By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Armuji Ambil Alih Tenis Meja Surabaya, Bongkar Carut-Marut Pembinaan dan Bidik Emas Porprov 2027
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Home
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Olahraga

Armuji Ambil Alih Tenis Meja Surabaya, Bongkar Carut-Marut Pembinaan dan Bidik Emas Porprov 2027

By Admin Minggu, 9 Agu 2026
Share
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PTMSI Surabaya dalam Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) di Hotel Leedon, Sabtu (8/8/2026).
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PTMSI Surabaya dalam Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) di Hotel Leedon, Sabtu (8/8/2026).

SURABAYA, Slentingan.com — Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Surabaya memasuki babak baru. Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PTMSI Surabaya dalam Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) di Hotel Leedon, Sabtu (8/8/2026).

Contents
Seleksi Tak Boleh Lagi Diatur-aturPorprov 2027 Jadi Ujian Pertama

Begitu menerima mandat, Armuji tak ingin membuang waktu. Ia langsung menyoroti persoalan lama yang dinilai menjadi biang mandeknya prestasi tenis meja Surabaya: pembinaan dan seleksi atlet yang tidak berjalan secara adil dan transparan.

Cak Ji, sapaan Armuji, bahkan menyebut ada atlet potensial yang justru tersingkir dari sistem. Ironisnya, sejumlah talenta yang lahir dan besar di Surabaya akhirnya memilih membela daerah lain karena merasa tidak mendapatkan ruang untuk berkembang.

“Langkah pertama, kita konsolidasi total. Selama ini banyak yang tidak terakomodasi. Ini harus dibereskan,” tegas Armuji.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar masalah teknis olahraga. Jika dibiarkan, Surabaya justru akan terus kehilangan aset atlet potensial yang seharusnya menjadi kekuatan daerah.

Baca Juga:  Dispendik Minta Maaf Soal Wali Murid Terbebani Rekor MURI Tari Remo

“Banyak atlet bagus tidak pernah ikut seleksi. Mereka akhirnya frustrasi. Ini ironis,” ujarnya.

Armuji menyebut sejumlah atlet Surabaya bahkan akhirnya memperkuat daerah lain, seperti Solo, Yogyakarta hingga Malang. Padahal, kata dia, para atlet tersebut tumbuh dari pembinaan di Kota Pahlawan.

“Padahal mereka besar di Surabaya. Tapi karena tidak diberi ruang, akhirnya direbut daerah lain,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah pertama kepengurusan baru PTMSI Surabaya. Armuji membuka peluang bagi atlet-atlet yang pernah meninggalkan Surabaya untuk kembali memperkuat daerah asalnya.

“Kalau mereka masih mau kembali membela kota kelahirannya, kita tarik lagi. Ini jadi PR besar kami,” tandasnya.

Seleksi Tak Boleh Lagi Diatur-atur

Armuji juga memasang garis tegas dalam tata kelola prestasi. Ia memastikan tidak boleh ada lagi praktik seleksi yang menutup kesempatan atlet hanya karena faktor nonprestasi.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Sorot Pencopotan Lurah Tambak Wedi: Tegas Boleh, Jangan Abaikan Etika Birokrasi

Seleksi harus dibuka secara transparan dan seluruh atlet memiliki kesempatan yang sama untuk membuktikan kemampuan di meja pertandingan.

“Tenis meja itu olahraga prestasi. Menang atau kalah itu jelas. Tidak bisa diatur-atur,” tegasnya.

Seluruh klub dan pengurus yang terdaftar di KONI Surabaya, lanjut Armuji, harus mendapatkan ruang yang sama dalam pembinaan. Tidak boleh ada klub atau atlet yang dianaktirikan.

Menurutnya, potensi tenis meja Surabaya sebenarnya sangat besar. Olahraga tersebut telah mengakar hingga tingkat kampung dan balai RW. Aktivitas pertandingan antarkampung atau tarkam juga terus bermunculan.

“Sekarang pingpong sudah jadi olahraga rakyat. Tarkam di mana-mana, antusiasmenya luar biasa,” ujarnya.

