SIDOARJO, Slentingan.com – Bupati Sidoarjo Subandi kecewa terhadap pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai lepas tangan berkaitan dengan kasus keracunan.
Dimana pihak SPPG tidak mau menanggung biaya perawatan ratusan pelajar dan santri yang menjadi korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Subandi menegaskan, Pemkab Sidoarjo selama ini justru menanggung biaya pengobatan para korban. Padahal, menurutnya, tanggung jawab atas dampak makanan yang disalurkan semestinya berada pada pihak penyelenggara SPPG.
“Tanggung jawab hukum harus jatuh kepada penyelenggara SPPG, bukan pemda. Ketika ada warga yang sakit akibat makanan yang disalurkan, penyelenggara harus bertanggung jawab, bukan lari dari tanggung jawab,” kata Subandi, Rabu, 9 September 2026.
Kendati kecewa, Subandi memastikan Pemkab Sidoarjo tetap mendukung keberlangsungan program MBG yang merupakan inisiatif pemerintah pusat.
Menurutnya, insiden tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. Evaluasi diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan pelaksanaan program di daerah lain dapat berjalan lebih baik.
“Program MBG bagus, niatnya mulia. Jangan sampai program yang baik ini ternoda oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo terus diperbarui. Berdasarkan data per Jumat, 4 September 2026, jumlah korban mencapai 748 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan mayoritas korban telah menunjukkan perkembangan positif.
“Sebanyak 728 pasien telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. 20 pasien masih menjalani rawat inap atau MRS,” jelasnya. HUM/BOY
