By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Dugaan Kekerasan Seksual di Panti Asuhan Surabaya, DPRD Surabaya Desak Audit Total Seluruh LKSA
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Hukum

Dugaan Kekerasan Seksual di Panti Asuhan Surabaya, DPRD Surabaya Desak Audit Total Seluruh LKSA

By Admin Minggu, 23 Agu 2026
Share
Panti Asuhan Baitul Yatim
Panti Asuhan Baitul Yatim, Jalan Sari Tama, Tandes, Surabaya, yang saat ini diduga telah terjadi kekerasan seksual terhadap santrinya.

SURABAYA, Slentingan.com – Dugaan kekerasan seksual terhadap seorang remaja perempuan penyandang tunanetra di Panti Asuhan Baitul Yatim, Jalan Sari Tama, Tandes, Surabaya, memunculkan pertanyaan serius: sejauh mana negara mengawasi lembaga pengasuhan anak di Surabaya.

Contents
Bukan Sekadar Audit AdministrasiJika Tak Berizin, Jangan DibiarkanKorban Harus Aman, Identitas Wajib Dijaga

Dugaan kasus tersebut mendapat sorotan tajam dari DPRD Surabaya. Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan, meminta persoalan itu tidak berhenti sebatas penanganan pidana terhadap terduga pelaku.

Menurut politikus PKS yang akrab disapa Bang Jo tersebut, kasus ini harus menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Surabaya untuk membongkar dan mengevaluasi sistem perlindungan anak, perempuan, penyandang disabilitas, serta tata kelola seluruh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

“Sebagai warga Surabaya, juga DPRD merasa sangat prihatin atas dugaan kekerasan seksual terhadap anak, kemudian juga sekaligus perempuan dan penyandang disabilitas tunanetra yang ada di sebuah panti asuhan Surabaya,” kata Johari, Jumat (21/8/2026).

Johari menilai posisi korban membuat kasus tersebut semakin serius. Anak, perempuan, sekaligus penyandang disabilitas merupakan kelompok yang membutuhkan perlindungan berlapis. Karena itu, pemerintah tidak boleh hanya hadir setelah kasus mencuat.

“Ini tidak hanya sekadar perkara pidana individual, tetapi lebih kepada juga sistem perlindungan anak, sistem perlindungan perempuan, perlindungan penyandang disabilitas, dan yang terpenting tata kelola dan pengawasan lembaga pengasuhan,” tegasnya.

Baca Juga:  Pasca Kerusuhan, DPRD Surabaya Ajak Warga Jaga Fasilitas Umum

Pertanyaan besarnya, bagaimana dugaan kekerasan bisa terjadi di dalam lembaga yang seharusnya menjadi ruang perlindungan?

Johari meminta Pemkot Surabaya melakukan introspeksi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengawasan LKSA. Legalitas lembaga, kompetensi pengasuh, administrasi, fasilitas, keamanan hingga mekanisme perlindungan anak harus diperiksa, bukan sekadar dicek di atas kertas.

“Pemerintah kota punya kewajiban memberikan perlindungan khusus kepada korban. Dan juga evaluasi sistem secara menyeluruh terhadap perlindungan anak dan legalitas LKSA,” ujarnya.

Bukan Sekadar Audit Administrasi

Johari mendorong Pemkot Surabaya melalui Dinas Sosial serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh lembaga pengasuhan anak.

Audit tersebut harus menyentuh seluruh aspek, mulai legalitas dan tata kelola, latar belakang serta kapasitas SDM pengasuh, kondisi fasilitas, administrasi, sistem keamanan, hingga mekanisme perlindungan khusus bagi anak penyandang disabilitas.

“Tidak hanya masalah legalitas saja. Tapi juga di situ ada SDM pengasuh, perlindungan anak, fasilitas dan administrasi, keamanan, apalagi ini disabilitas,” jelasnya.

Sedikitnya ada empat aspek yang menurut Johari harus menjadi perhatian serius, yakni legalitas dan tata kelola LKSA, perlindungan anak, perlindungan korban kekerasan seksual, serta perlindungan penyandang disabilitas.

