By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Gaya Hidup
Reading: Siswi SMK di Surabaya Disekap dan Dirudapaksa Oknum Tentara di Hotel
Share
Slentingan.comSlentingan.com
Aa
  • Beranda
  • Gaya Hidup
  • Hukum
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Indeks
Search
  • Kategori
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Kejaksaan
    • Imigrasi
    • Pertanahan
    • Pemasyarakatan
  • Kategori
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Gaya Hidup
    • Olahraga
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
© 2023 - Slentingan.com
Headlines

Siswi SMK di Surabaya Disekap dan Dirudapaksa Oknum Tentara di Hotel

By Redaktur Senin, 22 Jan 2024
Share
Oknum tentara, terduga pelaku kekerasan seksual diamankan polisi militer di Mapolsek Sawahan.

SURABAYA, Slentingan.com – Kasus rudapaksa menimpa AA (16), siswi SMK di Surabaya, yang diduga dilakukan oknum tentara baru dikenalnya di salah satu hotel di Jalan Pasar Kembang, Surabaya, Senin, 22 Januari 2024.

Korban mengaku kepada bapaknya sempat disekap, kedua tangannya diikat oleh oknum tentara tersebut di salah satu kamar hotel. Disaat tidak berdaya itulah menjadi korban rudapaksa.

AA berhasil keluar kamar hotel setelah memohon kepada terduga pelaku dengan dalih ada tugas sekolah dari guru melalui pesan singkat WhatsApp (WA).

Setelah dilepaskan, korban yang berperawakan kecil dan kurus itu langsung keluar dan minta tolong driver ojek online (ojol) yang kebetulan melintas di depan hotel.

Saat itu, korban yang masih memakai kaus olahraga sekolah berwarna merah dan ber-hoodie warna putih itu, dalam keadaan menangis.

Selanjutnya, oleh driver ojek online tersebut mengantarkannya ke posko anggota satpol PP terdekat. Setelah AA diinterogasi petugas satpol PP lalu diantar ke Mapolsek Sawahan membuat laporan dan penanganan medis.

Sementara itu, orang tua korban, LSA (54), mengaku baru mengetahui anaknya menjadi korban kekerasan seksual oleh oknum tentara.

“Tahu setelah saya ditelepon oleh anggota Polsek Sawahan agar segera ke mako pukul 10.00 WIB,” jelas LSA.

LSA sempat bertanya kepada anaknya siapa terduga pelaku yang melakukan perkosaan. Tapi anaknya mengaku tidak kenal.

Pria paruh baya tersebut menjelaskan kronologis sebelum kejadian anaknya sedang duduk di pinggir jalan dekat Monumen Kapal Selam (Monkasel), di Jalan Pemuda, Surabaya.

“Rencananya anak saya mau ambil uang tabungan senilai Rp 200 ribu dari progam Beasiswa Pemuda Tangguh milik Pemkot Surabaya,” jelas LSA.

Baca Juga:  Sambut Hari Anti Korupsi Sedunia, KOLEGA Bareng FAMI Gelar Festival Musik Milenial "Mboten Korupsi Mboten Ngapusi 2023"

Untuk itu, sambung LSA, anaknya meminta izin kepada pihak guru dan pengurus sekolah untuk pulang lebih awal guna mengurus pencairan beasiswa tersebut.

“Untuk ambil uang harus minta izin. Akhirnya dia mengurus surat izin uang ke Bank Jatim,” ujar LSA kepada wartawan di depan Mapolsek Sawahan.

Setelah memperoleh izin, sang anak kemudian keluar sekolah untuk menunggu seorang teman di dekat area Monkasel tersebut, namun tidak kunjung datang.

Tiba-tiba datang terduga pelaku mengendarai Scoopy datang menghampiri sang anak lalu berbincang-bincang.  Kemudian terduga pelaku minta bantuan untuk diberi petunjuk lokasi kantor bank terdekat.

“Terduga pelaku bukan warga Kota Surabaya. Dia mengaku sedang kebingungan untuk mencairkan uang ke sebuah kantor bank untuk membeli tiket bioskop kepada anak saya,” ujar LSA.

Karena menganggap terduga pelaku memang sedang kebingungan dan membutuhkan bantuan, AA akhirnya mau dibonceng dan mengikuti pelaku untuk membantu menunjukkan alamat bank yang dicari-cari.

“Nah sembari nunggu temannya. Kenal dengan terduga pelaku. Pelaku bilang minta tolong ke bank BNI, karena dia bukan orang sini. Katanya (pelaku) mau mencairkan beli tiket ke bioskop atau apa. Lalu diantarkan, pelaku sudah menentukan, BRI atau BNI-lah,” jelas LSA.

