By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Pagar Menjulang di Mal, DPRD Surabaya Ingatkan: Jangan Ciptakan Ilusi Kota Mencekam
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Headlines

Pagar Menjulang di Mal, DPRD Surabaya Ingatkan: Jangan Ciptakan Ilusi Kota Mencekam

By Admin Minggu, 9 Agu 2026
Share
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, M Machmud, dari Partai Demokrat Surabaya.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya, M Machmud, dari Partai Demokrat Surabaya.

SURABAYA, Slentingan.com — Deretan pagar tinggi berujung lancip yang kini membungkus sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya memantik tanda tanya besar. Bukan sekadar soal estetika kota, tetapi juga soal pesan yang diam-diam dikirim ke publik.

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, M. Machmud, angkat suara. Ia menilai langkah pengelola mal memasang pagar hampir dua meter dengan jeruji runcing bukan sekadar pengamanan biasa, melainkan sinyal kepanikan yang berlebihan.

“Ini bukan lagi soal keamanan, tapi soal persepsi. Pagar setinggi itu seolah memberi pesan ada ancaman besar. Padahal Surabaya selama ini relatif kondusif,” tegas politisi Demokrat itu, Kamis (6/8/2026).

Machmud mengingatkan, visual pagar yang kaku dan defensif justru bisa membangun narasi liar di tengah masyarakat, bahwa kota ini sedang tidak baik-baik saja.

Baca Juga:  Komisi A DPRD Surabaya: Jangan Gunakan Dana Kelurahan untuk Insentif RT/RW

“Kalau mal sampai ‘dibentengi’ seperti itu, publik bisa berpikir Surabaya sedang mencekam atau ada potensi kerusuhan besar. Ini berbahaya secara psikologis,” ujarnya.

Sorotan itu mengarah pada sejumlah pusat belanja besar, khususnya yang berada di bawah jaringan Pakuwon Group seperti Royal Plaza hingga Pakuwon Trade Center (PTC), yang terlihat memasang pagar dengan pola serupa.

Alasan teknis seperti keberadaan akses jalan baru atau radial road pun dinilai tidak sepenuhnya masuk akal. Pasalnya, pola pemasangan pagar serupa juga muncul di lokasi lain yang tidak terdampak pembangunan jalan baru.

“Kalau dalihnya karena akses jalan, kenapa tempat lain juga dipagar? Bahkan di kota lain seperti Jakarta juga muncul pola yang sama. Ini lebih ke rasa khawatir berlebihan terhadap keamanan aset,” sindirnya.

Baca Juga:  Ketua DPRD Adi Sutarwijono Berpulang, PDIP Surabaya Sampaikan Duka Mendalam

Padahal, menurut Machmud, rekam jejak Surabaya tidak menunjukkan adanya ancaman nyata terhadap pusat perbelanjaan. Aksi demonstrasi selama ini berlangsung tertib dan nyaris tidak pernah menjadikan mal sebagai target.

“Demo di Surabaya itu damai. Yang disasar biasanya kantor pemerintah, bukan pusat belanja. Jadi kekhawatiran ini terasa tidak proporsional,” katanya.

Meski mengkritik, Machmud menegaskan DPRD tidak akan memanggil pengelola mal. Ia mengakui pembangunan pagar adalah hak pemilik aset selama tidak melanggar aturan.

Namun ia mengingatkan, kebijakan yang diambil tetap harus mempertimbangkan dampak sosial yang lebih luas.

