke DPR RI, mendesak pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Reformasi Agraria Nasional, langkah darurat untuk membongkar carut-marut konflik tanah yang tak kunjung selesai.

Menurut Josiah, realitas di lapangan menunjukkan wajah buram pengelolaan agraria: tumpang tindih kepemilikan, status tanah yang abu-abu, hingga warga yang terus berada di posisi lemah.

Ia menilai negara belum benar-benar menjalankan amanat konstitusi, terutama Pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960.

“Negara belum hadir secara utuh. Yang terjadi justru ketidakpastian dan konflik berkepanjangan,” tegasnya.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Sentil Jalan Tambak Lumpang: Kota Metropolitan, Akses Warga Masih Tanah Berlumpur

Di Surabaya, konflik pertanahan tak lagi sederhana. Warga kerap berhadapan langsung dengan entitas besar, mulai dari pemerintah daerah hingga BUMN seperti dan . Ironisnya, negara yang seharusnya melindungi justru kerap menjadi pihak yang berseberangan dengan rakyat.

Sorotan paling tajam mengarah pada polemik Surat Ijo atau Izin Pemakaian Tanah (IPT). Skema ini dinilai menjadi simbol ketidakadilan struktural. Data menunjukkan, persoalan ini menghantam sekitar 14.000 kepala keluarga—lebih dari 500.000 jiwa, dengan cakupan lahan mencapai 14 juta meter persegi.

Warga tak hanya menghadapi ketidakpastian status, tetapi juga beban ganda: membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sekaligus retribusi IPT.
“Ini jelas tidak adil. Rakyat dipaksa menanggung dua kewajiban atas tanah yang statusnya sendiri tidak pasti,” ujar Josiah.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Soroti Kegagalan Sistemik Pemkot Tutup Lokalisasi Moroseneng

Tak berhenti di situ, kinerja (BPN) ikut disorot keras. Lembaga ini dinilai pasif, bahkan cenderung menghindar saat konflik melibatkan aset pemerintah atau BUMN.

“BPN seharusnya jadi garda terdepan penyelesaian konflik, bukan justru terkesan cuci tangan,” kritiknya.

Contoh nyata muncul di wilayah Kupang Jaya. Rencana pencabutan Surat Ijo secara sepihak untuk proyek bozem dinilai tidak transparan dan berpotensi merampas hak warga tanpa kompensasi yang layak. Kebijakan semacam ini dinilai mempertegas ketimpangan relasi antara negara dan masyarakat.

Melalui dorongan pembentukan Pansus di tingkat pusat, DPRD Surabaya menuntut langkah konkret: audit nasional pertanahan, penguatan peran BPN, hingga skema konversi IPT menjadi hak milik bagi warga.

Baca Juga:  Grounbreaking RS Surabaya Timur, Komisi D DPRD Surabaya Harap Selesai Tepat Waktu

Peringatannya tegas, jika konflik agraria terus dibiarkan, Indonesia berpotensi menghadapi ledakan krisis sosial.

“Negara tidak boleh kalah oleh birokrasi sendiri, apalagi sampai mengalahkan rakyatnya. Reformasi agraria bukan pilihan, ini keharusan,” pungkas Josiah. HUM/BOY