Sewaktu mengantar terduga pelaku inilah, korban merasa ada yang tidak beres. Salah satunya bukannya ke kantor bank anaknya malah diajak berbelanja ke sebuah minimarket kawasan Jalan Pasar Kembang.

Di saat berbelanja, tubuh sang anak sempat dipegang-pegang oleh terduga pelaku. Bahkan merasa risih dan mulai mencurigai gelagat itu. Namun, korban tidak berani melakukan perlawanan.

Baca Juga:  Dugaan Penipuan Perjalanan Wisata, Wawali Armuji Mediasi Pemilik Travel dengan Korban 

Setelah dari minimarket, terduga pelaku kembali membonceng korban untuk kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini diajak ke hotel. Lalu mengajak korban ke salah satu kamar yang sudah lebih dulu disewa terduga pelaku.

“Langsung masuk ke hotel. Karena terdug pelaku sudah menginap di situ sebelumnya. Jadi dia langsung masuk karena sudah punya kamar di situ. Begitu lah kejadiannya,” tandas LSA.

Hingga akhirnya, korban mengalami kekerasan seksual. Selain itu, sang anak juga kesulitan berteriak meminta pertolongan kepada pihak petugas hotel, karena lengan terduga pelaku memiting leher korban.

Lalu bagaimana cara korban berhasil kabur dan mencari bantuan. LSA mengungkapkan, sang anak sempat memelas dan memohon kepada pelaku agar segera dibebaskan, dengan dalih bahwa sang anak sudah diberi tugas sekolah oleh sang guru melalui pesan singkat WA.

LSA mengaku, korban merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Dia berharap, pelaku memperoleh hukuman seberat-beratnya, karena membuat kondisi sang anak mengalami trauma psikis, dan luka secara fisik.

“Saya harus naik terus ini, proses, saya enggak mau berhenti,” pungkas LSA.

Sementara itu, pantauan di Mapolsek Sawahan sekitar pukul 12.20, seorang oknum tentara yang diduga pelaku digelandang keluar dari pintu utama Mapolsek Sawahan dengan pengawalan sejumlah anggota tentara dari instansi Polisi Militer (POM) terduga pelaku berdinas.

Terduga pelaku tampak bertelanjang dada, dengan kondisi kepala ditutup kaus biru muda, dan kedua pergelangan tangan dalam keadaan diborgol menggunakan kabel ties berukuran besar warna putih.

Baca Juga:  Khofifah Kukuhkan Gus Ghofirin Nakhodai Baznas Jatim, Buktikan Zakat Tak Sekadar Seremonial

Kemudian, terduga pelaku digiring masuk ke minibus putih operasional petugas POM, yang tampak terparkir di depan teras utama Mapolsek Sawahan.

Beberapa menit kemudian, mobil tersebut melenggang pergi menyusuri halaman utama, lalu keluar gerbang, dan meninggalkan Mapolsek Sawahan.

Kemudian sekitar pukul 13.00, giliran pihak korban akhirnya tampak keluar dari pintu utama Mapolsek Sawahan untuk dibawa masuk mobil lain, dengan pengawalan sejumlah anggota Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Korban tampak mengenakan jaket sweater hoodie putih bercelana olahraga sekolah perpaduan warna merah dan hitam, sambil membawa ransel yang tergantung di bahu kanannya.

Sepanjang berjalan keluar dari Mapolsek Sawahan menuju ke dalam mobil, korban tampak didekap dari samping kiri oleh LSA.

Beberapa menit kemudian, mobil yang membawa korban melenggang pergi menyusuri halaman utama dan keluar gerbang, dan meninggalkan Mapolsek Sawahan.

Kapolsek Sawahan Kompol Domingos De F Ximenes SH SIK membenarkan telah menerima laporan dugaan perkosaan tersebut.  “Kasusnya sudah kami terima dan kami serahkan ke kesatuan dinas,” kata Dominggus.

Kapolsek Sawahan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kesatuan dinas untuk mengusut kasus tersebut. Pihaknya akan memberikan pendampingan hukum kepada korban.

“Kami akan memberikan pendampingan hukum kepada korban agar kasus ini bisa diungkap dan terduga pelaku bisa dihukum sesuai dengan perbuatannya,” kata Kompol Domingos.

Terpisah, Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanti Nainggolan saat dikonfirmasi membenarkan anggotanya membawa dan melakukan pemeriksaan awal korban dugaan  kekerasan seksual yang terjadi di salah satu hotel.