“Silakan menjaga aset, itu hak mereka. Tapi jangan sampai cara yang dipilih justru menanamkan rasa takut di masyarakat. Kota ini jangan dibuat seolah-olah sedang dalam situasi darurat,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pimpinan dan Anggota DPRD Surabaya Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2025

Fenomena pagar tinggi ini kini tak lagi sekadar urusan properti—melainkan cermin bagaimana rasa aman dibentuk, atau justru dipertanyakan, di ruang publik Surabaya. HUM/BOY

TAGGED: #Komisi B DPRD Surabaya, DPRD SURABAYA, Ilusi Kota Mencekam, M Machmud, Pagar Mal, Pakuwon Group, Pakuwon Trade Center, Royal Plaza
Admin Sabtu, 8 Agu 2026 Minggu, 9 Agu 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Tunjungan, Donasi Ilegal dan Eksploitasi Hewan Dibidik
Tunjungan Romansa Diperketat, Donasi Bermodus Eksploitasi Hewan Dibidik Pemkot Surabaya
Sabtu, 26 Sep 2026
Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan didampingi anggota menunjukkan barang bukti yang diamankan.
Tergiur Rp10 Juta, Dua Remaja Surabaya Jadikan Teman Sekampung Pasar Sabu
Sabtu, 26 Sep 2026
DJP Jawa Timur II menyerahkan tersangka dan barang bukti tindak pidana perpajakan.
Faktur Pajak TBTS Diduga Jadi Jalan, Negara Tekor Rp 996 Juta, Direktur PT TBNP Ditetatapkan Tersangka
Jumat, 25 Sep 2026
Petugas KPK nampak membawa koper sekeluar dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur di Jalan Gayungsari, Surabaya.
KPK Sita Ratusan Juta dari Kanwil BPN Jatim, Diduga Mengalir dari Pemohon hingga Kantah
Jumat, 25 Sep 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Petugas KPK nampak membawa koper sekeluar dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur di Jalan Gayungsari, Surabaya.

KPK Sita Ratusan Juta dari Kanwil BPN Jatim, Diduga Mengalir dari Pemohon hingga Kantah

Jumat, 25 Sep 2026
Suasana di lingkungan Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto.

KPK Sisir Kantah Mojokerto, Lima Jam Bongkar Jejak Kasus Suap HGB, Buntut OTT KPK di Kantah Bogor

Rabu, 23 Sep 2026
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo

KPK Telusuri Dugaan Setoran Jabatan di ATR/BPN, Tiga Ruang Dirjen Digeledah

Jumat, 18 Sep 2026
Fahd A Rafiq dan Kakantah Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung (kanan) ketika digelandang petugas KPK.

Nama Nusron Wahid Terseret, 20 Koper Uang Ratusan Miliar Gegerkan OTT KPK

Rabu, 16 Sep 2026

BERITA POPULER

Wilayah Kerja Meluas, Imigrasi Soekarno-Hatta Perkuat Pengawasan WNA

Kantah Surabaya I dan II Amankan 119 Aset Pemkot Senilai Rp992,7 Miliar

Pasporia Kanim Tanjung Perak Jemput Bola, Warga Gresik Tak Perlu ke Surabaya

KPK Sisir Kantah Mojokerto, Lima Jam Bongkar Jejak Kasus Suap HGB, Buntut OTT KPK di Kantah Bogor

KPK Sisir Rumah Kerabat Lampri di Nganjuk, Lima Kamar Dibongkar

Berita Menarik Lainnya:

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Tunjungan, Donasi Ilegal dan Eksploitasi Hewan Dibidik

Tunjungan Romansa Diperketat, Donasi Bermodus Eksploitasi Hewan Dibidik Pemkot Surabaya

Sabtu, 26 Sep 2026
Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan didampingi anggota menunjukkan barang bukti yang diamankan.

Tergiur Rp10 Juta, Dua Remaja Surabaya Jadikan Teman Sekampung Pasar Sabu

Sabtu, 26 Sep 2026
DJP Jawa Timur II menyerahkan tersangka dan barang bukti tindak pidana perpajakan.

Faktur Pajak TBTS Diduga Jadi Jalan, Negara Tekor Rp 996 Juta, Direktur PT TBNP Ditetatapkan Tersangka

Jumat, 25 Sep 2026
Petugas KPK nampak membawa koper sekeluar dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur di Jalan Gayungsari, Surabaya.

KPK Sita Ratusan Juta dari Kanwil BPN Jatim, Diduga Mengalir dari Pemohon hingga Kantah

Jumat, 25 Sep 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?