SIDOARJO, Slentingan.com – Dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo tak cukup hanya dengan membuka ruang promosi.
Akses transaksi yang cepat, mudah, dan berbasis digital juga menjadi kunci agar UMKM mampu berkembang dan menembus pasar yang lebih luas.
Komitmen tersebut ditunjukkan Bank Jatim Cabang Sidoarjo dalam ajang Gebyar UMKM dan Karnaval Gear Ultima yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo di Ramayana Ciplaz Sidoarjo, 28–30 Agustus 2026.
Dalam gelaran tersebut, Bank Jatim tidak hanya hadir sebagai bagian dari kegiatan, tetapi ikut mendorong transformasi transaksi UMKM ke ranah digital.
Pembeli di stan-stan UMKM dapat melakukan pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang difasilitasi Bank Jatim.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperluas penggunaan transaksi non-tunai di kalangan pelaku UMKM.
Dengan pembayaran digital, proses transaksi diharapkan lebih praktis sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk mengikuti perkembangan perilaku konsumen yang semakin bergeser ke sistem pembayaran digital.
Tak berhenti di transaksi, Bank Jatim juga mengambil bagian dalam memberikan apresiasi kepada pelaku UMKM yang mencatatkan performa terbaik selama kegiatan.
Sejumlah kategori lomba disiapkan, di antaranya UMKM dengan omzet terbanyak serta stan dengan jumlah transaksi terbanyak.
Dukungan tersebut mendapat perhatian dalam pembukaan kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana bersama Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo M Hudori.
Pimpinan Bank Jatim Cabang Sidoarjo Suyatno menegaskan, keberpihakan terhadap UMKM merupakan bagian dari komitmen perbankan dalam ikut menggerakkan perekonomian daerah.
Menurut Suyatno, UMKM tidak hanya membutuhkan ruang untuk memperkenalkan produknya. Pelaku usaha juga harus didorong agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam sistem pembayaran.
“Bank Jatim berkomitmen untuk terus membantu pemberdayaan UMKM. Dukungan ini terus kami lakukan hingga saat ini,” ujar Suyatno.
Ia menambahkan, pemanfaatan layanan perbankan dan pembayaran digital diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku UMKM.
Selain memudahkan transaksi dengan konsumen, digitalisasi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
Bagi Bank Jatim Cabang Sidoarjo, keterlibatan dalam Gebyar UMKM bukan sekadar dukungan terhadap sebuah kegiatan.
Sinergi dengan Pemkab Sidoarjo tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh, berkembang, dan naik kelas.
Dengan penguatan ekosistem UMKM, termasuk melalui transaksi digital, sektor usaha rakyat diharapkan semakin mampu menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Kabupaten Sidoarjo. HUM/BOY
