By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Muktamar NU Memanas, Gus Salam Sebut Peserta Lelah dan Tertekan: Ada Intimidasi hingga Politik Uang
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Headlines

Muktamar NU Memanas, Gus Salam Sebut Peserta Lelah dan Tertekan: Ada Intimidasi hingga Politik Uang

By Admin Minggu, 30 Agu 2026
Share
Kandidat Ketua Umum PBNU, KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam, saat menggelar konferensi pers di Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Sabtu (29/8/2026).
Kandidat Ketua Umum PBNU, KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam, saat menggelar konferensi pers di Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Sabtu (29/8/2026).

JOMBANG, Slentingan.com – Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dinilai telah memasuki fase yang mengkhawatirkan. Bukan lagi sekadar tarik-menarik gagasan soal masa depan jam’iyyah, dinamika di arena muktamar disebut telah membuat sebagian peserta kelelahan secara fisik maupun mental.

Kritik keras itu disampaikan kandidat Ketua Umum PBNU, KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam, saat menggelar konferensi pers di Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Gus Salam menilai suasana muktamar yang semestinya menjadi ruang aman untuk bermusyawarah justru berubah menjadi arena penuh tekanan dan manuver politik.

“Muktamirin dari PWNU, PCNU se-Indonesia dan PCINU luar negeri yang semestinya merasa nyaman, aman dan semangat bermusyawarah demi jam’iyyah justru merasa sangat lelah, lemas, dan kehabisan tenaga secara fisik dan mental akibat tekanan konflik tajam PBNU di arena muktamar,” tegasnya.

Menurut Gus Salam, kondisi tersebut telah menggerus substansi muktamar sebagai forum tertinggi organisasi. Atmosfer permusyawaratan yang idealnya menghadirkan ketenangan dan kegembiraan, kata dia, justru tertutup oleh berbagai manuver yang dinilainya tidak sehat.

Baca Juga:  PAN Tunjukkan Sukses sebagai Partai Politik Terbuka

Ia bahkan menyebut situasi tersebut berpotensi meninggalkan trauma psikologis bagi para delegasi dari daerah maupun luar negeri.

“Intimidasi struktural atas nama kuasa PBNU, kepanitiaan dan atau pejabat negara terjadi masif di muktamar. Manipulasi legalitas hak, kedaulatan dan kemandirian PWNU-PCNU-PCINU dijalankan melalui operasi formal prosedural, tetapi merusak substansi dan hakikatnya,” ujarnya.

Gus Salam juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum pejabat dalam dinamika politik di arena muktamar. Ia menegaskan, jika benar ada pejabat yang melakukan manuver politik, tindakan tersebut menurutnya tidak bisa dianggap sebagai representasi kebijakan negara.

“Kita meyakini oknum-oknum pejabat yang ikut bermanuver kotor dan becek dalam muktamar, fully untuk kepentingan pribadi, bukan kemaslahatan negara,” katanya.

Ia juga mengaitkan pernyataannya dengan pesan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pembukaan Muktamar ke-35 NU. Gus Salam meyakini pesan tersebut merupakan sinyal bahwa dinamika selama muktamar menjadi perhatian pemerintah.

Baca Juga:  Perayaan Hari Santri 2023: Turnamen Mini Soccer dan Lomba Layangan Hias di Surabaya oleh PCNU

Di tengah situasi yang memanas itu, Gus Salam menyerukan penghentian seluruh praktik politik yang dinilai mencederai independensi muktamar, termasuk politik uang.

Menurut dia, hak para muktamirin harus dikembalikan sepenuhnya. Mereka harus diberi ruang untuk menentukan arah organisasi secara bebas, independen, bermartabat, dan tanpa tekanan.

“Berikan ruang luas dan bebas bagi peserta muktamar, fungsionaris dan jamaah NU untuk menikmati mekanisme bermuktamar serta berjam’iyyah dengan nyaman, aman dan membahagiakan. Lepaskan mereka berburu berkah jam’iyyah, muassis dan masyayikh NU-Pesantren secara proporsional selama muktamar,” tuturnya.

Di sisi lain, Gus Salam menegaskan pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 bukan sekadar perebutan posisi. Ia mengaku mendapat dorongan dari sejumlah ulama sepuh untuk membawa agenda perubahan mendasar di tubuh PBNU.

Baca Juga:  Politik Uang Marak, KPU Tegaskan Perlu Sanksi Keras Terhadap para Pelaku

Agenda tersebut, antara lain, rekonsiliasi total serta membuka ruang afirmasi kepemimpinan bagi kader NU dari luar Jawa dan diaspora NU di berbagai negara.

“Saya tidak hanya diperintah oleh Masyayikh Sepuh NU-Pesantren untuk berikhtiar menjadi pemimpin PBNU dengan cara santun dan beradab, tetapi juga diberi amanah untuk mengembalikan marwah NU-Ulama serta melakukan rekonsiliasi total dalam khidmah berjam’iyyah NU dan ber-NKRI,” tegasnya.

