SURABAYA, Slentingan.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali melakukan perombakan besar-besaran di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Sebanyak 57 pejabat dilantik dan dirotasi pada Minggu (28/6/2026), termasuk lima pejabat pimpinan tinggi pratama yang menempati posisi strategis.
Rotasi tersebut menjadi bagian dari penyegaran organisasi sekaligus upaya memperkuat kinerja birokrasi agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Lima jabatan strategis yang mengalami perubahan yakni Achmad Zaini yang dipercaya sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Surabaya setelah sebelumnya menjabat Kepala Satpol PP.
Posisi Achmad digantikan M. Fikser yang kini memimpin Dinas Lingkungan Hidup setelah sebelumnya menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Sementara itu, Herry Purwadi dan Trio Wahyu Bowo resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) serta Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) setelah sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas.
Begitu pula dr. Arif Setiawan yang kini resmi menjabat Direktur RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Kota Surabaya secara definitif.
Di balik pelantikan tersebut, Eri Cahyadi menyampaikan pesan tegas kepada seluruh pejabat yang baru dilantik. Ia memberikan batas waktu enam bulan untuk membuktikan kinerja sesuai target yang telah ditetapkan.
“Jabatan bukan hak yang bisa dinikmati selamanya. Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui hasil kerja nyata untuk masyarakat,” tegas Eri.
Ia menegaskan, seluruh pejabat akan dievaluasi secara menyeluruh. Apabila target kinerja tidak tercapai, jabatan tersebut akan dievaluasi dan dapat diganti. Bahkan, Eri meminta para pejabat memiliki jiwa kesatria untuk mengundurkan diri apabila merasa tidak mampu memenuhi amanah yang diberikan.
Menurut Eri, mutasi dan rotasi yang dilakukan sepenuhnya didasarkan pada evaluasi kinerja serta penerapan Sistem Merit, tanpa mempertimbangkan kedekatan pribadi maupun praktik transaksional.
“Tidak ada jabatan yang diperoleh karena kedekatan, apalagi karena membayar. Tidak ada pungutan sepeser pun dalam proses ini. Karena itu, saya meminta seluruh pejabat memberikan seluruh kemampuan, waktu, tenaga, dan pikirannya untuk melayani warga Surabaya dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Melalui rotasi ini, Eri berharap lahir semangat baru di lingkungan Pemkot Surabaya sehingga pelayanan publik semakin cepat, profesional, dan mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara optimal. HUM/BOY
