KEDIRI, Slentingan.com — Layanan paspor tak lagi identik dengan antrean panjang di kantor. Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri membalik pola itu dengan “menjemput bola” ke ruang publik.
Hasilnya? Pelayanan Pasporia (Paspor Ceria) di Car Free Day (CFD) Simpang Lima Gumul, Minggu (9/8/2026), langsung diserbu warga.
Sejak pagi buta, titik layanan di depan Fave Hotel Kediri dipadati pemohon. Dari 29 pendaftar yang telah mengakses sistem daring, sebanyak 28 orang berhasil dilayani, hanya satu yang absen.
Angka ini menjadi sinyal kuat: kebutuhan layanan cepat dan mudah semakin mendesak, dan masyarakat merespons ketika negara hadir lebih dekat.
Kegiatan diawali pukul 06.00 WIB dengan fun walk yang diikuti Kepala Kantor Imigrasi Kediri bersama jajaran dan Dharma Wanita.
Namun suasana santai itu tak mengurangi fokus utama: pelayanan publik yang efektif. Tepat pukul 07.00 WIB, layanan paspor langsung dibuka dan berjalan tanpa hambatan berarti.
Sebanyak 18 petugas diterjunkan untuk mengawal proses agar tetap cepat, tertib, dan profesional. Tak hanya melayani permohonan paspor, petugas juga “menyusupkan” edukasi penting.
Edukasi tersebut mulai dari penggunaan aplikasi M-Paspor, ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), hingga pemahaman izin tinggal keimigrasian.
Sentuhan humanis pun ditambahkan. Pembagian kaos dan topi kepada warga bukan sekadar gimmick, melainkan strategi menarik perhatian publik di tengah riuhnya CFD, sekaligus membangun citra layanan yang ramah dan terbuka.
Kepala Kantor Imigrasi Kediri, Antonius Frizky Saniscara Cahya Putra, menegaskan bahwa pola pelayanan seperti ini akan terus didorong.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk mendekatkan layanan sekaligus memberikan edukasi langsung ke masyarakat. Respons warga sangat positif, dan ini menjadi evaluasi penting bagi kami untuk terus berinovasi,” tegasnya. HUM/BOY
