By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Voting Muktamar NU Memutuskan: Ketua Umum PBNU Dipilih Lewat AHWA
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Indeks

Voting Muktamar NU Memutuskan: Ketua Umum PBNU Dipilih Lewat AHWA

By Admin Minggu, 30 Agu 2026
Share
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, memberikan keterangan kepada wartawan berkaitan dengan mekanisme jalur AHWA.
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, memberikan keterangan kepada wartawan berkaitan dengan mekanisme jalur AHWA.

JOMBANG, Slentingan.com – Perdebatan panjang soal mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya menemui titik terang. Muktamar ke-35 NU memutuskan mengubah mekanisme pemilihan dari sistem one man one vote menjadi Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Keputusan tersebut lahir melalui voting yang berlangsung hingga Minggu (30/8/2026) dini hari. Mayoritas peserta muktamar memilih opsi B yang mengatur perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.

Hasil penghitungan menunjukkan 401 peserta menyetujui perubahan mekanisme, sedangkan 150 peserta memilih mempertahankan sistem sebelumnya. Satu suara dinyatakan tidak sah.

Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, mengatakan voting menjadi jalan keluar setelah pembahasan di Komisi Organisasi tidak menghasilkan kesepakatan antara dua opsi yang mengemuka.

Baca Juga:  Pengusaha Kopi Rempah Kediri Dibegal Rampok Bersenpi

“401 menyetujui untuk dilakukan perubahan mekanisme pemilihan ketua umum, 150 berkeinginan tetap, dan satu suara tidak sah,” kata M. Nuh.

Dengan keputusan tersebut, arah pemilihan Ketua Umum PBNU berubah. Namun, M. Nuh menegaskan hasil voting baru menetapkan prinsip mekanismenya. Detail teknis pemilihan masih akan dimatangkan dalam sidang lanjutan.

“Besok dengan hasil ini kita akan melanjutkan pembahasan lebih teknis lagi tentang mekanisme pemilihan ketua umum. Insyaallah besok pagi bisa kita rampungkan,” ujarnya.

Dalam rancangan opsi B, setiap Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Cabang (PC), dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) berhak mengusulkan maksimal lima nama calon Ketua Umum PBNU.

Seluruh nama yang masuk kemudian ditabulasi. Lima kandidat dengan perolehan dukungan terbanyak selanjutnya diserahkan kepada Rais Aam terpilih.

Baca Juga:  Khofifah-Emil Ziarah ke Makam KH Hasyim Asy’ari dan Gus Dur, Isi Hari Tenang Jelang Pencoblosan

Namun, masuknya nama dalam lima besar belum otomatis menjadikan seseorang sebagai calon yang melangkah ke tahap berikutnya. Kelima nama tersebut harus lebih dulu memperoleh persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih, sekaligus menyatakan kesediaan menjalankan komitmen yang disepakati.

“Dari lima yang terbesar atau terbanyak tadi itu, disampaikan kepada Rais Aam terpilih untuk mendapatkan restu, dan dia harus janji untuk seperti pakta integritas seperti itu,” jelas M. Nuh.

Setelah mendapat persetujuan, lima nama tersebut akan masuk ke tahap pembahasan melalui mekanisme AHWA. Artinya, rangkaian pemilihan Ketua Umum PBNU sangat bergantung pada tahapan sebelumnya, termasuk penetapan Rais Aam.

M. Nuh menjelaskan proses akan diawali dengan tabulasi untuk menentukan anggota AHWA. Mereka kemudian bermusyawarah untuk menetapkan Rais Aam.

Baca Juga:  Surabaya Jadi Pusat Peringatan Hari Santri, PBNU: Jangan Ada Politisasi

“Begitu selesai, kita awali dulu dengan tabulasi penentuan AHWA. Hasilnya, AHWA akan bersidang atau bermusyawarah untuk menetapkan siapa Rais Aam-nya,” katanya.

Setelah Rais Aam terpilih, barulah proses pemilihan Ketua Umum PBNU dilanjutkan. Dengan demikian, Muktamar ke-35 NU kini memasuki fase penentuan kepemimpinan organisasi dengan mekanisme baru yang telah diputuskan mayoritas peserta.