Baca Juga:  DPRD Surabaya Sorot Pencopotan Lurah Tambak Wedi: Tegas Boleh, Jangan Abaikan Etika Birokrasi

Dia juga mengingatkan penerapan Permensos Nomor 30 Tahun 2011 tentang Standar Nasional Pengasuhan Anak untuk LKSA. Aturan tersebut, kata dia, jangan sampai hanya menjadi dokumen persyaratan administratif tanpa benar-benar diterapkan dalam keseharian.

“Ini sebuah problem yang bisa kita deteksi. Kita tidak tahu apakah juga terjadi di tempat-tempat yang lain. Sehingga perlu adanya audit dan mitigasi menyeluruh,” katanya.

Jika Tak Berizin, Jangan Dibiarkan

Johari bahkan meminta tindakan tegas apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya LKSA yang tidak memiliki izin atau tidak memenuhi standar pengelolaan.

Namun, penertiban tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan anak-anak yang berada di dalamnya.

Jika sebuah lembaga harus dinonaktifkan, pemerintah wajib memastikan seluruh anak tetap mendapatkan tempat tinggal, pengasuhan, pendidikan, layanan kesehatan, serta perlindungan. Mereka bisa dipindahkan ke lembaga yang memenuhi standar, dikembalikan kepada keluarga apabila memungkinkan, atau ditangani langsung pemerintah.

“Kalau memang terbukti tidak berizin, anak-anak yang ada di panti itu segera harus dipindahkan ke panti asuhan yang lain atau dipulangkan atau dikelola oleh negara atau pemerintah kota,” tegasnya.

Korban Harus Aman, Identitas Wajib Dijaga

Di sisi lain, Johari menegaskan penanganan korban tidak boleh berhenti pada proses hukum. Korban harus mendapatkan perlindungan menyeluruh, termasuk jaminan keamanan, pemulihan psikologis, layanan kesehatan, dukungan sosial dan keberlanjutan pendidikan.

Baca Juga:  Wali Kota Eri Cahyadi Rotasi 78 Pejabat, Pastikan Kursi Diisi Pejabat yang Tepat

Yang tak kalah penting, identitas korban harus dijaga ketat agar tidak menimbulkan trauma baru.

“Privacy juga penting. Keamanan identitas korban jangan sampai terekspos. Harus betul-betul terlindungi,” katanya.

Menurut Johari, pemerintah juga tidak boleh menunggu munculnya kasus berikutnya untuk bertindak. Dugaan kekerasan di satu lembaga harus menjadi pintu masuk untuk memeriksa kondisi anak-anak lainnya.

“Harus ada proaktif dari pemerintah. Tidak hanya menunggu laporan, tapi melakukan mitigasi dan audit secara menyeluruh,” tegasnya.

Komisi D DPRD Surabaya, lanjut Johari, akan meminta penjelasan dinas terkait mengenai penanganan kasus sekaligus sistem pengawasan terhadap lembaga pengasuhan anak.

Bagi Johari, pesan dari kasus ini sangat jelas. Panti asuhan bukan sekadar tempat tinggal anak, apalagi hanya lembaga yang memenuhi persyaratan administrasi. Panti harus menjadi benteng perlindungan.

“Panti asuhan harus menjadi rumah perlindungan bagi anak dan terlebih lagi disabilitas, bukan justru menjadi tempat di mana anak kehilangan rasa aman,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong pengawasan berkala terhadap seluruh LKSA di Surabaya, baik yang sudah mengantongi izin maupun yang belum.

“Untuk anak penyandang disabilitas, perlindungan harus lebih kuat, jangan lebih lemah. Pengawasan dari pemerintah kota juga harus lebih intens,” pungkasnya. HUM/BAD

