By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Viral Dugaan Minta Pacar Aborsi, Eri Cahyadi Putus Kontrak MC Tio Ferdian: “Kami Pecat, Proses Hukum Jalan”
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Headlines

Viral Dugaan Minta Pacar Aborsi, Eri Cahyadi Putus Kontrak MC Tio Ferdian: “Kami Pecat, Proses Hukum Jalan”

By Admin Rabu, 12 Agu 2026
Share
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan keterangan berkaitan dengan perkara tenaga kontrak Pemkot Surabaya meminta seorang wanita untuk aborsi.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan keterangan berkaitan dengan perkara tenaga kontrak Pemkot Surabaya meminta seorang wanita untuk aborsi.

SURABAYA, Slentingan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas terhadap Tio Ferdian Rahmana, runner up Raka Raki Jawa Timur 2026.

Cak Ning Surabaya 2023 itu kini tak lagi menjadi bagian dari tenaga kontrak Pemkot Surabaya setelah kontraknya sebagai pembawa acara (MC) resmi diputus.

Keputusan tersebut diambil setelah Tio terseret polemik di media sosial terkait dugaan meminta seorang perempuan melakukan aborsi. Persoalan itu mencuat setelah beredar tangkapan layar percakapan yang membahas kehamilan dan dugaan permintaan untuk menggugurkan kandungan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot tidak tinggal diam. Setelah persoalan tersebut mencuat, pihaknya langsung melakukan klarifikasi terhadap Tio.

“Sudah ada (hasil klarifikasi), sudah keluar dan di situ mengakui semua,” kata Eri, Selasa (11/8/2026).

Eri menjelaskan, Tio selama ini memang memiliki ikatan kontrak dengan Pemkot Surabaya untuk menjadi MC dalam berbagai kegiatan pemerintahan.

“Karena setiap MC itu dia. Jadi ada seperti ikatan kontrak untuk MC,” ujarnya.

Namun, status sebagai tenaga kontrak Pemkot bukan sekadar soal pekerjaan. Menurut Eri, setiap orang yang bekerja di lingkungan Pemkot Surabaya tetap dituntut menjaga norma, sikap, dan perilaku.

Baca Juga:  Kampung Pancasila Tak Boleh Sekadar Slogan, Eri Cahyadi “Gedor” Gen Z Karah Jadi Motor Ekonomi Warga

Karena itu, setelah klarifikasi dilakukan, Pemkot memutuskan mengakhiri kontrak Tio. Pemutusan tersebut dilakukan pada Senin (10/8/2026), hanya sehari setelah persoalan itu mencuat dan menjadi perhatian publik.

“Ketika ada kabar, terus kita lakukan pemecatan. Tapi proses hukum tidak berhenti,” tegas Eri.

Eri menegaskan, langkah Pemkot merupakan konsekuensi atas status Tio sebagai pekerja yang terikat kontrak dengan pemerintah kota. Sementara substansi dugaan tindak pidana yang muncul dari persoalan tersebut bukan kewenangan Pemkot untuk memutuskan.

“Ini perbuatan yang tidak diperbolehkan dalam setiap ASN atau yang bekerja di Pemerintah Kota Surabaya. Dan yang kedua, ini sudah melanggar norma hukum,” katanya.

Meski demikian, Eri menekankan bahwa polemik tersebut merupakan persoalan pribadi Tio dan bukan perkara institusi Pemkot Surabaya.

“Kasus pribadi, bukan kasus institusi. Maka ketika kasus pribadi, ya berarti kami memecatnya dari Kota Surabaya dan mengevaluasi dari Cak-nya tadi,” jelasnya.

Dorong Tempuh Jalur Hukum

Eri juga meminta pihak perempuan yang merasa dirugikan untuk tidak berhenti pada polemik di media sosial. Jika merasa terdapat pelanggaran hukum, ia mendorong persoalan tersebut dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga:  Proyek Jalan Terus, Dibiarkan Bingung: Warga Keputran Tagih PIC dan Tanggung Jawab Pengembang

“Kalau ada pihak yang dirugikan, ya laporkan. Agar menjadi pembelajaran untuk lelaki-lelaki lain,” tegasnya.

Dengan demikian, Pemkot Surabaya menyerahkan dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Pemkot tidak ingin mencampuri substansi perkara yang menjadi ranah pribadi maupun proses hukum.

Status Cak Ning Ikut Dievaluasi

Tak hanya kontrak sebagai MC yang terancam berakhir. Pemkot Surabaya juga akan mengevaluasi status Tio dalam Paguyuban Cak dan Ning Surabaya.

Bagi Eri, menyandang predikat Cak dan Ning bukan semata soal penampilan, popularitas, maupun kemampuan tampil di hadapan publik. Ada tanggung jawab moral yang melekat pada predikat tersebut.

“Cak dan Ning itu juga harus punya attitude yang baik, punya akhlak yang bagus,” tegasnya.

Pemkot akan berkoordinasi dengan paguyuban untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pencabutan predikat Tio.

“Kita akan evaluasi itu. Nanti kita sampaikan ke paguyuban, kita akan cabut,” ujar Eri.

Tak berhenti di tingkat kota, hasil klarifikasi Pemkot Surabaya juga akan disampaikan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur.