TAGGED: Badan Pertanahan Nasional, DPRD SURABAYA, Ijin Pemakaian Tanah, Kasus Tanah, Komisi II DPR RI, Pertanahan, Reformasi Agraria, Surat Ijo
Redaktur Rabu, 15 Apr 2026 Rabu, 15 Apr 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan TPPO, Kombespol Ganis Setyaningrum menjadi pembicara sosialisasi perdagangan orang.
Perdagangan Orang Kian Licin, Imigrasi Jatim Perketat Barisan Lintas Sektor
Rabu, 15 Apr 2026
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, melakukan sidak ke gudang mesin pembakar sampah milik PT Unicomindo Perdana di kawasan Keputih, Kecamatan Sukolilo.
Armuji Sidak Gudang Insinerator Mangkrak, Fakta Lama Berujung Denda Rp104 Miliar
Senin, 13 Apr 2026
Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto (Guswin), didampingi Kabid Tikkim Rio, Kasi Pengawasan Renza dan Kasi Penindakan Regi menjelaskan hasil Operasi Wirawaspada 2026.
Kedok Turis Terbongkar! 3 WN Tiongkok Nyambi Kerja di Pabrik, Imigrasi Siapkan Deportasi
Senin, 13 Apr 2026
Kepala Sub Seksi Intelijen Keimigrasian, Dian Syahputra Lubis, sosialisasi di Desa Binaan Imigrasi di wilayah, Panceng, Gresik.
Imigrasi Tanjung Perak Perluas “Radar” hingga Desa, Dalegan Disiapkan Jadi Garda Depan Lawan TPPO
Senin, 13 Apr 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Petugas imigrasi di seluruh Indonesia tetap memberikan pelayanan keimigrasian meski diterapkan secara WFH setiap hari Jumat.

Jumat WFH, Imigrasi Tetap Ngebut! Hendarsam: Layanan Tak Boleh Kendor Seinci Pun

Jumat, 10 Apr 2026
Brigjenpol Yuldi Yusman

Era Yuldi Yusman: PNBP Imigrasi Pecah Rekor, Pelanggar Tak Diberi Ruang

Kamis, 2 Apr 2026
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, didampingi Kakanwil Ditjen Imigrasi DK Jakarta Pamuji Rahardja dan Kakanim Soekarno-Hatta Galuh Priya Perdhana menggelar konferensi pers.

Imigrasi Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Dunia, Bukti Layanan RI Tak Lagi Kelas Dua

Selasa, 24 Mar 2026
Anggota DPD RI, dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo, Lia Istifhama.

Demokrasi Indonesia Disorot Alami “Slipping Down”, Senator Lia: Kembalikan Arah Demokrasi ke Nilai Pancasila

Minggu, 15 Mar 2026

BERITA POPULER

Imigrasi Pasang Mata Elang! Mega Proyek Melamin Terbesar RI di JIIPE Dikawal Ketat, TKA Tak Bisa Sembarangan 

Dikejar Tagihan Rp104 M, DPRD Surabaya Libatkan KPK dan Kejagung, Kasus Utang Sampah Memanas

Digasak Tanpa Ampun, 19 Kasus Narkoba Dibongkar, 25 Tersangka Diciduk Polresta Sidoarjo

Jumat WFH, Imigrasi Tetap Ngebut! Hendarsam: Layanan Tak Boleh Kendor Seinci Pun

Imigrasi Tanjung Perak Perluas “Radar” hingga Desa, Dalegan Disiapkan Jadi Garda Depan Lawan TPPO

Berita Menarik Lainnya:

Direktur Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan TPPO, Kombespol Ganis Setyaningrum menjadi pembicara sosialisasi perdagangan orang.

Perdagangan Orang Kian Licin, Imigrasi Jatim Perketat Barisan Lintas Sektor

Rabu, 15 Apr 2026
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, melakukan sidak ke gudang mesin pembakar sampah milik PT Unicomindo Perdana di kawasan Keputih, Kecamatan Sukolilo.

Armuji Sidak Gudang Insinerator Mangkrak, Fakta Lama Berujung Denda Rp104 Miliar

Senin, 13 Apr 2026
Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto (Guswin), didampingi Kabid Tikkim Rio, Kasi Pengawasan Renza dan Kasi Penindakan Regi menjelaskan hasil Operasi Wirawaspada 2026.

Kedok Turis Terbongkar! 3 WN Tiongkok Nyambi Kerja di Pabrik, Imigrasi Siapkan Deportasi

Senin, 13 Apr 2026
Kepala Sub Seksi Intelijen Keimigrasian, Dian Syahputra Lubis, sosialisasi di Desa Binaan Imigrasi di wilayah, Panceng, Gresik.

Imigrasi Tanjung Perak Perluas “Radar” hingga Desa, Dalegan Disiapkan Jadi Garda Depan Lawan TPPO

Senin, 13 Apr 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?