Gus Salam juga menyatakan komitmen untuk menjaga jarak NU dari politik praktis. Menurutnya, netralitas organisasi merupakan prasyarat penting agar NU tetap berdiri di atas kepentingan umat dan bangsa, bukan terseret dalam kepentingan politik kelompok maupun individu.

Bagi Gus Salam, Muktamar ke-35 bukan sekadar soal siapa yang akan menjadi nahkoda PBNU lima tahun ke depan. Lebih jauh, forum ini menjadi ujian apakah NU mampu mempertahankan marwah, kemandirian, dan tradisi musyawarahnya di tengah tarik-menarik kepentingan kekuasaan. HUM/BOS

TAGGED: #Nahdlatul Ulama, #NU, Gus Salam, Jombang, KH Abdussalam Shohib, Muktamar NU, PBNU, PCINU, PCNU, Politik Uang, Pondok Pesantren Denanyar, Presiden Prabowo Subianto, PWNU
Admin Minggu, 30 Agu 2026 Minggu, 30 Agu 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, memberikan keterangan kepada wartawan berkaitan dengan mekanisme jalur AHWA.
Voting Muktamar NU Memutuskan: Ketua Umum PBNU Dipilih Lewat AHWA
Minggu, 30 Agu 2026
Asrorun Niam Sholeh, Pimpinan Sidang Komisi Organisasi kegiatan Muktamar ke-35 PBNU memberikan keterangan kepada wartawan.
Mufakat Buntu, Muktamar NU Siapkan Voting untuk Tentukan Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU
Sabtu, 29 Agu 2026
Ben Hadjon, Kuasa Hukum SSK memberikan keterangan terkait kliennya yang tersandung kasus dugaan kekerasan seksual.
Bantah Kekerasan Seksual, Bos Son Ga Janji Pulang ke Surabaya: “Saya Tidak Bersalah”
Sabtu, 29 Agu 2026
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Jumat (28/8) malam.
Jatim Sabet Juara Nasional Urusan Sampah, Bukan Sekadar Bersih-Bersih
Sabtu, 29 Agu 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Jumat (28/8) malam.

Jatim Sabet Juara Nasional Urusan Sampah, Bukan Sekadar Bersih-Bersih

Sabtu, 29 Agu 2026
Direktorat Kepatuhan Internal, Direktorat Jenderal Imigrasi

5 Petugas Imigrasi Ngurah Rai Diperiksa, Buntut WN Korea Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Lolos ke Luar Negeri

Sabtu, 29 Agu 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dari Mendagri Tito Karnavian di Hotel Bali Nusa Dua Convention Centre, Jumat (28/8) malam.

Tiga Penghargaan Nasional Diborong Surabaya, Eri Cahyadi: Bukan Sekadar Piala

Sabtu, 29 Agu 2026
Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya

Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya: INDONESIA HARUS BANGKIT

Minggu, 19 Jul 2026

BERITA POPULER

Nyawa Melayang Usai Dugem, DPRD Surabaya Desak RHU Tak Lepas Tangan pada Pengunjung Mabuk

Gedung Mangkrak Jadi Sorotan, Kakanim Henry Wibowo Siapkan Penguatan Layanan Imigrasi Bojonegoro

Muktamar ke-35 NU Tambakberas Jadi Panggung Penentu Arah NU Abad Kedua

Bantuan Gempa NTT Bisa Dikirim Gratis, PELNI-Pelindo Buka Jalur Kemanusiaan dari Surabaya

Mabuk, Tabrak Tiga Kendaraan: Outlander Tanpa SIM-STNK Tewaskan Warga di Surabaya

Berita Menarik Lainnya:

Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, memberikan keterangan kepada wartawan berkaitan dengan mekanisme jalur AHWA.

Voting Muktamar NU Memutuskan: Ketua Umum PBNU Dipilih Lewat AHWA

Minggu, 30 Agu 2026
Asrorun Niam Sholeh, Pimpinan Sidang Komisi Organisasi kegiatan Muktamar ke-35 PBNU memberikan keterangan kepada wartawan.

Mufakat Buntu, Muktamar NU Siapkan Voting untuk Tentukan Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU

Sabtu, 29 Agu 2026
Ben Hadjon, Kuasa Hukum SSK memberikan keterangan terkait kliennya yang tersandung kasus dugaan kekerasan seksual.

Bantah Kekerasan Seksual, Bos Son Ga Janji Pulang ke Surabaya: “Saya Tidak Bersalah”

Sabtu, 29 Agu 2026
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Jumat (28/8) malam.

Jatim Sabet Juara Nasional Urusan Sampah, Bukan Sekadar Bersih-Bersih

Sabtu, 29 Agu 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?