Potensi besar itu, kata Armuji, harus diubah menjadi prestasi. Karena itu, pembenahan organisasi akan diikuti dengan program pembinaan yang lebih terukur, mulai dari penjaringan dan seleksi atlet, pelatihan, kompetisi hingga pembinaan berjenjang.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Armuji Minta Bedah Rumah Lansia Jadi Prioritas

Tidak sekadar ramai di level kampung, PTMSI Surabaya dituntut mampu melahirkan atlet yang mampu berbicara di level Jawa Timur bahkan nasional.

Porprov 2027 Jadi Ujian Pertama

Armuji pun langsung memasang target tinggi. Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 menjadi panggung pembuktian kepengurusan baru PTMSI Surabaya.

Targetnya bukan sekadar tampil atau mengejar medali.

“Tidak ada tawar-menawar. Atlet Surabaya harus juara dan bawa pulang emas,” tegasnya.

Target tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk membuktikan apakah pembenahan yang dijanjikan benar-benar mampu mengembalikan tenis meja Surabaya ke jalur prestasi.

Armuji menegaskan pembinaan tidak bisa dilakukan secara instan. Seleksi dan pelatihan harus dimulai sejak sekarang dengan sistem yang konsisten, terukur dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada atlet potensial.

“Setelah Muskotlub ini, kita langsung gas. Kita siapkan atlet menuju Porprov Jatim 2027,” pungkasnya. HUM/BOY 

TAGGED: #armuji, #surabaya, Disbudporapar, Olahraga, PEMKOT SURABAYA, Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia, Porprov 2027, PTMSI, Tenis Meja Surabaya, Wakil Wali Kota Surabaya
Admin Minggu, 9 Agu 2026 Minggu, 9 Agu 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Sosok Mat Ahmad (tengah), pejuang kemerdekaan asal Surabaya yang kini berusia 104 tahun hadir bersama Taufik Monyong.
Pahlawan Berjuang Tanpa Pamrih, Pengajian Perang Makam WR Soepratman Sentil Pemimpin Soal Kerukunan
Minggu, 8 Nov 2026
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni
DPRD Surabaya Desak Pemkot Jemput Peluang Investasi dan Buka Lapangan Kerja
Minggu, 8 Nov 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kanan) menerima cenderamata dari Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko.
Buronan Internasional Tak Lagi Mudah Lolos, Polri-Imigrasi Aktifkan Sistem Interpol 196 Negara
Sabtu, 7 Nov 2026
Laila Mufidah
DPRD Surabaya Soroti Halte Tak Layak, Pemkot Diminta Jangan Hanya Tambah Armada
Sabtu, 7 Nov 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

DPRD Surabaya Sentil Dishub, Ganjil-Genap Terancam Bikin Gaduh

Owner Arisan Meow Ditahan Polda Jatim, Kerugian Rp4,07 Miliar Disorot

Imigrasi Kediri Perketat Pengawasan Orang Asing di Empat Daerah

DPRD Surabaya Bongkar Ketimpangan Anggaran Pendidikan Tahun 2027

Buronan Internasional Tak Lagi Mudah Lolos, Polri-Imigrasi Aktifkan Sistem Interpol 196 Negara

Berita Menarik Lainnya:

Sosok Mat Ahmad (tengah), pejuang kemerdekaan asal Surabaya yang kini berusia 104 tahun hadir bersama Taufik Monyong.

Pahlawan Berjuang Tanpa Pamrih, Pengajian Perang Makam WR Soepratman Sentil Pemimpin Soal Kerukunan

Minggu, 8 Nov 2026
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni

DPRD Surabaya Desak Pemkot Jemput Peluang Investasi dan Buka Lapangan Kerja

Minggu, 8 Nov 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kanan) menerima cenderamata dari Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko.

Buronan Internasional Tak Lagi Mudah Lolos, Polri-Imigrasi Aktifkan Sistem Interpol 196 Negara

Sabtu, 7 Nov 2026
Laila Mufidah

DPRD Surabaya Soroti Halte Tak Layak, Pemkot Diminta Jangan Hanya Tambah Armada

Sabtu, 7 Nov 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?