By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Pahlawan Berjuang Tanpa Pamrih, Pengajian Perang di Makam WR Soepratman Sentil Pemimpin Soal Kerukunan
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Home
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Pendidikan

Pahlawan Berjuang Tanpa Pamrih, Pengajian Perang di Makam WR Soepratman Sentil Pemimpin Soal Kerukunan

By Admin Minggu, 8 Nov 2026
Share
Sosok Mat Ahmad (tengah), pejuang kemerdekaan asal Surabaya yang kini berusia 104 tahun hadir bersama Taufik Monyong.
Sosok Mat Ahmad (tengah), pejuang kemerdekaan asal Surabaya yang kini berusia 104 tahun hadir bersama Taufik Monyong.

SURABAYA, Slentingan.com – Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni tahunan, apalagi hanya ritual tabur bunga dan pidato penghormatan. Komunitas Surabaya Membara ingin mengemas dengan berbeda.

Lebih dari itu, perjuangan para pahlawan harus menjadi cermin bagi generasi sekarang, terutama para pemimpin, untuk menjaga persatuan dan mengutamakan kepentingan rakyat.

Pesan kuat itulah yang mengemuka dalam Pengajian Perang yang digelar Surabaya Membara di kompleks makam Pahlawan Nasional Wage Rudolf (WR) Soepratman, menjelang peringatan 10 November.

Kegiatan bernuansa kebangsaan tersebut menghadirkan pejabat setempat, tokoh masyarakat, dan warga. Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Mat Ahmad, pejuang kemerdekaan asal Surabaya yang kini berusia 104 tahun.

Di usianya yang telah menginjak lebih dari satu abad, Mat Ahmad masih menyimpan ingatan tentang kerasnya perjuangan merebut kemerdekaan.

Baca Juga:  Mengenang Momen Hari Pahlawan, Pimpinan Dewan Surabaya Tabur Bunga di TMP

Pengalamannya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hadiah, melainkan hasil pengorbanan jiwa, raga, dan air mata para pejuang.

Tokoh masyarakat sekaligus tokoh spiritual, Taufik Hidayat, menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan seharusnya tidak berhenti pada mengenang masa lalu.

Nilai perjuangan harus diwujudkan dalam kehidupan berbangsa, terutama melalui sikap pemimpin yang mampu menjaga kerukunan.

Ia menyoroti pesan Mat Ahmad tentang pentingnya persatuan. Menurutnya, pemimpin seharusnya menjadi teladan dalam merawat kebersamaan, bukan justru membiarkan perpecahan tumbuh di tengah masyarakat.

“Pesan Pak Mat Ahmad sangat jelas, jaga kerukunan. Seorang pemimpin harus mampu menciptakan kerukunan. Kalau pemimpinnya saja tidak bisa menjaga persatuan, lalu apa yang bisa diteladani masyarakat?” tegas Taufik Hidayat, penggagas Pengajian Perang.

Baca Juga:  APBD Rp12,7 Triliun Disahkan, Fraksi PDIP: Lanjutkan dengan Kerja Nyata

Menurutnya, pesan tersebut sejalan dengan sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia, serta nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Kepemimpinan tidak cukup diukur dari jabatan dan kekuasaan, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan ketenteraman dan persatuan.

Taufik juga mengingatkan bahwa semangat kepahlawanan sejati tidak pernah berorientasi pada jabatan, proyek, uang, maupun keuntungan pribadi.

“Pahlawan itu berjuang tanpa pamrih. Mereka tidak mencari jabatan, posisi, proyek, ataupun keuntungan materi. Mereka mengorbankan segalanya demi kemerdekaan. Semangat seperti inilah yang seharusnya diwarisi, bukan justru menjadikan kekuasaan sebagai tujuan,” tandas pria yang akrab dipanggil Taufik Monyong ini.

Ia pun mendorong pemerintah lebih sering hadir di tengah masyarakat, membuka ruang dialog, sekaligus menghidupkan pendidikan sejarah perjuangan bagi generasi muda.

Baca Juga:  Kakanwil Kemenkumham Jatim Pimpin Upacara Ziarah Rombongan

Salah satu usulnya adalah menggelar pengajian kebangsaan secara rutin di kompleks makam WR Soepratman, minimal sekali dalam sebulan. Kegiatan itu diharapkan menjadi ruang pembelajaran sejarah, bukan sekadar agenda seremonial.