Baca Juga:  Komisi D Harapkan Usulan Baznas Tak Tumpang Tindih dengan Program Pemkot Surabaya

“Sudah ada hasilnya dan itu nanti kita sampaikan ke Disbudpar Jatim. Nanti terhadap hasil Raka Raki-nya monggo,” kata Eri.

Berawal dari Percakapan Viral

Polemik Tio mencuat setelah unggahan di media sosial yang memuat tangkapan layar percakapan antara seorang perempuan dengan seseorang yang diduga Tio beredar luas.

Percakapan tersebut diduga membahas kehamilan serta permintaan untuk melakukan aborsi. Unggahan itu kemudian memicu sorotan dan reaksi publik.

Pemkot Surabaya bergerak dengan melakukan klarifikasi internal. Dari proses tersebut, Eri menyatakan telah memperoleh hasil yang menjadi dasar pengambilan keputusan terhadap status Tio sebagai tenaga kontrak.

Namun, untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana dalam perkara tersebut, Pemkot menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Pesan Eri jelas: status sebagai figur publik maupun orang yang bekerja di lingkungan pemerintahan tidak menjadi tameng ketika muncul persoalan yang menyangkut norma dan dugaan pelanggaran hukum.

Pemutusan kontrak pun menjadi konsekuensi administratif, sementara benar atau tidaknya dugaan tindak pidana tetap harus dibuktikan melalui proses hukum. HUM/BOY

TAGGED: #asn, #Eri Cahyadi, Aborsi, Cak Ning Surabaya 2023, PEMKOT SURABAYA, Raka Raki Jawa Timur, Tio Ferdian Rahmana, Viral Minta Aborsi
Admin Rabu, 12 Agu 2026 Rabu, 12 Agu 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari
Soal Dugaan Minta Pacar Aborsi, Belum Ada Laporan Polisi, Korban Diminta Melapor
Rabu, 12 Agu 2026
Tio Ferdian Rahmana, runner-up Raka Jawa Timur 2026,
Runner-up Raka Jatim 2026 Viral Diduga Minta Pacar Aborsi, Gelar Terancam Dicabut
Rabu, 12 Agu 2026
Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dan Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo (Andreas) memberi semangat pada ratusan pelaku UMKM dan Warga setempat melalui Klinik UMKM Gotong Royong di kawasan Putat Jaya yang dulu dikenal sebagai Lokalisasi Dolly.
Dari Dolly ke Pasar Dunia, Risma dan Andreas Dorong UMKM Putat Jaya Tembus Ekspor
Selasa, 11 Agu 2026
Overstay Lebih 60 Hari, WN Timor Leste Dideportasi dari Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya

Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya: INDONESIA HARUS BANGKIT

Minggu, 19 Jul 2026
Suasana rapat koordinasi bersama Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Senin (15/6).

Selamatkan Aset Negara, Kakanwil BPN Jatim Hadiri Rapat Koordinasi di Jakarta

Selasa, 16 Jun 2026
Anggota DPR RI Dapil Surabaya–Sidoarjo, Adela Kanasya Adies, dengan menyalurkan 46 kambing dan 5 sapi kurban kepada warga.

Tegaskan Kepedulian Nyata, Adela Kanasya Adies Salurkan Kurban di Surabaya-Sidoarjo,

Jumat, 29 Mei 2026
Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, memastikan pelayanan Makkah Route berjalan lancar tanpa hambatan.

Makkah Route Tanpa Hambatan, Imigrasi Surabaya Sekaligus Sikat 18 Calon Haji Ilegal Berbayar Ratusan Juta

Senin, 18 Mei 2026

BERITA POPULER

DPRD Surabaya Kritik Persiapan Porprov 2027, Desak Pemkot Hadirkan Sportainment Berkelas Dunia

BPOM Surabaya Gagalkan Peredaran 97 Ribu Pil Ilegal, 10 Ribu Pelajar Lolos dari Penyalahgunaan Obat

Imigrasi Kediri Bentengi Pelajar Jombang dari TPPO, Kenalkan Jalur Pengabdian Lewat POLTEKIMIPAS

DPRD Surabaya Rem Penertiban Aset PT KAI, Tak Digusur Sebelum Status Lahan Terang

Suasana Sunset BBQ dan Panorama 360 Derajat Surabaya Bisa Dinikmati dari Rooftop EXCOTEL

Berita Menarik Lainnya:

Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari

Soal Dugaan Minta Pacar Aborsi, Belum Ada Laporan Polisi, Korban Diminta Melapor

Rabu, 12 Agu 2026
Tio Ferdian Rahmana, runner-up Raka Jawa Timur 2026,

Runner-up Raka Jatim 2026 Viral Diduga Minta Pacar Aborsi, Gelar Terancam Dicabut

Rabu, 12 Agu 2026
Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dan Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo (Andreas) memberi semangat pada ratusan pelaku UMKM dan Warga setempat melalui Klinik UMKM Gotong Royong di kawasan Putat Jaya yang dulu dikenal sebagai Lokalisasi Dolly.

Dari Dolly ke Pasar Dunia, Risma dan Andreas Dorong UMKM Putat Jaya Tembus Ekspor

Selasa, 11 Agu 2026

Overstay Lebih 60 Hari, WN Timor Leste Dideportasi dari Indonesia

Selasa, 11 Agu 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?