By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Nama Nusron Wahid Terseret, 20 Koper Uang Ratusan Miliar Gegerkan OTT KPK
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Headlines

Nama Nusron Wahid Terseret, 20 Koper Uang Ratusan Miliar Gegerkan OTT KPK

By Admin Rabu, 16 Sep 2026
Share
Fahd A Rafiq dan Kakantah Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung (kanan) ketika digelandang petugas KPK.
Fahd A Rafiq dan Kakantah Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung (kanan) ketika digelandang petugas KPK.

JAKARTA, Slentingan.com – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor menyeret sejumlah pejabat.

Termasuk pihak swasta, sekaligus memunculkan informasi mengejutkan soal puluhan koper dan kardus berisi uang tunai yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp100 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, Selasa, 15 September 2026, tim KPK mengamankan sekitar 20 koper maupun kardus dari kediaman mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto alias Gus Arif di kawasan Cibubur, Senin (14/9/2026).

Di dalamnya terdapat uang tunai dalam pecahan rupiah dan valuta asing (valas). Nilainya masih dalam proses penghitungan KPK, namun informasi yang beredar menyebut nominalnya sekitar Rp100 miliar.

Nama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid ikut terseret dalam informasi tersebut. Uang itu disebut-sebut diakui Gus Arif sebagai milik Nusron.

Baca Juga:  Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan LNG Blak-Blakan

Namun, informasi tersebut belum dikonfirmasi KPK. Bahkan, KPK menegaskan Nusron Wahid tidak termasuk 17 orang yang diamankan dalam OTT.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan OTT tersebut berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pengurusan HGB di Kabupaten Bogor serta dugaan penerimaan lainnya. Dari 17 orang yang diamankan, terdapat pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN, pihak swasta, serta sejumlah pihak lain yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

“Tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu Rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper. Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah,” kata Budi Prasetyo.

Baca Juga:  Ditahan di PMJ, 15 Pegawai Tersangka Pungli Rutan Diberhentikan Sementara

Pernyataan KPK itu sekaligus mempertegas bahwa angka Rp100 miliar yang beredar belum menjadi angka resmi hasil penghitungan penyidik.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan sejumlah nama, di antaranya Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian ATR/BPN Lampri, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, Kepala Kantor Pertanahan Tangerang Tardi, mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, politikus Partai Golkar Fahd A Rafiq, serta Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitojo Adhi.

KPK kemudian melakukan ekspose untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan suap dalam pengurusan HGB di Kabupaten Bogor.

Informasi mengenai Gus Arif dan Fahd A Rafiq sebagai pihak yang disebut-sebut menjadi penghubung atau pengepul uang dalam pengurusan HGB juga masih harus dibuktikan melalui proses penyidikan KPK.

Baca Juga:  IPW Laporkan Ganjar ke KPK, Sahroni Yakin Tak Ada Motif Politik

Yang jelas, operasi senyap tersebut telah membuka dugaan adanya permainan uang dalam proses pengurusan hak atas tanah. Puluhan koper berisi uang tunai dalam jumlah fantastis menjadi barang bukti yang kini berada dalam genggaman KPK.

KPK sendiri menegaskan akan mendalami peran masing-masing pihak yang diamankan sebelum mengungkap konstruksi perkara secara utuh.

Dengan uang ratusan miliar yang dikemas dalam koper, kardus, dan boks, OTT ini bukan sekadar soal siapa yang tertangkap. Lebih jauh, publik kini menunggu satu hal: siapa pengendali sebenarnya di balik aliran uang dalam pengurusan HGB di Bogor? HUM/CAK

