By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Mufakat Buntu, Muktamar NU Siapkan Voting untuk Tentukan Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Politik

Mufakat Buntu, Muktamar NU Siapkan Voting untuk Tentukan Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU

By Admin Sabtu, 29 Agu 2026
Share
Asrorun Niam Sholeh, Pimpinan Sidang Komisi Organisasi kegiatan Muktamar ke-35 PBNU memberikan keterangan kepada wartawan.
Asrorun Niam Sholeh, Pimpinan Sidang Komisi Organisasi kegiatan Muktamar ke-35 PBNU memberikan keterangan kepada wartawan.

JOMBANG, Slentingan.com – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mulai memasuki fase krusial. Sidang Pleno III belum berhasil menemukan titik temu soal mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kebuntuan itu membuat forum akhirnya mengarah pada pemungutan suara (voting) untuk menentukan mekanisme pemilihan orang nomor satu di jajaran tanfidziyah PBNU.

Voting dijadwalkan berlangsung Sabtu (29/8/2026) pukul 19.00 WIB. Hak suara akan diwakili ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), serta Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU).

Dua pilihan mekanisme yang sebelumnya mengemuka menjadi sumber perdebatan dalam forum. Perbedaan pandangan tersebut bermula dari pembahasan di Sidang Komisi Organisasi yang tak kunjung mengerucut pada satu keputusan.

Pimpinan Sidang Komisi Organisasi, Asrorun Niam Sholeh, menjelaskan pembahasan mengenai persyaratan pencalonan telah disepakati untuk dibuat lebih terbuka, selama tetap memenuhi ketentuan pokok dalam AD/ART NU.

Baca Juga:  Prabowo dan Gibran Bagi Tugas Hadiri Acara Muhammadiyah & NU pada 24 November 2023

Namun, pembahasan mekanisme pemilihan justru menjadi bagian paling alot.

Menurut Asrorun, pembahasan sempat dihentikan sejak malam dan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi setelah agenda lainnya diselesaikan. Dari pembahasan tersebut, muncul dua opsi yang kini harus dipilih forum.

Opsi pertama: Ketua Umum PBNU dipilih secara langsung menggunakan sistem satu orang satu suara (one man one vote), dengan tetap mensyaratkan persetujuan Rais Aam terpilih.

Opsi kedua: dilakukan penjaringan melalui PCNU dan PWNU. Masing-masing mengusulkan sejumlah nama untuk ditabulasi, kemudian hasilnya diserahkan kepada Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) untuk menentukan figur yang akan menjadi Ketua Umum PBNU.

“Opsi yang kedua adalah penjaringan melalui PC dan juga wilayah menulis beberapa nama untuk kemudian ditabulasi. Diserahkan kepada Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebagai lembaga yang dibentuk oleh muktamar dan difungsikan untuk kepentingan otoritas memilih,” jelas Asrorun.

Ia menambahkan, AHWA nantinya memiliki kewenangan menentukan pemimpin NU untuk periode lima tahun mendatang, dengan tetap memperhatikan restu dan persetujuan tertulis Rais Aam terpilih.

Baca Juga:  Khofifah-Emil Ziarah ke Makam KH Hasyim Asy’ari dan Gus Dur, Isi Hari Tenang Jelang Pencoblosan

Lima Caketum Dorong AHWA

Ketegangan pembahasan mekanisme pemilihan kembali mencuat dalam Sidang Pleno III yang mengagendakan laporan sekaligus pengesahan hasil sidang komisi.

Salah satu calon Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, tiba-tiba menyampaikan sikap bersama sejumlah kandidat lainnya di hadapan peserta muktamar.

Zulfa menyebut dirinya bersama KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Abdul Ghaffar RoIn (Gus Rozin), KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), dan KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) telah berkomunikasi dan sepakat mendorong mekanisme pemilihan melalui AHWA.

“Saya Zulfa Mustofa, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), KH Abdul Ghaffar RoIn (Gus Rozin), KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) sepakat pemilihan ketua umum dilakukan Ahlul Halli wal Aqdi. Dan saya memohon kepada caketum yang lain agar bisa juga bersepakat seperti kami berlima,” ujarnya.

Baca Juga:  Jalan Sehat Hari Santri 2023 di Gedung Negara Grahadi: Gus Yahya dan Semangat Jihad Santri

Pernyataan tersebut langsung membuat ruang sidang bergemuruh. Dinamika pemilihan Ketum PBNU pun semakin terbuka ke permukaan.