TAGGED: #Polrestabes Surabaya, #surabaya, DPRD SURABAYA, Johari Mustawan, Kekerasan Seksual, Kriminalitas, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, LKSA, Panti Asuhan Baitul Yatim, Panti Asuhan Surabaya, PEMKOT SURABAYA, Tandes Surabaya, Tunanetra
Admin Minggu, 23 Agu 2026 Minggu, 23 Agu 2026
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus, mengobatkan semangat lewat sambutan dihadapan kader AMPG yang mengikuti diklat selama dua hari di Surabaya.
Tak Semua Lolos! Diklatda AMPG Jatim Gugurkan 17 Kader, 113 Siap Hadapi 2029
Senin, 7 Sep 2026
Kondisi Sungai Rolak, Gunungsari yang terlihat berbusa hingga berimbas pada Air PDAM.
Kali Surabaya Tercemar, Air PDAM Berbusa dan Bau Kimia: Warga Jadi Korban
Minggu, 6 Sep 2026
Tim Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur memastikan stok pangan masih dalam kondisi aman dengan mengguyur pasar menggunakan ratusan ton beras SPHP.
BULOG Jatim Pasang Rem untuk Panic Buying, 700 Ton Beras SPHP Diguyur ke Pasar
Minggu, 6 Sep 2026
Kondisi di Bandara Internasional Juanda yang sedang mengalami penundaan keberangkatan pesawat karena kondisi erupsi anak Gunung Krakatau.
Erupsi Anak Krakatau Merembet ke Juanda, Penerbangan Dibatalkan hingga Ditunda
Minggu, 6 Sep 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Kondisi di Bandara Internasional Juanda yang sedang mengalami penundaan keberangkatan pesawat karena kondisi erupsi anak Gunung Krakatau.

Erupsi Anak Krakatau Merembet ke Juanda, Penerbangan Dibatalkan hingga Ditunda

Minggu, 6 Sep 2026
Kepala KDEI Taipei Wahyu Wibosono mendukung penerbitan Surat Keputusan (SK) Tim Kerja sebagai langkah memperkuat koordinasi sekaligus memastikan perlindungan WNI berjalan lebih cepat dan terukur.

KDEI Taipei Perketat Deteksi Dini WNI Overstayer di Taiwan, Penanganan Dibagi 3 Fase

Sabtu, 5 Sep 2026
Wamen BGN RI Mayjen TNI Trenggono saat meninjau penanganan korban dugaan keracunan MBG di Ponpes Mambaul Hikam, Sidoarjo.

748 Terdampak Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Suspend Dapur dan Copot Kepala Dapur

Sabtu, 5 Sep 2026
Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Otto Hasibuan

KUHP, KUHAP, Prof Otto Hasibuan: Ganti Aturan Saja Tak Cukup

Sabtu, 5 Sep 2026

BERITA POPULER

Setoran Parkir Surabaya Dibongkar, Eri Cahyadi Perintahkan Sistem Dibersihkan: Tunai Tak Boleh

Kepala OJK Jatim Yunita Linda Sari Berpulang, Tinggalkan Jejak Panjang di Industri Keuangan

Jukir Protes Setoran Tunai, Komisi C DPRD Surabaya Desak Dishub Bongkar Celah di Aplikasi Parkir

Bank Jatim Sidoarjo Dorong UMKM Naik Kelas, Transaksi Digital Jadi Senjata Baru

Ditjen Pemasyarakatan Jatim Perkuat Tata Kelola Aset Negara, Gandeng DJKN Jawa Timur

Berita Menarik Lainnya:

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus, mengobatkan semangat lewat sambutan dihadapan kader AMPG yang mengikuti diklat selama dua hari di Surabaya.

Tak Semua Lolos! Diklatda AMPG Jatim Gugurkan 17 Kader, 113 Siap Hadapi 2029

Senin, 7 Sep 2026
Kondisi Sungai Rolak, Gunungsari yang terlihat berbusa hingga berimbas pada Air PDAM.

Kali Surabaya Tercemar, Air PDAM Berbusa dan Bau Kimia: Warga Jadi Korban

Minggu, 6 Sep 2026
Tim Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur memastikan stok pangan masih dalam kondisi aman dengan mengguyur pasar menggunakan ratusan ton beras SPHP.

BULOG Jatim Pasang Rem untuk Panic Buying, 700 Ton Beras SPHP Diguyur ke Pasar

Minggu, 6 Sep 2026
Kondisi di Bandara Internasional Juanda yang sedang mengalami penundaan keberangkatan pesawat karena kondisi erupsi anak Gunung Krakatau.

Erupsi Anak Krakatau Merembet ke Juanda, Penerbangan Dibatalkan hingga Ditunda

Minggu, 6 Sep 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?