TAGGED: #KPK, #lampri, #Partai Golkar, Arif Sugiyanto, Fahd A Rafiq, Gus Arif, Hak Guna Bangunan, HGB, Kantor Pertanahan Bogor, Kantor Pertanahan Tangerang, Kementerian ATR/BPN, Komisi Pemberantasan Korupsi, Nusron Wahid, Operasi Tangkap Tangan, OTT KPK, Pertanahan, Sontang Coin Manurung
Admin Rabu, 16 Sep 2026 Rabu, 16 Sep 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Kakanwil Ditjen Imigrasi Riau, Agung Prianto saat menerima kunjungan Kakanwil Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan.
Kakanwil Ditjenim Kepri Konsolidasikan Imigrasi Kepri-Riau, Pengawasan Orang Asing Diperketat
Senin, 14 Sep 2026
yang ditetapkan di Jakarta, 4 September 2026,
Sambangi Jokowi, Berujung Dipecat: Achmad Hidayat Didepak PDIP
Senin, 14 Sep 2026
Ketua DPD Golkar Jawa Timur Ali Mufthi hadir dalam Rakerda Golkar Surabaya.
Sinyal Golkar untuk Arif Fathoni di Pilwali 2029, Konsolidasi dan Kursi Jadi Kunci
Minggu, 13 Sep 2026
Dari Diklatda ke Panggung Internasional, Dua Kader AMPG Jatim Ikuti Konsolidasi dengan Pemuda UMNO Malaysia
Minggu, 13 Sep 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Dari Diklatda ke Panggung Internasional, Dua Kader AMPG Jatim Ikuti Konsolidasi dengan Pemuda UMNO Malaysia

Minggu, 13 Sep 2026
Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia dikawal petugas usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang.

Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Bantah Terima Uang, Tapi Akui Utang Rp11,5 Miliar untuk Pilkada

Minggu, 13 Sep 2026
Kondisi di Bandara Internasional Juanda yang sedang mengalami penundaan keberangkatan pesawat karena kondisi erupsi anak Gunung Krakatau.

Erupsi Anak Krakatau Merembet ke Juanda, Penerbangan Dibatalkan hingga Ditunda

Minggu, 6 Sep 2026
Kepala KDEI Taipei Wahyu Wibosono mendukung penerbitan Surat Keputusan (SK) Tim Kerja sebagai langkah memperkuat koordinasi sekaligus memastikan perlindungan WNI berjalan lebih cepat dan terukur.

KDEI Taipei Perketat Deteksi Dini WNI Overstayer di Taiwan, Penanganan Dibagi 3 Fase

Sabtu, 5 Sep 2026

BERITA POPULER

Lowongan Kerja Jadi Kedok, Polresta Sidoarjo Bongkar Sindikat Scamming 3 WNA China

2 Kali Narkoba Hendak Diselundupkan ke Rutan Medaeng, Modus Sabu Disisipkan dalam Makanan

Dari Diklatda ke Panggung Internasional, Dua Kader AMPG Jatim Ikuti Konsolidasi dengan Pemuda UMNO Malaysia

Bupati Sidoarjo Kecewa SPPG Lepas Tangan, Pemkab Malah Tanggung Biaya 748 Korban MBG

Imigrasi Semarang Dekatkan Layanan Izin Tinggal ke KEK Kendal

Berita Menarik Lainnya:

Kakanwil Ditjen Imigrasi Riau, Agung Prianto saat menerima kunjungan Kakanwil Ditjen Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat Hamonangan.

Kakanwil Ditjenim Kepri Konsolidasikan Imigrasi Kepri-Riau, Pengawasan Orang Asing Diperketat

Senin, 14 Sep 2026
yang ditetapkan di Jakarta, 4 September 2026,

Sambangi Jokowi, Berujung Dipecat: Achmad Hidayat Didepak PDIP

Senin, 14 Sep 2026
Ketua DPD Golkar Jawa Timur Ali Mufthi hadir dalam Rakerda Golkar Surabaya.

Sinyal Golkar untuk Arif Fathoni di Pilwali 2029, Konsolidasi dan Kursi Jadi Kunci

Minggu, 13 Sep 2026

Dari Diklatda ke Panggung Internasional, Dua Kader AMPG Jatim Ikuti Konsolidasi dengan Pemuda UMNO Malaysia

Minggu, 13 Sep 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?