“Masih proses dibawa untuk visum (korban),” singkatnya. (cak/raz)

TAGGED: #surabaya, hotel, jalan pasar kembang, Kapolsek Sawahan, Kompol Domingos De F Ximenes SH SIK, oknum tentara, rudapaksa
Redaktur Senin, 22 Jan 2024 Senin, 22 Jan 2024
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram
Ad imageAd image
BERITA TERBARU
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan keterangan berkaitan dengan perkara tenaga kontrak Pemkot Surabaya meminta seorang wanita untuk aborsi.
Viral Dugaan Minta Pacar Aborsi, Eri Cahyadi Putus Kontrak MC Tio Ferdian: “Kami Pecat, Proses Hukum Jalan”
Rabu, 12 Agu 2026
Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari
Soal Dugaan Minta Pacar Aborsi, Belum Ada Laporan Polisi, Korban Diminta Melapor
Rabu, 12 Agu 2026
Tio Ferdian Rahmana, runner-up Raka Jawa Timur 2026,
Runner-up Raka Jatim 2026 Viral Diduga Minta Pacar Aborsi, Gelar Terancam Dicabut
Rabu, 12 Agu 2026
Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dan Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo (Andreas) memberi semangat pada ratusan pelaku UMKM dan Warga setempat melalui Klinik UMKM Gotong Royong di kawasan Putat Jaya yang dulu dikenal sebagai Lokalisasi Dolly.
Dari Dolly ke Pasar Dunia, Risma dan Andreas Dorong UMKM Putat Jaya Tembus Ekspor
Selasa, 11 Agu 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya

Brigjen TNI Kohir, Danren 084/Bhaskara Jaya: INDONESIA HARUS BANGKIT

Minggu, 19 Jul 2026
Suasana rapat koordinasi bersama Direktorat Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, Senin (15/6).

Selamatkan Aset Negara, Kakanwil BPN Jatim Hadiri Rapat Koordinasi di Jakarta

Selasa, 16 Jun 2026
Anggota DPR RI Dapil Surabaya–Sidoarjo, Adela Kanasya Adies, dengan menyalurkan 46 kambing dan 5 sapi kurban kepada warga.

Tegaskan Kepedulian Nyata, Adela Kanasya Adies Salurkan Kurban di Surabaya-Sidoarjo,

Jumat, 29 Mei 2026
Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Agus Winarto, memastikan pelayanan Makkah Route berjalan lancar tanpa hambatan.

Makkah Route Tanpa Hambatan, Imigrasi Surabaya Sekaligus Sikat 18 Calon Haji Ilegal Berbayar Ratusan Juta

Senin, 18 Mei 2026

BERITA POPULER

DPRD Surabaya Kritik Persiapan Porprov 2027, Desak Pemkot Hadirkan Sportainment Berkelas Dunia

BPOM Surabaya Gagalkan Peredaran 97 Ribu Pil Ilegal, 10 Ribu Pelajar Lolos dari Penyalahgunaan Obat

Imigrasi Kediri Bentengi Pelajar Jombang dari TPPO, Kenalkan Jalur Pengabdian Lewat POLTEKIMIPAS

DPRD Surabaya Rem Penertiban Aset PT KAI, Tak Digusur Sebelum Status Lahan Terang

Suasana Sunset BBQ dan Panorama 360 Derajat Surabaya Bisa Dinikmati dari Rooftop EXCOTEL

Berita Menarik Lainnya:

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan keterangan berkaitan dengan perkara tenaga kontrak Pemkot Surabaya meminta seorang wanita untuk aborsi.

Viral Dugaan Minta Pacar Aborsi, Eri Cahyadi Putus Kontrak MC Tio Ferdian: “Kami Pecat, Proses Hukum Jalan”

Rabu, 12 Agu 2026
Kasatres PPA-PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari

Soal Dugaan Minta Pacar Aborsi, Belum Ada Laporan Polisi, Korban Diminta Melapor

Rabu, 12 Agu 2026
Tio Ferdian Rahmana, runner-up Raka Jawa Timur 2026,

Runner-up Raka Jatim 2026 Viral Diduga Minta Pacar Aborsi, Gelar Terancam Dicabut

Rabu, 12 Agu 2026
Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dan Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo (Andreas) memberi semangat pada ratusan pelaku UMKM dan Warga setempat melalui Klinik UMKM Gotong Royong di kawasan Putat Jaya yang dulu dikenal sebagai Lokalisasi Dolly.

Dari Dolly ke Pasar Dunia, Risma dan Andreas Dorong UMKM Putat Jaya Tembus Ekspor

Selasa, 11 Agu 2026

© 2023 - Slentingan.com

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kerjasama dan Iklan
  • Pedoman Media Siber
Selamat Datang!

Sign in to your account

Lost your password?