BANYUWANGI, Slentingan.com — Lebih dari 19 ribu akun mengikuti perjalanan digital Inez Wistha Salsabila di Instagram. Angka itu menjadi bukti bahwa kreator konten asal Banyuwangi ini mulai membangun pengaruhnya.
Di saat perhatian publik digital masih terpusat pada figur-figur dari kota besar di tengah persaingan media sosial yang semakin ketat, Inez justru menunjukkan bahwa kreator daerah juga mampu membangun audiens secara organik.
Melalui akun Instagram @inezlala_, perempuan muda asal Banyuwangi ini konsisten membagikan aktivitas personal, gaya hidup, dan kesehariannya kepada ribuan pengikut.
Namun, media sosial bagi Inez bukan sekadar ruang untuk mencari popularitas. Ia juga melihat peluang. Popularitas dan jaringan audiens yang dibangun melalui media sosial kemudian dikembangkan ke sektor bisnis.
Inez mengelola akun @preloved_by_inezlalaa, sebuah usaha penjualan pakaian preloved yang menyasar tren fesyen anak muda sekaligus gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa generasi muda saat ini tidak hanya berlomba menjadi terkenal di media sosial.
Mereka juga mulai belajar mengubah perhatian menjadi peluang.
Fenomena seperti Inez Wistha Salsabila menjadi gambaran perubahan dalam ekosistem kreator digital di daerah.
Konten kreator kini tidak harus lahir dari pusat industri hiburan atau kota metropolitan. Mereka tumbuh dari daerah, membangun komunitas sendiri, dan menciptakan pasar melalui kedekatan dengan audiens.
Banyuwangi pun menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi melahirkan figur-figur digital baru.
Bagi Inez, perpaduan antara content creation dan bisnis preloved menjadi langkah yang menarik untuk dicermati.
Personal branding bukan hanya soal membangun citra, tetapi juga bagaimana perhatian dan kepercayaan audiens dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi kreatif.
Di tengah persaingan media sosial yang semakin padat, kehadiran kreator daerah seperti Inez Wistha Salsabila memperlihatkan satu fakta penting: HUM/BOY