“Anak-anak muda harus diajak datang ke sini. Minimal sebulan sekali pemerintah menggelar pengajian kebangsaan tentang Perang 10 November. Kenalkan mereka kepada para pahlawan, sejarah perjuangannya, dan semangat pengorbanannya,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Surabaya Membara ingin mengingatkan bahwa api perjuangan tidak boleh padam ditelan zaman.

Sebab, menghormati pahlawan bukan hanya dengan menyebut nama mereka setiap 10 November, melainkan meneruskan nilai perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari. HUM/BOY

TAGGED: Berjuang Tanpa Pamrih, Hari Pahlawan, Indonesia Raya, Kerukunan, Makam WR Soepratman, Pahlawan, Pengajian Perang, Surabaya Membara, WR Soepratman
Admin Minggu, 8 Nov 2026 Minggu, 8 Nov 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni
DPRD Surabaya Desak Pemkot Jemput Peluang Investasi dan Buka Lapangan Kerja
Minggu, 8 Nov 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kanan) menerima cenderamata dari Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko.
Buronan Internasional Tak Lagi Mudah Lolos, Polri-Imigrasi Aktifkan Sistem Interpol 196 Negara
Sabtu, 7 Nov 2026
Laila Mufidah
DPRD Surabaya Soroti Halte Tak Layak, Pemkot Diminta Jangan Hanya Tambah Armada
Sabtu, 7 Nov 2026
Para peserta Sosialisasi Sinergi Pemantauan dan Pengawasan Orang Asing di Convention Hall Siola Lantai 4, Surabaya, berfoto bersama.
Pengawasan Orang Asing Tak Bisa Setengah Hati, Imigrasi Juanda Libatkan Pengelola Apartemen
Jumat, 6 Nov 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Inspektur Jenderal Kemenimipas Komjen Pol Rudi Setiawan

Miras di Klaster Mewah Lapas Cibinong Ternyata Milik Napi Korupsi Jimmy Masrin

Selasa, 6 Okt 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuk Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Geser Kapolda Jatim, Dekananto Naik Gantikan Nanang

Sabtu, 3 Okt 2026
18 menteri, wakil menteri, serta pejabat strategis negara dilantik dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Kamis 1 Oktober 2026.

Reshuffle Kabinet Prabowo: 18 Pejabat Bergeser, Listyo Sigit Tinggalkan Kursi Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026
Pegawai Kementerian ATR/BPN mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hantaru 2026.

HANTARU Peduli, 300 Pegawai ATR/BPN Donorkan Darah untuk Sesama

Rabu, 30 Sep 2026

BERITA POPULER

DPRD Surabaya Sentil Dishub, Ganjil-Genap Terancam Bikin Gaduh

Imigrasi Kediri Perketat Pengawasan Orang Asing di Empat Daerah

Owner Arisan Meow Ditahan Polda Jatim, Kerugian Rp4,07 Miliar Disorot

DPRD Surabaya Bongkar Ketimpangan Anggaran Pendidikan Tahun 2027

Buronan Internasional Tak Lagi Mudah Lolos, Polri-Imigrasi Aktifkan Sistem Interpol 196 Negara

Berita Menarik Lainnya:

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni

DPRD Surabaya Desak Pemkot Jemput Peluang Investasi dan Buka Lapangan Kerja

Minggu, 8 Nov 2026
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto (kanan) menerima cenderamata dari Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko.

Buronan Internasional Tak Lagi Mudah Lolos, Polri-Imigrasi Aktifkan Sistem Interpol 196 Negara

Sabtu, 7 Nov 2026
Laila Mufidah

DPRD Surabaya Soroti Halte Tak Layak, Pemkot Diminta Jangan Hanya Tambah Armada

Sabtu, 7 Nov 2026
Para peserta Sosialisasi Sinergi Pemantauan dan Pengawasan Orang Asing di Convention Hall Siola Lantai 4, Surabaya, berfoto bersama.

Pengawasan Orang Asing Tak Bisa Setengah Hati, Imigrasi Juanda Libatkan Pengelola Apartemen

Jumat, 6 Nov 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?