By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Kuasa Hukum Kekerasan Seksual Oleh Bos Restoran Korea Menduga Korban Lebih dari Dua
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Hukum

Kuasa Hukum Kekerasan Seksual Oleh Bos Restoran Korea Menduga Korban Lebih dari Dua

By Admin Minggu, 23 Agu 2026
Share
Gambar ILUSTRASI...

SURABAYA, Slentingan.com – Dua perempuan telah melaporkan bos Restoran Korea Son Ga di kawasan Jalan Mayjend HR Muhammad, Surabaya, terkait dugaan kekerasan seksual. Namun, perkara ini diduga tidak berhenti pada dua korban.

Kuasa hukum korban, Vena Naftalia, menyebut pihaknya memperoleh informasi bahwa terdapat korban lain yang diduga mengalami kejadian serupa.

Persoalannya, mereka masih memilih diam karena takut berhadapan dengan proses hukum maupun konsekuensi setelah laporan dibuat.

Dua laporan tersebut mengarah kepada orang yang sama, yakni SSY, warga negara Korea Selatan yang disebut tinggal di kawasan Perumahan Graha Family Blok O, Wiyung.

Korban pertama, MAD (28), warga Kebonsari, melapor ke Polrestabes Surabaya pada 29 Juli 2026. Laporan tersebut tercatat dalam tanda bukti lapor nomor TBL/B/VII/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

Baca Juga:  Jajaran Polrestabes Surabaya Pastikan Perayaan Paskah Aman dan Kondusif

Sedangkan SUF (24), seorang asisten rumah tangga asal Poncokusumo, Kabupaten Malang, membuat laporan pada 6 Agustus 2026 dengan nomor LP/B/1613/VIII/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

“Dua korban sudah laporan di Polrestabes Surabaya. Sebetulnya korbannya itu banyak. Kita tahu karena ada rekamannya. Tapi itu belum kita konfirmasi pada seluruh korban,” kata Vena saat dikonfirmasi Memorandum, Jumat (14/8).

Menurut Vena, keberanian korban lain untuk melapor masih terbentur ketakutan. Mereka khawatir proses hukum justru membuat kehidupan mereka semakin sulit.

“Korban yang lain itu sudah merasa orang nggak punya, orang kecil. Kalau ngelawan kayak gitu banyak yang takut. Kalau kasus ini sampai diproses hukum, mereka kan harus ke sana-kemari, mereka juga butuh hidup,” ujarnya.

Baca Juga:  Edarkan Sabu-Sabu, Pasutri Made Digerebek Polisi

Diduga Tak Hanya Dua Korban

Vena menyebut informasi mengenai korban lain masih terus ditelusuri. Pihaknya belum dapat memastikan jumlah korban secara keseluruhan karena sebagian masih belum bersedia memberikan keterangan secara terbuka.

“Jadi salah satu kendalanya mereka tidak mau direpotkan dengan birokrasi. Mereka juga tidak ada waktu karena disibukkan dengan pekerjaannya,” jelasnya.

Dugaan tersebut membuat persoalan ini menjadi lebih serius. Sebab, jika benar terdapat korban lain yang memilih bungkam, proses pengungkapan kasus dinilai membutuhkan keberanian dan perlindungan terhadap para korban.

Vena juga mengungkapkan adanya dugaan intimidasi yang dialaminya maupun korban. Menurut dia, tekanan tersebut berdampak terhadap kondisi psikologis sejumlah korban.

“Saya aja dapat intimidasi lewat DM. Korban juga dapat intimidasi. Sekarang psikologinya terganggu, emosinya nggak stabil. Ada yang mau bunuh diri,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kemenkumham Jatim Komitmen Berikan Pelayanan Imigrasi Terbaik

Karena itu, Vena mengaku tengah menyusun langkah agar para korban tidak semakin tertekan dan berani mendapatkan perlindungan hukum. HUM/BOS

