GRESIK, Slentingan.com – Era pelayanan pertanahan serba digital menuntut aparatur Badan Pertanahan Nasional (BPN) tak sekadar melek teknologi. Kecepatan sistem harus diikuti ketepatan kerja petugas. Jika tidak, digitalisasi hanya akan menjadi wajah baru dari pelayanan lama yang berbelit.
Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik pun mengambil langkah pembenahan. Melalui Pelatihan Kewilayahan, seluruh jajaran dibekali pemahaman teknis untuk memperkuat kualitas pelayanan pertanahan berbasis elektronik.
Pelatihan yang berlangsung Rabu (12/8/2026) tersebut difasilitasi Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur dan Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) Kementerian ATR/BPN.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik, Rarif Setiawan, S.ST., M.H., mengikuti kegiatan bersama jajaran pejabat pengawas dan pegawai di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik. Perwakilan PUSDATIN Kementerian ATR/BPN turut hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan penguatan teknis.
“Yang menjadi sorotan utama dalam pelatihan ini adalah alur berkas peralihan hak dengan pelimpahan Kepala Seksi Wilayah. Tahapan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat tersebut dibedah agar tidak terjadi kesalahan prosedur yang berujung pada lambannya penyelesaian berkas,” ujar Rarif.
Pembahasan mencakup sejumlah titik krusial, mulai loket pendaftaran dan pembayaran, pengelolaan dokumen analog serta elektronik, pengesahan digital melalui SITATA, hingga standar operasional loket penyerahan berkas.
Dengan demikian, digitalisasi tidak berhenti pada penggunaan aplikasi. Setiap petugas dituntut memahami bagaimana berkas bergerak, diproses, disahkan hingga diserahkan kembali kepada pemohon.
Langkah ini sekaligus menjadi penegasan bahwa perubahan layanan pertanahan tidak cukup hanya dengan mengganti dokumen fisik menjadi elektronik. Kecepatan, ketelitian, keamanan data dan kepastian proses harus berjalan beriringan.
Sebab, bagi masyarakat, ukuran keberhasilan layanan bukan seberapa canggih sistem yang digunakan, melainkan seberapa cepat dan pasti urusan mereka diselesaikan.
Melalui pembekalan tersebut, Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik mendorong seluruh jajarannya semakin adaptif terhadap sistem kerja digital sekaligus disiplin terhadap standar operasional.
Teknologi menjadi alat, tetapi kualitas petugas tetap menjadi penentu. Targetnya tegas: pelayanan pertanahan yang lebih cepat, aman, tertib, transparan dan terpercaya, tanpa memberi ruang bagi proses yang berbelit. HUM/BOY