Sekretaris Steering Committee sekaligus pimpinan Sidang Pleno, Prof Mohammad Nuh, kemudian menegaskan bahwa jalan musyawarah tetap menjadi pilihan utama. Namun, forum tidak ingin kebuntuan berlarut-larut.

Peserta muktamar tetap diberi ruang untuk mencapai mufakat. Jika gagal, voting telah disiapkan sebagai mekanisme penentu.

“Sudah mulai ramai ya. Tetap kami tawarkan kepada panjenengan semua. Tapi sekali lagi, enggak usah khawatir kalau enggak ketemu untuk cari mufakat. Kita sudah sepakat, kita sepakat untuk voting, tak usah khawatir, insya Allah pasti dapat,” tegas Mohammad Nuh.

Dengan demikian, pertarungan gagasan mengenai bagaimana Ketum PBNU dipilih kini memasuki babak penentuan. Bukan hanya nama kandidat yang menjadi perhatian, tetapi mekanisme pemilihannya pun harus diputuskan lebih dulu melalui suara muktamirin. HUM/BAD

TAGGED: #Nahdlatul Ulama, #NU, Asrorun Niam Sholeh, Jombang, Ketum PBNU, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, Muktamar NU, PBNU, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Prof Mohammad Nuh, Tambakberas
Admin Sabtu, 29 Agu 2026 Sabtu, 29 Agu 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Imigrasi mencapai Rp 8,68 triliun atau 101,88 persen dari target pemerintah sepanjang 2026.
Baru Pertengahan Oktober, PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun! Target 2026 Terlampaui, 5.310 WNA Dideportasi
Rabu, 14 Okt 2026
Achmad Hidayat dan sejumlah kader PDI-P Surabaya menunjukkan KTA Partai Solidaritas Indonesia.
Usai Dipecat PDI-P, Achmad Hidayat Sebut Pengurus DPC Ikut Gabung PSI
Senin, 12 Okt 2026
Penampilan ludruk modern versi Komunitas Tombo Ati, Jombang.
Festival Ludruk Surabaya 2026 Dorong Regenerasi Seniman dan Pelestarian Budaya
Minggu, 11 Okt 2026
Mourin Chienci Lintong saat hadir dalam kegiatan hearing oleh Komisi B DPRD Surabaya pada bulan Juli lalu.
Arisan Meow Rugikan Korban Rp 3,5 Miliar, Mourin Dilaporkan ke Polda Jatim, Transfer Rp 2,725 Miliar Disorot
Sabtu, 10 Okt 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

Nusron Wahid Mangkir Dipanggil KPK, Agenda Internal Kementerian ATR/BPN Jadi Alasan

13 Kepala Dinas Berganti dalam Setahun, Eri Cahyadi: Target Tak Tercapai, Jabatan Bisa Berganti

Lima Tahun Pascamerger, Teluk Lamong Dongkrak Arus Peti Kemas hingga 2,18 Juta TEUs

BPN Jatim dan Pemkot Surabaya Perkuat Pengamanan Aset, Konsinyasi Pagesangan Dibahas

Arisan Meow Rugikan Korban Rp 3,5 Miliar, Mourin Dilaporkan ke Polda Jatim, Transfer Rp 2,725 Miliar Disorot

Berita Menarik Lainnya:

Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Imigrasi mencapai Rp 8,68 triliun atau 101,88 persen dari target pemerintah sepanjang 2026.

Baru Pertengahan Oktober, PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,68 Triliun! Target 2026 Terlampaui, 5.310 WNA Dideportasi

Rabu, 14 Okt 2026
Achmad Hidayat dan sejumlah kader PDI-P Surabaya menunjukkan KTA Partai Solidaritas Indonesia.

Usai Dipecat PDI-P, Achmad Hidayat Sebut Pengurus DPC Ikut Gabung PSI

Senin, 12 Okt 2026
Penampilan ludruk modern versi Komunitas Tombo Ati, Jombang.

Festival Ludruk Surabaya 2026 Dorong Regenerasi Seniman dan Pelestarian Budaya

Minggu, 11 Okt 2026
Mourin Chienci Lintong saat hadir dalam kegiatan hearing oleh Komisi B DPRD Surabaya pada bulan Juli lalu.

Arisan Meow Rugikan Korban Rp 3,5 Miliar, Mourin Dilaporkan ke Polda Jatim, Transfer Rp 2,725 Miliar Disorot

Sabtu, 10 Okt 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?