“Pertama Rais Aam dulu, baru setelah Rais Aam dilanjutkan untuk Ketua PBNU,” pungkas M. Nuh. HUM/BOY 

TAGGED: Ahlul Halli wal Aqdi, AHWA, Jombang, Mohammad Nuh, Muktamar ke-35 NU, Muktamar NU, PBNU, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Tambakberas
Admin Minggu, 30 Agu 2026 Minggu, 30 Agu 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Asrorun Niam Sholeh, Pimpinan Sidang Komisi Organisasi kegiatan Muktamar ke-35 PBNU memberikan keterangan kepada wartawan.
Mufakat Buntu, Muktamar NU Siapkan Voting untuk Tentukan Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU
Sabtu, 29 Agu 2026
Ben Hadjon, Kuasa Hukum SSK memberikan keterangan terkait kliennya yang tersandung kasus dugaan kekerasan seksual.
Bantah Kekerasan Seksual, Bos Son Ga Janji Pulang ke Surabaya: “Saya Tidak Bersalah”
Sabtu, 29 Agu 2026
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Jumat (28/8) malam.
Jatim Sabet Juara Nasional Urusan Sampah, Bukan Sekadar Bersih-Bersih
Sabtu, 29 Agu 2026
Ketua Umum KODRAT Jawa Timur Bambang Haryo Soekartono (dua dari kanan) saat menghadiri Kejurnas Tarung Derajat Antarpelajar.
BHS Cup III Bukan Sekadar Adu Pukul, Bibit Jawara Tarung Derajat Mulai Ditempa
Sabtu, 29 Agu 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Jumat (28/8) malam.

Jatim Sabet Juara Nasional Urusan Sampah, Bukan Sekadar Bersih-Bersih

Sabtu, 29 Agu 2026
Direktorat Kepatuhan Internal, Direktorat Jenderal Imigrasi

5 Petugas Imigrasi Ngurah Rai Diperiksa, Buntut WN Korea Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Lolos ke Luar Negeri

Sabtu, 29 Agu 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dari Mendagri Tito Karnavian di Hotel Bali Nusa Dua Convention Centre, Jumat (28/8) malam.

Tiga Penghargaan Nasional Diborong Surabaya, Eri Cahyadi: Bukan Sekadar Piala

Sabtu, 29 Agu 2026
Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya

Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya: INDONESIA HARUS BANGKIT

Minggu, 19 Jul 2026

BERITA POPULER

Nyawa Melayang Usai Dugem, DPRD Surabaya Desak RHU Tak Lepas Tangan pada Pengunjung Mabuk

Gedung Mangkrak Jadi Sorotan, Kakanim Henry Wibowo Siapkan Penguatan Layanan Imigrasi Bojonegoro

Muktamar ke-35 NU Tambakberas Jadi Panggung Penentu Arah NU Abad Kedua

Bantuan Gempa NTT Bisa Dikirim Gratis, PELNI-Pelindo Buka Jalur Kemanusiaan dari Surabaya

Mabuk, Tabrak Tiga Kendaraan: Outlander Tanpa SIM-STNK Tewaskan Warga di Surabaya

Berita Menarik Lainnya:

Asrorun Niam Sholeh, Pimpinan Sidang Komisi Organisasi kegiatan Muktamar ke-35 PBNU memberikan keterangan kepada wartawan.

Mufakat Buntu, Muktamar NU Siapkan Voting untuk Tentukan Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU

Sabtu, 29 Agu 2026
KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya

LPJ PBNU 2021–2026 Lolos Aklamasi, Gus Yahya Akui Tak Semua Keputusan Sempurna

Jumat, 28 Agu 2026
Ketua Panitia Muktamar ke-35 NU yang juga Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, turun langsung mengecek kesiapan arena di Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Muktamar ke-35 NU Tambakberas Jadi Panggung Penentu Arah NU Abad Kedua

Rabu, 26 Agu 2026
ENR, pengemudi Mitsubishi Outlander putih, ditetapkan tersangka oleh Satlantas Polrestabes Surabaya.

Pengemudi Mabuk Jadi Tersangka, Tabrak Beruntun Tewaskan Satu Orang di Depan Grahadi

Senin, 24 Agu 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?