TAGGED: #imigrasi, #Polrestabes Surabaya, #Warga Negara Asing, Ditjen Imigrasi, Kekerasan Seksual, Kemenimipas, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Polisi, Restoran Korea, Son Ga, Vena Naftalia, WNA
Admin Minggu, 23 Agu 2026 Minggu, 23 Agu 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Panti Asuhan Baitul Yatim
Dugaan Kekerasan Seksual di Panti Asuhan Surabaya, DPRD Surabaya Desak Audit Total Seluruh LKSA
Minggu, 23 Agu 2026
Kuasa hukum korban dugaan pelecehan seksual oleh bos restoran Korea, Vena Naftalia.
Bos Restoran Korea Son Ga di Surabaya Dilaporkan Dugaan Kekerasan Seksual, Polisi Mulai Selidiki
Minggu, 23 Agu 2026
Seorang model mengenakan gaun pernikahan di Pakuwon Indah saat pembukaan pameran pernikahan bergengsi Grand Wedding Fair 2026 by Imperial Ballroom.
Grand Wedding Fair 2026 Gebrak Surabaya, 130+ Vendor Berebut Pasar Pernikahan dan Menu Mewah
Sabtu, 22 Agu 2026
Restoran Korea Son Ga di kawasan HR Muhammad, Surabaya, milik terduga pelaku WN Korea.
Bos Restoran Korea Son Ga Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual Pegawai Wanita
Sabtu, 22 Agu 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya

Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya: INDONESIA HARUS BANGKIT

Minggu, 19 Jul 2026
Suasana rapat koordinasi bersama Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Senin (15/6).

Selamatkan Aset Negara, Kakanwil BPN Jatim Hadiri Rapat Koordinasi di Jakarta

Selasa, 16 Jun 2026
Anggota DPR RI Dapil Surabaya–Sidoarjo, Adela Kanasya Adies, dengan menyalurkan 46 kambing dan 5 sapi kurban kepada warga.

Tegaskan Kepedulian Nyata, Adela Kanasya Adies Salurkan Kurban di Surabaya-Sidoarjo,

Jumat, 29 Mei 2026
Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, memastikan pelayanan Makkah Route berjalan lancar tanpa hambatan.

Makkah Route Tanpa Hambatan, Imigrasi Surabaya Sekaligus Sikat 18 Calon Haji Ilegal Berbayar Ratusan Juta

Senin, 18 Mei 2026

BERITA POPULER

Kemenimipas Buka 405 Formasi Poltekimipas 2026, Seleksi Tegas Tanpa Bayar dan Tanpa Jalur Titipan

WN Afghanistan Dideportasi Kantor Imigrasi Semarang, Datang ke Indonesia untuk Kuliah, Malah Jadi Direktur

14.673 Narapidana di Jawa Timur Terima Remisi HUT RI, 85 Anak Binaan Dapat Pengurangan Masa Pidana

Tirakatan Kemerdekaan di Bulak Rukem Timur: Dari Khidmat, Tawa, hingga Semarak Kembang Api

HUT ke-81 RI, ATR/BPN Gebrak Layanan Pertanahan: Kantah Gresik Dituntut Pangkas Birokrasi

Berita Menarik Lainnya:

Panti Asuhan Baitul Yatim

Dugaan Kekerasan Seksual di Panti Asuhan Surabaya, DPRD Surabaya Desak Audit Total Seluruh LKSA

Minggu, 23 Agu 2026
Kuasa hukum korban dugaan pelecehan seksual oleh bos restoran Korea, Vena Naftalia.

Bos Restoran Korea Son Ga di Surabaya Dilaporkan Dugaan Kekerasan Seksual, Polisi Mulai Selidiki

Minggu, 23 Agu 2026
Seorang model mengenakan gaun pernikahan di Pakuwon Indah saat pembukaan pameran pernikahan bergengsi Grand Wedding Fair 2026 by Imperial Ballroom.

Grand Wedding Fair 2026 Gebrak Surabaya, 130+ Vendor Berebut Pasar Pernikahan dan Menu Mewah

Sabtu, 22 Agu 2026
Restoran Korea Son Ga di kawasan HR Muhammad, Surabaya, milik terduga pelaku WN Korea.

Bos Restoran Korea Son Ga Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual Pegawai Wanita

Sabtu, 22 Agu 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?