By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Dari Dolly ke Pasar Dunia, Risma dan Andreas Dorong UMKM Putat Jaya Tembus Ekspor
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Pendidikan

Dari Dolly ke Pasar Dunia, Risma dan Andreas Dorong UMKM Putat Jaya Tembus Ekspor

By Admin Selasa, 11 Agu 2026
Share
Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dan Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo (Andreas) memberi semangat pada ratusan pelaku UMKM dan Warga setempat melalui Klinik UMKM Gotong Royong di kawasan Putat Jaya yang dulu dikenal sebagai Lokalisasi Dolly.
Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dan Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo (Andreas) memberi semangat pada ratusan pelaku UMKM dan Warga setempat melalui Klinik UMKM Gotong Royong di kawasan Putat Jaya yang dulu dikenal sebagai Lokalisasi Dolly.

SURABAYA, Slentingan.com – Nama Dolly yang dulu identik dengan kawasan lokalisasi kini coba dipaksa memiliki wajah baru: sentra ekonomi kreatif yang produknya tak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi berani menatap pasar internasional.

Harapan itu mengemuka dalam rangkaian Klinik UMKM Gotong Royong di kawasan Putat Jaya, eks lokalisasi Dolly, Surabaya. Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang bagi pelaku UMKM setempat untuk naik kelas hingga menembus pasar ekspor.

Andreas menilai potensi tersebut sangat terbuka. Namun, ia mengingatkan bahwa ekspor tidak cukup hanya dengan keberanian menjual produk ke luar negeri. Kualitas, kesinambungan produksi, legalitas, kemasan, pemasaran, hingga kemampuan memenuhi permintaan dalam jumlah besar harus disiapkan sejak awal.

Pernyataan Andreas itu sekaligus merespons dorongan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang meminta UMKM Gotong Royong tidak berhenti pada tahap pelatihan dan produksi. Menurut Risma, pelaku usaha yang sudah mulai tumbuh harus mendapatkan akses lebih luas agar produknya benar-benar naik kelas.

“Kalau Mas Andreas bisa bantu untuk ekspor, Insya Allah nanti UMKM Gotong Royong bisa berkembang,” kata Risma dalam sesi tanya jawab Klinik UMKM Gotong Royong, Sabtu (9/8).

Baca Juga:  Khofifah Nyoblos Bareng 3 Anaknya, Berharap 02 Menang Signifikan di Jatim

Namun Risma mengingatkan, mimpi ekspor tidak boleh membuat pelaku UMKM melupakan pasar domestik.

Baginya, pasar dalam negeri harus terlebih dahulu kuat. Produk harus memiliki konsumen, kualitas yang konsisten, serta kemampuan produksi yang memadai sebelum dibawa ke pasar internasional.

Risma menunjuk sejumlah produk Pahlawan Ekonomi yang telah berkembang sebagai contoh. Di antaranya Enceng Gondok Witrove, Selendang Semanggi, Kopi Jelly De’nil dan Diah Cookies.

Dari kawasan Putat Jaya sendiri, sejumlah UMKM seperti Sandal Hotel/Alas Kaki Mampu Jaya, Batik Jarak Arum hingga Sablon Indana Production juga dinilai memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh.

Dolly pun tidak lagi sekadar bicara tentang masa lalu. Yang sedang dipertaruhkan sekarang adalah apakah kawasan yang pernah dikenal sebagai lokalisasi terbesar itu mampu melahirkan kekuatan ekonomi baru dari tangan warganya sendiri.

Andreas menegaskan, UMKM memiliki posisi vital dalam struktur ekonomi Indonesia. Ia menyebut sektor tersebut menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja, dengan sekitar 65 persen pelakunya merupakan perempuan.

“UMKM ini sangat penting di dalam struktur ekonomi Indonesia, karena yang menyerap tenaga kerja itu ada 90 persennya. Jadi sebetulnya Indonesia ini sangat tergantung dari pelaku UMKM,” ujar Andreas.

Baca Juga:  Bos Restoran Korea Son Ga Dilaporkan ke Polisi, Diduga Lakukan Kekerasan Seksual Pegawai Wanita

Karena itu, menurut dia, penguatan UMKM bukan sekadar program pemberdayaan masyarakat. UMKM harus ditempatkan sebagai salah satu kekuatan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Klinik UMKM Gotong Royong sendiri diarahkan untuk menjawab persoalan tersebut. Bersama Dinas Koperasi UMKM Perdagangan Kota Surabaya, program ini mendampingi pelaku usaha mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), hak kekayaan intelektual (HAKI), produksi, pemasaran daring hingga pengelolaan keuangan.

Pendampingan juga diperkuat dengan aplikasi UMKM Gotong Royong agar komunikasi antara pelaku usaha dan pendamping tidak berhenti ketika pelatihan selesai.

Persoalan di lapangan pun mulai dibongkar. Dalam sesi tanya jawab, pelaku UMKM mempertanyakan bagaimana produk mereka bisa masuk ke lembaga dan instansi yang lebih luas, termasuk sekolah.

Ada pula yang meminta pelatihan pemasaran digital secara lebih khusus. Sebab, selama ini sebagian pendampingan masih lebih banyak berkutat pada produksi.

Pertanyaan lain justru menyentuh persoalan paling keras dalam persaingan UMKM: bagaimana menjadi pemenang tanpa harus terjebak perang harga yang pada akhirnya justru mematikan usaha sendiri.

Risma meminta pelaku UMKM tidak menggantungkan masa depan usaha hanya pada bantuan instansi pemerintah.

Baca Juga:  Umrah Backpacker Berisiko, Komunikasi dengan Arab Saudi

Menurut dia, kekuatan utama tetap berada pada produk. Produk harus memiliki kualitas, identitas dan nilai jual sehingga mampu mencari pasarnya sendiri.

Pengalaman Pahlawan Ekonomi Surabaya menjadi salah satu contoh. Risma pernah mendorong pelaku UMKM memanfaatkan platform digital global agar produk mereka tidak hanya bergantung pada pasar konvensional.

Karena itu, pelatihan pemasaran digital, pengemasan dan branding akan menjadi bagian penting dalam pendampingan lanjutan.

Targetnya jelas: bukan sekadar membuat produk, tetapi membuat produk tersebut dicari pasar.

Selama sepekan, Klinik UMKM Gotong Royong juga menggelar pelatihan bidang craft dan food.

Untuk sektor craft, peserta dilatih membuat dompet, rompi dan alas kaki. Produk yang dihasilkan selanjutnya diarahkan untuk dipasarkan melalui Bazaar, sentra UMKM Pemerintah Kota Surabaya hingga jaringan hotel.

Sedangkan sektor food mendapatkan pelatihan pembuatan nasi kotak, masakan Korea, dim sum dan aneka minuman.

Setelah diperkenalkan melalui Bazaar Kemerdekaan, produk-produk tersebut diarahkan masuk ke Sentra Wisata Kuliner Pemerintah Kota Surabaya sekaligus diperluas melalui aplikasi dan kanal penjualan digital.

Rangkaian kegiatan ditutup melalui Bazaar Kemerdekaan UMKM Gotong Royong pada Sabtu (9/8). Ratusan pelaku UMKM dan warga setempat ikut meramaikan kegiatan tersebut. HUM/BOY

TAGGED: #DPR RI, #surabaya, Andreas Eddy Susetyo, Dolly, Lokalisasi Dolly, Pahlawan Ekonomi, Risma, Tri Rismaharini, UMKM Gotong Royong, UMKM Putat Jaya
Admin Selasa, 11 Agu 2026 Selasa, 11 Agu 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Tunjungan, Donasi Ilegal dan Eksploitasi Hewan Dibidik
Tunjungan Romansa Diperketat, Donasi Bermodus Eksploitasi Hewan Dibidik Pemkot Surabaya
Sabtu, 26 Sep 2026
Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan didampingi anggota menunjukkan barang bukti yang diamankan.
Tergiur Rp10 Juta, Dua Remaja Surabaya Jadikan Teman Sekampung Pasar Sabu
Sabtu, 26 Sep 2026
DJP Jawa Timur II menyerahkan tersangka dan barang bukti tindak pidana perpajakan.
Faktur Pajak TBTS Diduga Jadi Jalan, Negara Tekor Rp 996 Juta, Direktur PT TBNP Ditetatapkan Tersangka
Jumat, 25 Sep 2026
Petugas KPK nampak membawa koper sekeluar dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur di Jalan Gayungsari, Surabaya.
KPK Sita Ratusan Juta dari Kanwil BPN Jatim, Diduga Mengalir dari Pemohon hingga Kantah
Jumat, 25 Sep 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Petugas KPK nampak membawa koper sekeluar dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur di Jalan Gayungsari, Surabaya.

KPK Sita Ratusan Juta dari Kanwil BPN Jatim, Diduga Mengalir dari Pemohon hingga Kantah

Jumat, 25 Sep 2026
Suasana di lingkungan Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto.

KPK Sisir Kantah Mojokerto, Lima Jam Bongkar Jejak Kasus Suap HGB, Buntut OTT KPK di Kantah Bogor

Rabu, 23 Sep 2026
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo

KPK Telusuri Dugaan Setoran Jabatan di ATR/BPN, Tiga Ruang Dirjen Digeledah

Jumat, 18 Sep 2026
Fahd A Rafiq dan Kakantah Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung (kanan) ketika digelandang petugas KPK.

Nama Nusron Wahid Terseret, 20 Koper Uang Ratusan Miliar Gegerkan OTT KPK

Rabu, 16 Sep 2026

BERITA POPULER

Wilayah Kerja Meluas, Imigrasi Soekarno-Hatta Perkuat Pengawasan WNA

Kantah Surabaya I dan II Amankan 119 Aset Pemkot Senilai Rp992,7 Miliar

Pasporia Kanim Tanjung Perak Jemput Bola, Warga Gresik Tak Perlu ke Surabaya

KPK Sisir Kantah Mojokerto, Lima Jam Bongkar Jejak Kasus Suap HGB, Buntut OTT KPK di Kantah Bogor

KPK Sisir Rumah Kerabat Lampri di Nganjuk, Lima Kamar Dibongkar

Berita Menarik Lainnya:

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Tunjungan, Donasi Ilegal dan Eksploitasi Hewan Dibidik

Tunjungan Romansa Diperketat, Donasi Bermodus Eksploitasi Hewan Dibidik Pemkot Surabaya

Sabtu, 26 Sep 2026
Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan didampingi anggota menunjukkan barang bukti yang diamankan.

Tergiur Rp10 Juta, Dua Remaja Surabaya Jadikan Teman Sekampung Pasar Sabu

Sabtu, 26 Sep 2026
DJP Jawa Timur II menyerahkan tersangka dan barang bukti tindak pidana perpajakan.

Faktur Pajak TBTS Diduga Jadi Jalan, Negara Tekor Rp 996 Juta, Direktur PT TBNP Ditetatapkan Tersangka

Jumat, 25 Sep 2026
Petugas KPK nampak membawa koper sekeluar dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur di Jalan Gayungsari, Surabaya.

KPK Sita Ratusan Juta dari Kanwil BPN Jatim, Diduga Mengalir dari Pemohon hingga Kantah

Jumat, 25 Sep 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?